VdBackground 02  .jpg

Karakter WAJIB untuk Sukses

Print
Created on Monday, 22 June 2015 Last Updated on Thursday, 05 November 2015 Written by Phi-D


Jika Anda melihat ilustrasi gambar di samping, Anda mungkin akan mengajukan pertanyaan yang juga diajukan oleh orang-orang lainnya, “Apa hubungan antara karakter yang dibutuhkan untuk sukses dengan permen Marshmallow?”
Setelah Anda bertanya demikian, saya pun ingin mengajukan pertanyaan pada Anda, “Pernahkah Anda makan permen Marshmallow? Apakah Anda suka dengan rasanya?”

Memang tidak semua orang dewasa suka dengan permen itu, tapi itu adalah masalah selera. Marshmallow adalah permen yang pada awalnya berwarna putih serta memiliki tekstur lembut dan empuk sehingga aman untuk diberikan pada anak-anak kecil. Permen dengan cita rasa yang manis ini juga sangat disukai oleh anak-anak dan orang-orang dewasa. Sekarang, saya ingin mengajukan pertanyaan yang sama dengan yang Anda ajukan di awal, “Apa hubungan permen Marshmallow dengan karakter berkualitas untuk mencapai kesuksesan?”

Sebenarnya ini bermula dari eksperimen yang dilakukan pada tahun 1960-an oleh Walter Mischel, seorang profesor Stanford, yang mulai melakukan serangkaian pembelajaran penting dalam psikologi. Miscel dan timnya telah menguji ratusan anak berumur sekitar 4 sampai 5 tahun selama eksperimen. Hasil eksperimen ini pada akhirnya menemukan suatu karakter, yang sekarang ini diyakini menjadi karakter yang paling penting untuk mencapai kesuksesan dalam kesehatan, pekerjaan, dan kehidupan. Karena eksperimen ini menggunakan permen Marshmallow maka eksperimen ini kemudian dikenal sebagai The Marshmallow Experiment (Eksperimen Marshmallow).

Eksperimen Marshmallow

Eksperimen yang dilakukan di Stanford University’s Bing Nursery School pada awal tahun 1960-an ini memberikan anak-anak pilihan.

Pilihan ke-1: Anak-anak boleh segera memakan sebuah permen Marshmallow menggiurkan yang ada di depan mereka.

Pilihan ke-2: Anak-anak akan diberikan hadiah tambahan, berupa dua buah permen Marshmallow, jika mereka bersedia menunggu selama 20 menit di dalam ruangan, tanpa ada yang menemani. Anak-anak yang memutuskan untuk memakan permen Marshmallow di depan mereka sebelum 20 menit tidak akan mendapatkan permen Marshmallow kedua.

Pilihannya sangat sederhana, makan satu buah permen sekarang juga atau dapatkan dua buah permen jika menunggu beberapa saat. Beberapa anak ternyata memakan permen Marshmallow segera setelah mereka ditinggalkan dan pintu ruangan ditutup. Yang lainnya meliuk-liukkan badannya, memukul-mukul dan menggoyang-goyangkan kursinya seraya mereka mencoba sekuat tenaga untuk menguasai keinginan memakan Marshmallow di depan mereka; dan setelah beberapa waktu, mereka pun menyerah pada godaan untuk memakan permen Marshmallow itu. Akhirnya, hanya sedikit anak-anak yang benar-benar dapat menunggu dengan sabar.

Satu tahun kemudian, Mischel dan timnya menindak-lanjuti Sekolah Bing dan mendapati bahwa anak-anak yang telah memilih pilihan kedua, yaitu dengan menunggu untuk mendapatkan dua buah Marshmallow bernasib lebih baik di kelas dan sekolah mereka. Para peneliti juga meneliti orang tua dari anak-anak ini. Orang tua dari anak-anak ini tidak diberi tahu apakah anak mereka memakan Marshmallow yang pertama atau tidak, tetapi para orang tua dari anak-anak yang memiliki kesanggupan menahan diri yang tinggi melaporkan pada para peneliti bahwa mereka adalah orang tua yang sangat kompeten, hebat, dan berkarakter. Dan laporan ini sangat berbeda dengan laporan yang diberikan oleh orang tua dari anak-anak yang suka mendapatkan kesenangan sesaat, gratifikasi instan, dan tidak menguasai diri dengan baik.

Hasil penelitian ini kemudian diterbitkan pada tahun 1972 dan dikenal dengan nama The Marshmallow Experiment (Eksperimen Permen Marshmallow). Sebenarnya penelitian ini dikenal bukan karena bahan yang terlibat dalam penelitian, tetapi karena hasil yang diperolehnya beberapa tahun kemudian. Oleh karena itu, setelah 50 tahun berlalu dari eksperimen yang pertama kali dilakukan, istilah “Marshmallow Test” dijadi sinonim dari godaan, keinginan yang keras, ketabahan, dan tekad.

Eksperimen Mischel dan timnya juga telah menjadi kebudayaan populer. Misalnya saja sebuah episode dalam Sesame Street, acara edukasi untuk anak-anak, memuat seorang karakter yang menggunakan baju bertuliskan, “Don’t Eat the Marshmallow (Jangan makan Marshmallow itu)!” Di episode itu, karakter ini belajar untuk menahan diri dengan menunda mendapatkan gratifikasi instan atau kesenangan saat itu sehingga ia dapat bergabung dalam klub yang sangat diinginkannya.

Kesanggupan Menunda Kesenangan Sesaat

Penelitian yang dilakukan oleh Mischel dan timnya tidak berhenti hanya sampai anak-anak tersebut lulus sekolah. Mischel terus meneliti anak-anak tersebut sampai mereka dewasa. Para peneliti menindak-lanjuti penelitian dan mengikuti kemajuan setiap anak di beberapa area.

Berikut ini hasil penelitian yang didapati setelah 30 tahun kemudian. Anak-anak yang memiliki kesanggupan untuk menguasai diri dengan menunda memakan permen Marshmallow yang pertama, mendapatkan nilai-nilai yang lebih bagus, tidak banyak terlibat dalam penyalah-gunaan zat kimia (seperti rokok atau narkoba), berat badan lebih ideal, lebih sanggup mengatasi tekanan kehidupan (stress), memiliki kesanggupan bersosialisasi yang lebih tinggi, bahkan memiliki pandangan dan nilai yang lebih baik dalam berbagai tindakan atau pun keputusan yang mereka ambil selama menjalani kehidupan.

Setelah 40 tahun kemudian, anak-anak yang masuk di dalam kelompok yang dengan sabar menunggu permen Marshmallow kedua dengan menunda kesenangan sesaat atau gratifikasi instan, terbukti lebih sukses dalam hal apa pun dibandingkan kelompok yang memilih memakan Marshmallow pertama. Dengan kata lain, rangkaian eksperimen ini membuktikan bahwa kesanggupan untuk menguasai diri dan menunda kesenangan sesaat sangat kritis dan penting untuk meraih kesuksesan dalam hidup.

Orang Seperti Apakah Anda?

Mendengar kata "sukses" membuat banyak orang sangat ingin menemukan karakter ini dalam kepribadiannya, namun bagaimana cara Anda mengetahui bahwa karakter dasar untuk meraih kesuksesan memang ada dalam kepribadian Anda?

Sebenarnya, ada banyak hal yang bisa Anda perhatikan dalam kehidupan Anda untuk mengetahui apakah Anda termasuk di antara orang-orang yang menyukai kesenangan sesaat atau orang yang mempunyai tekad yang kuat untuk mencapai sesuatu yang lebih besar. Berikut ini adalah beberapa contohnya:
1. Anda menunda kesenangan untuk menonton televisi dan mengerjakan tugas sekolah sehingga Anda belajar lebih baik dan memperoleh nilai yang lebih baik.
2. Anda menunda kesenangan untuk membeli kue dan keripik di toko tetapi Anda memakan masakan di rumah Anda yang memiliki komposisi yang sehat dan terjamin kebersihannya (baca juga artikel: Perlukah Wanita Pintar Memasak?)
3.Anda menunda kesenangan untuk menghentikan latihan dan olahraga Anda lebih cepat dan berlatih ulang sehingga Anda menjadi lebih kuat dan sehat.

Berdasarkan contoh-contoh di atas, Anda tahu apa artinya menunda kesenangaan sesaat, menguasai diri, dan bertekad kuat. Kesuksesan biasanya akan datang jika Anda memilih untuk mendisiplin diri dengan rasa sakit yang lebih daripada memilih untuk mengalihkan perhatian dan fokus pada kesenangan yang mudah diraih saat itu.

Karakter untuk menunda kesenangan sesaat dan menguasai diri, membuat orang-orang menjadi tabah, berpendirian kuat, tegas, dan tidak mudah menyerah meski harus menghadapi berbagai kegagalan dan kesulitan. Yang menjadi pertanyaan, apakah kesanggupan untuk menunda kesenangan sesaat atau menguasai diri memang dimiliki secara alami oleh anak-anak tertentu? Jika memang ini yang terjadi, itu berarti bahwa memang hanya orang-orang tertentu yang ditakdirkan untuk meraih kesuksesan. Apakah ada cara untuk belajar mengembangkan karakter yang penting ini untuk meraih kesuksesan? (Baca artikel: Keterampilan Menguasai Diri)

Ya, saya sendiri menyadari betapa sulitnya menguasai dan menahan rasa sakit serta malu dari berbagai kegagalan yang telah saya raih. Tidak jarang keinginan untuk menyerah mendominasi pikiran, akan tetapi saya sering mengingatkan diri seperti ini, untuk membantu saya SEDIKIT lebih kuat:

When I can control everything then I am a WINNER,
Vice versa when everything's against me and I can not control almost anything,
then I am a LEARNER.
Well, I win some, I learn some, and NEVER BE a LOSER.
(Saat segala sesuatu dapat saya tangani maka saya menjadi seorang PEMENANG,
Sebaliknya saat segala sesuatu melawan saya dan saya tidak sanggup mengendalikannya, maka saya adalah seorang PELAJAR dan belajar sesuatu dari sana.
Ya, saya bisa menjadi PEMENANG, saya bisa menjadi PELAJAR,
dan TIDAK PERNAH menjadi PECUNDANG).

Aza-aza FIGHTING!

Referensi: What the Marshmallow Test Really Teaches About Self-Control  (© www.theatlantic.com)  |  40 Years of Stanford Research Found That People With This One Quality Are More Likely to Succeed (© jamesclear.com)
Sumber gambar: Marshmallow (© www.candyusa.com)


Baca juga artikel:
Apakah Eksperimen Marshmallow dapat Dipercaya?
Keterampilan Menguasai Diri
Ambillah Risiko!
Takut Mengambil Risiko = ??

Hits: 1161