VdBackground 01.jpg

Apakah Kejahatan itu Ada?

Print
Created on Monday, 03 June 2019 Last Updated on Saturday, 22 June 2019 Written by Phi-D

 
Pertanyaan ini cukup kontroversial karena selama manusia hidup di bumi, mereka menyaksikan sendiri bukti-bukti yang kuat bahwa kejahatan itu memang ada. Pemalsuan, penipuan, perundungan, pencurian, perampokan, pembunuhan, peperangan dan masih banyak deretan kata lainnya yang dapat dikategorikan sebagai tindakan kejahatan. Keberadaan berbagai tindakan tersebut sekaligus menjadi bukti kuat bahwa kejahatan itu memang benar-benar ada. Akan tetapi, apa sebenarnya kejahatan itu? Apakah kejahatan itu benar-benar ada karena pengaruhnya dapat dirasakan?

Ada banyak pendapat dari para pemikir yang memiliki pola pikir positif bahwa kejahatan itu sebenarnya tidak pernah ada. Kenapa? Karena suatu tindakan kejahatan menurut pandangan seseorang atau kelompok orang bisa saja malahan menjadi suatu tindakan heroik dan penyelamatan bagi orang atau kelompok lainnya (baca juga artikel: Seorang “Pahlawan” yang Terpaksa Dihukum). Sebagai contoh untuk memahami analogi tersebut, ada sebuah film menarik yang ditayangkan pada tahun 2002 dan diperankan oleh Denzel Washington berjudul John Q. Dikisahkan pada cerita adalah seorang ayah bernama John Quincy Archibald atau John Q yang memiliki kehidupan keluarga yang sempurna, seorang istri yang baik dengan seorang anak cowok yang lincah dan ceria. Akan tetapi, tiba-tiba anak cowoknya mendapat serangan jantung akibat menderita pembesaran jantung. Hal ini membuat John Q harus mencari uang ke sana kemari untuk menutupi biaya perawatan anaknya. Polis asuransinya menolak untuk menutup biaya transplantasi jantung dan rumah sakit berencana untuk memulangkan anaknya tanpa melakukan tindakan penyelamatan apa pun. Kejadian-kejadian ini seperti memberikan hukuman kematian bagi anaknya dan membuat John Q merasa terjepit sehingga mengambil inisiatif “heroik” untuk menyelamatkan anaknya dengan cara yang dipikirnya sebagai satu-satunya cara yang masuk akal. Untuk itu, ia memutuskan untuk menyandera seluruh orang di unit gawat darurat (UGD) rumah sakit sampai dokter-dokter di rumah sakit tersebut melakukan tindakan penyelamatan untuk anaknya dengan melakukan transplantasi jantung.

Film ini cukup menuai kontroversi karena membuat banyak orang memiliki cara pandang yang berbeda-beda terhadap situasi yang dihadapi John Q. Ada yang berpikir pentingnya memperbaiki pelayanan kesehatan di Amerika, ada yang terharu dan mendukung tindakan John Q dengan semangat karena menganggapnya sebagai pahlawan bagi keluarganya, ada yang menganggap John Q tidak sabar dan tidak berpikir panjang, yang lainnya beranggapan bahwa John Q bertindak egois untuk kepentingan pribadi tanpa memikirkan kepentingan orang banyak. Kisah ini memperlihatkan bahwa tidak ada seorang pun yang siap menghadapi keadaan di saat orang yang mereka kasihi menderita, disakiti, terluka, atau pun menghadapi kematian. Karena itu, untuk menyelamatkan orang yang dikasihi, segala cara dilakukan, walau pun itu dianggap cara-cara tidak bermoral (baca juga: Ketika Masalah Datang).

Kisah di atas termasuk salah satu kisah kontroversi tentang sikap keadilan yang muncul secara otomatis dari manusia. Tindakan John Q adalah tindakan kejahatan yang tidak bisa ditoleransi oleh hukum negara sehingga hukuman penjara adalah hal yang patut diberikan sebagai imbalannya (baca dalam artikel: Mengapa Anda bisa Salah Membuat Keputusan?). Tetapi di pihak lain, penonton merasa bahwa tindakan kejahatan tersebut sebenarnya dilakukan oleh pihak asuransi dan rumah sakit, sebaliknya tindakan John Q adalah tindakan heroik. Maka dengan cara yang sama, saat memahami suatu kondisi atau keadaan yang dikatakan sebagai kejahatan, orang-orang bisa saja mengajukan pertanyaan, “Apa itu kejahatan? Apakah orang yang melakukan kesalahan adalah orang jahat? Dan apakah orang yang melakukan kejahatan adalah selalu orang jahat?” (Baca juga: Mengapa Anda Suka Membuat Alasan untuk Membenarkan Diri?)

ILUSTRASI ILMIAH

Saat melihat berbagai keadaan yang dikategorikan sebagai tindakan kejahatan, pada akhirnya banyak yang berpendapat bahwa kejahatan memang sering mewarnai kehidupan manusia. Akan tetapi jika kembali ke pertanyaan pada judul artikel ini, “Apakah kejahatan itu ada?”, terkadang untuk memahami suatu situasi, penting untuk melihat segalanya dalam berbagai sudut pandang. Berkenaan apakah kejahatan itu ada atau tidak, mungkin itu dapat dilihat dalam konteks ilmiah. Secara ilmiah (scientific), ada penalaran yang bisa dipertimbangkan tentang apa saja yang sebenarnya ada di dunia ini.

1. Cahaya

Dalam ilmu Fisika, cahaya dapat diukur dan huruf C dijadikan sebagai simbol dari kecepatan cahaya yang besarnya adalah 3 x 108 m/s. Spektrum cahaya memiliki panjang gelombang atau warna berbeda yang dapat dikenali oleh mata. Selain itu, cahaya memiliki sifat yang berbeda-beda saat mengenai permukaan tertentu. Ini semua memperlihatkan cahaya itu ada.

Bagaimana dengan gelap? Apakah gelap itu ada? Gelap itu tidak pernah ada karena kamus besar bahasa Indonesia mendefinisikan kata gelap sebagai kondisi tidak ada cahaya, kelam, tidak terang. Selain itu, ilmu Fisika juga mendefinisikan materi gelap sebagai materi yang tidak dapat dideteksi dari radiasi yang dipancarkan atau penyerapan radiasi yang datang ke materi tersebut.

2. Warna Putih

Laman Wikipedia menulis bahwa warna putih adalah representasi kehadiran seluruh warna dasar dalam keadaan maksimum dengan proporsi sama besar. Warna putih dalam pengertian ideal berarti kehadiran seluruh warna dengan cahaya maksimum sehingga tidak bisa lagi direpresentasikan oleh mata atau sensor kamera, dan ini berkebalikan dengan definisi ideal untuk warna hitam. Maka sewaktu desainer gambar di komputer akan menggunakan warna putih, mereka mengaturnya dengan menggunakan angka ukuran penuh atau maksimal untuk seluruh warna (Red: 255 – Green: 255 – Blue: 255).

Bagaimana dengan warna hitam? Apakah warna hitam itu ada? Laman Wikipedia mendefinisikan warna hitam dalam definisi ideal adalah representasi ketidakhadiran sedikit pun warna atau cahaya di dalam sebuah ruang gelap. Dan dengan cara yang sama, seorang desainer harus menghapus seluruh nilai untuk menggunakan warna hitam pada desainnya (Red: 0 – Green: 0 – Blue: 0).

3. Panas

Panas adalah energi total yang dikandung oleh suatu benda, baik energi potensial maupun energi kinetik. Karena itu, panas suatu benda meningkat ketika suhu naik dan panas bisa bergerak bahkan dapat diukur dengan menggunakan termometer.  Panas adalah bentuk energi dari suatu benda, sedangkan suhu merupakan ukuran seberapa panas benda tersebut.

Lalu apa itu dingin? Laman Wikipedia mendefinisikan dingin sebagai kondisi saat suhu rendah.

Maka dengan cara yang sama, suara itu ada tetapi hening itu tidak ada. Kenapa? Karena dengan prinsip elektronika, intensitas suara dapat diukur untuk mengetahui tingkat kebisingan (dalam satuan desibel) sedangkan hening adalah kondisi dimana suara nyaris tidak ada. Lalu, jika kembali ke topik awal, apakah kejahatan itu ada? Atau malahan di dunia ini kejahatan itu sebenarnya tidak ada tetapi dunia ini penuh dengan beragam bentuk kebaikan? Untuk mempermudahnya, silakan membaca sebuah tulisan menarik yang pernah masuk dalam sosial media dalam bentuk ilustrasi percakapan berikut ini.

ILUSTRASI PERCAPAKAPAN

Ilustrasi percakapan menarik ini terjadi antara seorang profesor dengan para mahasiswanya dalam kelas. Percakapan ini cukup menarik perhatian untuk dipikirkan.

Seorang profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?"

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya.”

“Tuhan menciptakan semuanya?" tanya profesor sekali  lagi.

"Ya, Pak, semuanya." mahasiswa menjawab dengan lantang dan yakin.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti  Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip  kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu diam sejenak dan mulai berpikir mendalam.

Profesor itu lalu merasa menang karena mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis si profesor. Dia merasa bahwa sekali lagi dia bisa membuktikan kalau agama dan kepercayaan itu hanyalah sebuah mitos belaka.

Mahasiswa kemudian mulai mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"

"Tentu saja," jawab si profesor.

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernahsakit flu?" tanya si profesor dan seluruh kelas mulai riuh dengan tawa dari mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum Fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Maka kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.”

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?" Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga  tidak ada tetapi itu adalah suatu keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, sedangkan gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang  gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Manusia menciptakan kata gelap untuk menjelaskan suatu kondisi ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang profesor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di surat kabar dan berbagai media, terdapat begitu banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda  salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan di dalam hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam.

AKHIR PEMIKIRAN

Kisah dan analogi pada artikel ini hanyalah gambaran sederhana tentang cara pandang manusia yang kompleks sehingga memiliki penilaian yang berbeda-beda terhadap suatu kondisi dan keadaan. Beberapa orang setuju kalau kejahatan itu memang ada, tetapi yang lainnya beranggapan bahwa kejahatan itu hanyalah keadaan dimana seseorang mulai menjauh dari keyakinannya pada Pencipta dan tidak lagi bisa berpikir mendalam sehingga takut melakukan kebaikan. Ada juga yang berpendapat bahwa dibutuhkan kekuatan besar untuk dapat menghadapi tekanan untuk tidak berbuat kejahatan saat terjepit situasi (baca juga: Masalah adalah Hadiah Terindah).

Akan tetapi, pada dasarnya manusia diciptakan dengan kemampuan untuk berpikir dan merenung (melakukan pemikiran yang mendalam) sehingga perbedaan pendapat bisa saja terjadi. Maka selalu gunakan pemikiran Anda untuk selalu memikirkan banyak hal yang menarik dan positif untuk membangun kehidupan yang berwarna dan produktif (baca juga: "Payung-payung" yang Membantu Berjalan di Tengah Masalah).

Aza-aza FIGHTING.

Sumber gambar: Criminal Ball and Chain ( © www.newcyclosport.com)

Hits: 238