VdBackground 02  .jpg

Hal-hal Emosional yang Tidak Dilakukan Orang-orang yang Cerdas

Print
Created on Wednesday, 10 January 2018 Last Updated on Wednesday, 10 January 2018 Written by Phi-D


Orang-orang yang cerdas akan menjaga emosinya tetap tenang dan terkendali sewaktu harus menghadapi berbagai situasi yang menyedihkan dan menekan kehidupan (baca juga artikel: Cara Sukses untuk Tetap Tenang). Mereka melakukan ini karena mereka benar-benar sadar bahwa jika mereka tidak berhati-hati mengendalikan diri dan tenang, mereka mudah jatuh dan yang lebih buruknya, mereka mudah dijatuhkan. Trik mengelola emosi dapat dilakukan dengan melakukan apa yang tidak akan Anda lakukan sebanyak apa yang akan Anda lakukan. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kecerdasan emosi Anda.


Tidak Membiarkan Siapa pun Membatasi Sukacita Mereka
Jika kesenangan dan kepuasan yang Anda rasakan berasal karena membandingkan diri dengan orang lain, Anda tidak lagi menguasai kebahagiaan Anda sendiri. Orang-orang yang memiliki kecerdasan emosional biasanya puas dan senang pada apa yang sudah mereka lakukan, mereka tidak membiarkan pendapat dan prestasi orang lain mengambil kepuasan itu dari mereka. Memang sangatlah tidak mungkin untuk mematikan reaksi Anda terhadap pendapat orang lain tentang diri Anda, tetapi Anda tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain; dan Anda tidak perlu selalu mendengarkan pendapat orang tentang Anda. Dengan cara itu, apa pun yang dipikirkan atau dilakukan orang lain, nilai diri Anda berasal dari diri Anda. Apa pun yang orang lain pikirkan tentang Anda saat itu, satu hal yang pasti adalah bahwa Anda tidak pernah sebaik atau pun seburuk yang mereka katakan.

Tidak Melupakan Kejadian Buruk
Secara emosional, orang-orang yang cerdas memang mudah memaafkan, tetapi ini tidak berarti bahwa mereka melupakan. Memaafkan berarti membiarkan hal-hal yang sudah terjadi berlalu sehingga ini membuat Anda dapat bergerak untuk melanjutkan hidup. Tetapi ini tidak berarti membiarkan orang yang menyakiti Anda mendapatkan kesempatan kedua untuk menyakiti Anda kembali. Orang-orang yang cerdas secara emosi tidak akan berhenti sia-sia karena kesalahan yang dilakukan orang lain, maka mereka membiarkan orang-orang yang menyakiti mereka segera pergi dan mereka dengan tegas melindungi diri dari bahaya yang mungkin terjadi di masa depan yang bisa jadi ditimbulkan oleh orang-orang yang ingin menyakiti mereka.

Tidak akan Mati dalam Pertarungan
Orang yang cerdas secara emosi tahu pentingnya untuk terus hidup sehingga dapat bertarung di hari berikutnya. Dalam sebuah konflik, emosi yang tidak terkendali membuat Anda malah menusuk musuh Anda dan bertarung dalam pertempuran yang malahan membuat Anda terluka parah. Sewaktu Anda membaca dan menanggapi emosi Anda, Anda dapat memilih pertempuran dengan bijaksana dan hanya berdiri untuk bertempur di saat yang tepat sehingga Anda tidak perlu mati dalam pertempuran.

Tidak Mengutamakan Kesempurnaan
Orang yang cerdas secara emosi tidak akan menetapkan kesempurnaan sebagai target mereka karena mereka tahu bahwa kesempurnaan itu tidak akan pernah ada. Seperti kata-kata pepatah, “Nobody’s perfect (tidak ada manusia yang sempurna),” maka jika Anda menetapkan kesempurnaan sebagai tujuan, anda akan selalu merasa gagal dan menyia-nyiakan waktu Anda dengan meratapi hal-hal yang gagal Anda capai dan yang seharusnya dapat Anda kerjakan. Karena itu, orang-orang yang cerdas secara emosi tidak menjadikan kesempurnaan sebagai sesuatu yang ingin mereka capai, tetapi mereka menikmati segala hal yang sudah mereka capai.

Tidak Hidup di Masa Lalu
Kegagalan dapat mengikis kepercayaan diri Anda dan membuat Anda sulit untuk percaya bahwa Anda akan meraih hasil yang lebih baik di masa depan. Dalam kebanyakan kasus, kegagalan diakibatkan karena mengambil risiko dan berupaya mencapai sesuatu yang tidak mudah. Orang-orang yang cerdas secara emosi tahu bahwa kesuksesan bersandar pada kesanggupan mereka untuk bangkit dari kegagalan, dan mereka tidak akan bisa bangkit jika mereka masih hidup di masa lalu. Segala hal berharga yang dicapai pastilah menuntut Anda untuk mengambil risiko (Baca juga: Ambillah Risiko!), dan Anda tidak dapat membiarkan kegagalan untuk menghentikan keyakinan Anda akan kesanggupan yang Anda miliki untuk berhasil dan sukses. Sewaktu Anda hidup di masa lalu, itulah yang akan terjadi, dan masa lalu Anda akan menjadi masa sekarang, dan itu mencegah Anda untuk bergerak maju.

Tidak Tinggal di Masalah
Fokus perhatian Anda menentukan keadaan emosi Anda. Ketika Anda terpaku pada masalah yang sedang Anda hadapi, Anda menciptakan dan memperpanjang emosi negatif dan stres, dan itu menghambat kinerja Anda. Ketika Anda berfokus untuk memperbaiki diri dan keadaan Anda, Anda akan menciptakan perasaan berhasil dalam diri Anda yang menghasilkan emosi positif dan meningkatkan kinerja Anda. Secara emosional, orang-orang cerdas tidak akan tinggal di dalam masalah dan memikirkan masalah mereka karena mereka tahu bahwa mereka akan sangat efektif saat mereka berfokus pada solusi bukan masalah.

Tidak Berteman dengan Orang-orang yang Berpikir Negatif
Orang-orang yang selalu mengeluh adalah berita buruk karena mereka berkubang dalam masalah mereka dan gagal berfokus pada solusi. Para pengeluh ingin orang-orang bergabung dalam pesta “kesedihan” mereka sehingga mereka merasa lebih baik. Karena tidak ingin dibilang tidak berperasaan atau kasar, orang-orang “dipaksa” mendengarkan dan merasa tertekan saat mendengarkan keluhan orang-orang yang berpikir negatif. Akan tetapi ada garis tipis di antara meminjamkan telinga simpati dan semakin tersedot ke dalam spiral emosional negatif; maka Anda harus menghindar sehingga tidak tenggelam dengan menetapkan batasan dan jarak saat dibutuhkan. Pikirkan cara ini: jika ada orang yang merokok, apakah Anda akan duduk di sana sepanjang hari untuk menjadi perokok pasif? Anda akan menjaga jarak Anda, maka dengan cara yang sama, Anda juga harus menghindari orang-orang yang suka mengeluh. Cara terbaik untuk menetapkan batasan adalah dengan menanyakan pada orang yang suka mengeluh cara mereka akan membereskan masalah mereka sehingga orang itu akan mulai berpikir dan mengarahkan percakapan ke arah yang lebih produktif.

Mereka Tidak Menyimpan Dendam
Emosi negatif yang datang karena menyimpan dendam akan membuat seseorang tertekan (stres). Memikirkan situasi yang membuat marah akan membuat tubuh Anda berada dalam mode “fight-or-flight” (bertarung atau menghindar). Reaksi tubuh ini sangat penting ketika ancaman sudah mendekat sehingga Anda dapat menyelamatkan diri. Tetapi ketika ancaman telah berlalu, terus-menerus stres dan marah dapat mengacaukan tubuh Anda serta menghancurkan kesehatan dari waktu ke waktu. Penelitian dari Universitas Emory membuktikan bahwa stres yang berkepanjangan berkontribusi pada tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Menyimpan dendam berarti menyimpan stres; dan orang-orang yang memiliki kecerdasan emosi tahu bahwa mereka harus menghindari stres bagaimana pun caranya (Baca juga bahwa Anda hanya butuh sedikit stres, bukan banyak stres di: Bagaimana Orang Sukses Menangani Orang "Beracun?"). Belajar untuk melepaskan dendam tidak hanya membuat Anda merasa lebih baik sekarang, tetapi ini juga akan meningkatkan kesehatan Anda.

Mereka Tidak Akan Mengatakan “Ya”, kecuali Memang Mereka Ingin Mengatakan “Ya”
Penelitian yang dilakukan oleh Universitas California di San Fransisco menunjukkan bahwa semakin sulit Anda mengatakan “Tidak”, maka Anda akan semakin tertekan (stres), lelah bahkan depresi. Memang mengatakan “Tidak” adalah tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh kebanyakan orang. Kata “Tidak” adalah kata yang sangat berkuasa, kuat dan hebat yang sebenarnya tidak perlu takut untuk digunakan. Saat waktunya Anda mengatakan “Tidak”, orang-orang yang cerdas secara emosional menghindar untuk mengatakan frase seperti “Saya tidak berpikir saya bisa” atau “Saya tidak yakin”. Mengatakan “Tidak” pada komitmen yang baru berarti menghormati komitmen yang sudah Anda miliki selama ini dan ini memberikan Anda kesempatan untuk dengan sukses memenuhi komitmen Anda.

Disadur bebas dari: 9 Things Emotionally Intelligent People Won't Do  (© www.forbes.com)

Hits: 858