VdBackground 02  .jpg

Bagaimana Orang Sukses Menangani Orang “Beracun”?

Print
Created on Friday, 05 December 2014 Last Updated on Wednesday, 10 January 2018 Written by Phi-D


Orang-orang “beracun” adalah orang-orang yang menentang logika. Beberapa dari orang-orang yang “beracun” bahkan tidak sadar bahwa dampak-dampak negatif yang mereka sebarkan memengaruhi orang-orang di sekitar mereka, yang lainnya malahan merasa puas karena membuat kekacauan, sedangkan beberapa lainnya malah suka sekali membuat orang-orang terpancing menjadi marah (alias, memprovokasi orang lain). Karena itu, orang-orang “beracun” membuat hidup orang-orang lain menjadi rumit dan kompleks karena mereka gemar menciptakan perselisihan; dan yang paling buruknya, mereka membuat orang-orang lain tertekan.

Suatu penelitian memperlihatkan bahwa manusia memang membutuhkan tekanan (stres) untuk beberapa hari sehingga membuat sel-sel saraf di bagian otak hipokamus menjadi lebih efektif (catatan: hipokamus adalah bagian otak yang bertanggung-jawab untuk emosi, berpikir, mengingat, navigasi ruangan, kesanggupan menentukan pandangan, perhatian, sikap, arah, tempat dengan tepat dan benar). Oleh karena itu, sewaktu manusia mempelajari hal-hal yang baru, itu memang membuat mereka tertekan (stres), tetapi itu juga menjadikan mereka lebih pintar (bandingkan grafik di bawah ini).


Akan tetapi jika tekanan (stres) dialami dalam jangka waktu yang panjang, misalnya selama berminggu-minggu, ini malahan dapat mengakibatkan kerusakan pada cabang-cabang sel di saraf (“lengan” kecil yang digunakan sel otak untuk saling berkomunikasi). Dan yang lebih parahnya lagi, stres yang dialami selama berbulan-bulan dapat menghancurkan sel-sel saraf secara permanen. Dari sini dapat terlihat bahwa tekanan (stres) untuk jangka waktu yang lama dapat menjadi ancaman tangguh untuk kesuksesan Anda. Dan jika Anda tidak mengendalikan stres Anda, otak dan kinerja Anda akan menjadi buruk.

Penelitian lain yang baru-baru ini dilakukan Departemen Biologi dan Psikologi Klinis di Friedrich Schiller, Jerman, bahkan menemukan bahwa otak mengalami tekanan (stres) besar-besaran saat mendapatkan rangsangan berupa emosi-emosi negatif yang kuat, mengalami kekejaman atau menjadi korban ketidak-adilan dan ternyata tekanan itu sama kuatnya saat Anda harus menghadapi orang-orang “beracun”. Maka agar kinerja dan otak Anda tidak menjadi rusak, Anda harus mengembangkan kemampuan untuk mengelola emosi dan tetap tenang di bawah tekanan sewaktu menghadapi orang-orang yang “beracun”. Sebuah lembaga psikologi, TalentSmart, melakukan penelitian dengan lebih dari jutaan orang dan menemukan bahwa 90% orang-orang dengan performa yang hebat, sangat terampil mengelola emosi saat tertekan, dengan tetap tenang dan terkendali. Salah satu karunia terbesar dari orang-orang dengan performa hebat ini adalah bahwa mereka sanggup menetralisir orang-orang “beracun”, ya, mereka menguasai strategi yang dapat mereka gunakan untuk menjebak orang-orang “beracun”.

Sebenarnya setiap orang dapat berhasil menghadapi orang-orang “beracun” secara efektif. Maka Anda pun dapat berhasil menghadapi orang-orang “beracun” melalui pendekatan yang dapat membuat Anda mengendalikan apa yang dapat Anda lakukan dan membuang apa yang tidak dapat Anda kendalikan. Berikut ini adalah beberapa strategi efektif yang dapat digunakan dan memberikan hasil positif sewaktu harus menghadapi orang-orang “beracun”.

Mereka Menetapkan Batas (terutama dengan mereka yang suka mengeluh)

Salah satu karakter orang-orang “beracun” adalah mereka suka mengeluh dan berpikir negatif. Para pengeluh adalah berita-berita buruk karena mereka berkubang dalam masalah mereka dan gagal untuk berfokus pada solusi. Bahkan mereka ingin dan senang jika orang-orang bergabung dengan pesta “kesedihan” mereka. Jika Anda merasa tertekan karena harus mendengarkan keluhan dari orang “beracun” yang suka mengeluh, maka jangan mendengarkan mereka atau pun bergaul dengan mereka karena ada garis tipis antara meminjamkan telinga simpati dengan menjadi terhisap (terpengaruh) dalam emosi negatif para pengeluh.

Karena itu hindari para pengeluh dengan menetapkan batas dan jauhkan diri dari mereka. Pikirkan ini: jika para pengeluh adalah perokok, apakah Anda akan duduk sepanjang hari untuk menghirup asap rokok dan menjadi perokok pasif? Hindarilah asap rokok itu; dan dengan cara yang sama, hindari para pengeluh. Cara terbaik untuk menetapkan batasan adalah dengan menanyakan pada orang yang suka mengeluh cara mereka akan membereskan masalah mereka sehingga mereka akan akan “diam” dan mulai berpikir kemudian percakapan dapat mengarahkan ke arah yang lebih produktif.

Mereka tidak Mati dalam Pertempuran

Orang-orang sukses tahu pentingnya tetap hidup untuk bertarung di hari yang lain, terutama saat lawan Anda adalah orang yang “beracun”. Dalam sebuah konflik, emosi yang tidak terkendali dapat membuat Anda berpegang teguh pada pandangan atau pendirian Anda sendiri sehingga membuat Anda terluka parah. Maka saat Anda membaca dan menanggapi emosi Anda, Anda dapat memilih pertarungan Anda sendiri dengan bijaksana sehingga Anda akan bertempur hanya pada saat waktunya sudah tepat (baca juga karakter menarik kecoak yang selalu bisa bertahan hidup di kondisi yang tidak menyenangkan di artikel: Belajarlah dari Kecoak).

Mereka Tidak Membiarkan Apa pun Mempengaruhi Mereka

Orang-orang “beracun” membuat Anda gila karena tingkah laku mereka sangat tidak rasional. Jangan membuat kesalahan; perilaku mereka memang tidak masuk akal. Pertanyaannya adalah, mengapa Anda mengijinkan diri untuk menanggapi tingkah laku mereka secara emosional dan terjebak di dalamnya?

Semakin tidak rasional dan semakin buruk seseorang, seharusnya membuat Anda semakin mudah untuk menyingkir dari jebakan-jebakan mereka. Berhentilah untuk melawan mereka di dalam permainan mereka sendiri. Jauhkan diri Anda dengan mereka secara emosi tetapi lakukan pendekatan terhadap mereka seperti mereka adalah sebuah proyek ilmiah (atau mereka akan membuat Anda menciut). Anda tidak perlu menanggapi seluruh kekacauan emosi, hanya tanggapi fakta-fakta yang sudah terjadi.

Mereka tetap Sadar secara Emosi

Kesadaran sangat dibutuhkan untuk tetap mempertahankan jarak emosional. Anda dapat menghentikan seseorang menjadikan Anda emosional dan marah jika Anda sadar waktu atau saat mereka akan membuat Anda marah. Memang terkadang Anda harus berada dalam situasi dimana Anda harus menyusun kembali dan mencari jalan terbaik untuk maju ke depan. Ini adalah jalan yang bagus dan Anda tidak perlu takut untuk melakukannya.

Pikirkan cara ini, jika seseorang dengan kelemahan mental mendekati Anda di jalan dan memberitahu Anda bahwa dia adalah John F. Kennedy, Anda tidak mungkin akan memberitahu orang tersebut bahwa dia salah. Dengan cara yang sama, jika Anda dan rekan kerja Anda mempunyai cara berpikir yang sama sekali berbeda, terkadang cara yang terbaik adalah untuk tersenyum dan mengangguk. Jika Anda memang harus membetulkan situasinya, cobalah cari waktu yang tepat dan rencanakan cara terbaik untuk melakukannya.

Mereka Menetapkan Batas-batas

Kebanyakan orang merasa sulit untuk menetapkan batas; karena mereka bekerja dan hidup dengan orang lain, mereka merasa tidak memiliki cara untuk mengendalikan kekacauan. Ini tidaklah benar. Sekali Anda menemukan cara untuk tidak membiarkan orang-orang mempengaruhi Anda, Anda akan menemukan cara untuk memprediksi dan memahami perilaku orang lain dengan mudah. Ini akan memperlengkapi Anda untuk berpikir secara rasional tentang kapan dan dimana Anda harus berdiri bersama mereka dan kapan Anda tidak perlu melakukannya. Sebagai contoh, walaupun Anda bekerja dengan seseorang secara dekat dalam tim di sebuah proyek, ini tidak berarti bahwa Anda harus berada di tingkat yang sama dan berinteraksi dengan dekat pada semua anggota tim.

Anda dapat menetapkan batas, tetapi Anda harus melakukannya secara sadar dan pro-aktif. Jika Anda membiarkan keadaan terjadi secara alami, Anda akan secara konstan terlibat dalam situasi yang menyulitkan. Jika Anda menetapkan batas-batas dan memutuskan kapan dan dimana Anda akan melibatkan orang yang sulit, Anda dapat mengendalikan banyak kekacauan. Satu-satunya cara adalah dengan mempertahankan sikap dan menetapkan batas-batas pada tempatnya sewaktu seseorang mencoba mengganggu Anda.

Mereka tidak Membiarkan Siapa pun Membatasi Sukacita Mereka

Ketika rasa senang dan puas yang Anda rasakan berasal dari pendapat orang lain, Anda bukanlah “kapten” dari kebahagiaan Anda sendiri. Sewaktu orang-orang yang cerdas secara emosi merasa senang dengan sesuatu yang telah mereka lakukan, mereka tidak akan membiarkan pendapat atau komentar sinis orang lain memadamkan perasaan sukacita mereka (Baca juga: Hal-hal Emosional yang Tidak Dilakukan Orang-orang yang Cerdas).

Meskipun tidak mungkin untuk mematikan reaksi Anda terhadap apa yang orang lain pikirkan tentang Anda, tetapi Anda tidak perlu membandingkan diri dengan orang-orang lain. Jadikan pendapat-pendapat negatif orang lain tentang Anda bukan sebagai kebenaran mutlak sehingga Anda tidak harus benar-benar mendengarkan pendapat mereka. Dengan cara itu, apa pun yang dipikirkan atau dilakukan oleh orang-orang yang “beracun”, Anda tetap dapat menghargai diri Anda sendiri. Jangan pikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang Anda, satu hal yang pasti, Anda tidak pernah sebaik atau seburuk apa yang dikatakan orang lain.

Mereka tidak Berfokus pada Masalah, tetapi Solusi

Keadaan emosional Anda ditentukan dari hal-hal yang menjadi fokus perhatian Anda. Saat Anda terpaku pada masalah yang sedang Anda hadapi, Anda menciptakan dan memperpanjang emosi-emosi negatif dan stres. Sewaktu Anda berfokus pada aksi untuk memperbaiki diri dan keadaan, Anda menciptakan rasa keberhasilan pribadi yang menghasilkan emosi-emosi positif dan mengurangi stres.

Jika Anda mendatangi orang-orang “beracun” dan terpaku pada kegilaan dan kesulitan yang mereka buat; mereka pun menguasai Anda. Berhentilah berpikir tentang betapa mengganggunya orang-orang “beracun” ini, dan fokus pada cara yang akan Anda gunakan untuk menangani mereka. Hal ini membuat Anda lebih efektif karena Andalah yang mengendalikan mereka, dan ini akan mengurangi tekanan yang Anda rasakan saat berinteraksi dengan mereka.
 
Mereka tidak Melupakan

Secara emosional orang-orang cerdas cepat untuk memaafkan, tapi itu tidak berarti bahwa mereka lupa. Pengampunan berarti membiarkan pergi apa yang terjadi sehingga Anda dapat bergerak maju; tetapi ini tidak berarti Anda akan memberikan kesempatan lain bagi orang “beracun” untuk menyakiti Anda lagi. Orang-orang sukses tidak mau berhenti sia-sia karena kesalahan yang dilakukan orang lain, karena itu mereka membiarkan orang-orang “beracun” pergi dengan cepat dan mereka akan melindungi diri mereka dengan tegas dari bahaya di masa depan.

Mereka tidak Membicarakan Hal-hal Negatif untuk Diri Mereka

Terkadang Anda menyerap pikiran negatif dari orang-orang “beracun”. Tidak ada yang salah jika Anda berprasangka buruk terhadap orang yang memperlakukan Anda dengan buruk, tapi jika Anda memikirkan kata-kata orang yang “beracun” dan terus membicarakan hal-hal negatif tentang diri Anda sendiri, ini dapat memperhebat keadaan negatif. Membicarakan kepada diri sendiri hal-hal negatif bukanlah sesuatu yang masuk akal, maka ini tidak perlu dilakukan, dan Anda harus melawannya. Ini membuat Anda terpuruk dan sulit bangkit. Maka jangan membicarakan hal-hal negatif untuk diri sendiri.

Mereka Membatasi Asupan Kafein

Meminum kafein dapat memicu pelepasan adrenalin. Adrenalin adalah sumber dari respons “fight-or-flight (bertarung-atau-menghindar)”, suatu mekanisme untuk bertahan hidup yang memaksa Anda berdiri dan melawan atau lari menghindar ke bukit sewaktu menghadapi ancaman. Mekanisme “fight-or-flight” mengharuskan Anda berpikir rasional dengan respon yang cepat. Misalnya ketika ada seekor anjing mengejar, Anda akan menggunakan mode “flight” untuk menghindari gigitan Anjing, tetapi mode itu tidak selalu cocok digunakan saat Anda dikejutkan oleh orang “beracun” yang marah.

Mereka Memastikan Cukup Tidur

Banyak orang mengabaikan tidur padahal tidur sangat penting untuk meningkatkan kecerdasan emosional dan mengelola kadar stres Anda. Ketika Anda tertidur, otak Anda benar-benar diisi kembali, memutar kembali kenangan yang terjadi hari itu untuk menyimpannya atau membuangnya (yang menyebabkan Anda bermimpi); dan ini membuat Anda lebih waspada dan segar saat bangun. Pengendalian, perhatian dan memori Anda akan berkurang ketika Anda tidak cukup tidur. Kurang tidur dapat meningkatkan kadar hormon stres, bahkan tanpa adanya hal-hal yang membuat Anda stres dan tertekan.

Tidur malam yang baik membuat Anda lebih positif, kreatif dan pro-aktif saat Anda melakukan pendekatan kepada orang-orang “beracun”. Ini memberikan Anda perspektif yang Anda butuhkan untuk menghadapi orang-orang “beracun” secara efektif.

Mereka menggunakan Sistem Pendukung

Sangatlah tidak efektif untuk mencoba mengatasi semua masalah Anda sendirian. Untuk menghadapi dan mendekati orang-orang “beracun”, Anda perlu mengenali semua kelemahan mereka dan menambahkan ke dalam sistem pendukung Anda sehingga Anda mendapatkan perspektif yang benar pada orang yang “menantang” ini. Setiap orang pastinya memiliki seseorang di lingkungan kerja dan/atau di luar lingkungan kerja yang akan mendukung dan siap membantu mereka mendapatkan hasil yang terbaik dalam situasi yang sulit. Identifikasi orang-orang ini dalam hidup Anda dan buatlah upaya untuk mencari pandangan dan bantuan mereka saat Anda membutuhkannya. Sesuatu yang sangat sederhana untuk menjelaskan suatu situasi dapat memberikan perspektif yang baru. Dalam kebanyakan kasus, orang lain dapat melihat solusi yang tidak dapat Anda lihat karena mereka tidak terlibat secara emosional dalam situasi.

Mengumpulkan Semuanya

Sebelum Anda membuat sistem ini bekerja dengan cemerlang, Anda harus mengujinya beberapa kali. Dalam kebanyakan kasus, Anda sendiri malahan diuji oleh interaksi sensitif dengan orang-orang bermasalah. Untungnya, otak Anda dirancang sedemikian rupa sehingga memungkinkan Anda membentuk dan mengubah perilaku Anda, dan saat Anda gagal untuk melatih perilaku baru, otak Anda akan terus menyesuaikan diri. Ini merupakan teknik menghilangkan stres yang sehat. Sewaktu menghadapi orang-orang “beracun” yang sulit ditangani, otak Anda akan dilatih untuk menangani stres dengan lebih efektif dan mengurangi efek-efek buruknya.

Namun setiap orang dapat membuat strategi sendiri saat harus berhadapan dengan orang-orang “beracun”. Karena orang-orang beracun memang harus benar-benar Anda singkirkan sehingga Anda dapat benar-benar mengembangkan diri Anda. Sebuah pepatah dari Dee Dee M. Scott mengatakan, “Toxic people are like Cancer. If you keep them in your life, they will destroy your dreams, hopes and ambitions (Orang beracun seperti kanker. Jika Anda terus mengijinkan mereka berada di dalam hidup Anda, mereka akan menghancurkan mimpi-mimpi, harapan-harapan dan hasrat Anda).” Yang terpenting adalah siapkan mental dan jangan mudah menyerah.

Aza-aza FIGHTING.

Disadur bebas dari How Successful People Handle Toxic People (www.forbes.com)
Sumber gambar: Toxic People (imgkid.com)   |   Stress Graph (www.reckontalk.com)

Hits: 1805