VdBackground 02  .jpg

Dedikasi Hebat Para Tim Medis saat Pandemi Virus Corona

Print
Created on Monday, 18 May 2020 Last Updated on Monday, 18 May 2020 Written by Phi-D

 

Saat wabah terjadi, banyak orang malah menjadi memikirkan diri sendiri tanpa memedulikan orang lain. Ada yang malahan menjadi sedemikian paniknya sehingga tidak peduli dengan orang-orang lain. Tingkat egois pun meningkat tajam sehingga membuat beberapa orang malah menimbun masker, bahan pangan, obat-obatan sehingga barang-barang kebutuhan pokok dan penting menjadi langka di pasaran. Ini pun membuat hukum ekonomi berlaku dan harga-harga kebutuhan pokok dan penting menjadi membumbung sangat tinggi sehingga tidak lagi terjangkau oleh masyarakat ekonomi bawah.

Hal itu tidak berhenti di sana. Para tenaga medis pun akhirnya banyak yang kehilangan nyawa dan tertular virus hanya karena alat pengaman diri untuk tenaga medis tiba-tiba menghilang di pasaran. Kalau pun ada, harganya terlalu mahal untuk dibeli oleh pihak rumah sakit. Ini membuat pihak rumah sakit akhirnya menurunkan standar keselamatan bagi para tim medis demi menyelamatkan biaya operasional rumah sakit dan pembengkakan anggaran belanja rumah sakit. Ya, betul-betul hal yang begitu memilukan hati saat melihat ego yang mementingkan diri dan cara hidup yang individualis seperti itu di tengah kesulitan besar yang sedang menimpa seluruh umat manusia.

Walau begitu, tidak semua orang lantas kehilangan hati yang baik. Ada yang terketuk hatinya sehingga pada akhirnya bertindak untuk melakukan donasi, ada juga yang rela berbagi sebagian rejekinya dengan sesamanya, malahan ada juga yang khusus mengadakan acara amal bersama untuk memberikan sumbangan dalam jumlah besar pada mereka yang paling terdampak saat wabah virus Corona terjadi. Dan memang karakter itulah yang sebenarnya PALING DIBUTUHKAN semua manusia untuk dapat melewati pandemi hebat ini bersama-sama.

Itu sebabnya, di daerah China, pada Februari 2020, terjadi suatu pemandangan menarik yang cukup menyentuh hati. Pemandangan ini diabadikan dalam foto di bawah ini dan kemudian menjadi viral di daerah China. Foto ini memperlihatkan bagaimana tim medis bertimbang rasa terhadap perasaan pasiennya. Dan ini membuat pasiennya menjadi semangat serta berjuang agar dapat sembuh. Ya, untuk dapat melewati masalah, dibutuhkan kerja sama kompak antar satu sama lain, bukannya ego yang mementingkan diri sendiri.

Foto ini mengisahkan momen saat seorang dokter muda, Dr Liu Kai, menemani pasiennya, Bp. Wang Xin. Bp. Wang berusia 87 tahun dan sudah sebulan berada dalam kamar rumah sakit karena terinfeksi Covid-19.

Terinfeksi penyakit ini tentu saja membuat Bp. Wang sangat tidak nyaman. Ditambah lagi keadaan terisolasi, membuatnya semakin kesal dan suntuk. Dr Liu Kai memahami perasaan pasiennya dan awal Februari 2020 yang lalu, sang dokter mencoba menghiburnya dengan menemaninya melihat matahari terbenam bersama-sama. Kala itu, matahari benar-benar memamerkan kecantikannya menjelang tenggelam sehingga membuat Bp. Wang merasa begitu bahagia.

Kejadian ini pun langsung menarik perhatian seorang tenaga medis lainnya yang melihat momen kebersamaan yang indah ini. Dia pun segera mengabadikan gambar indah ini, yang juga turut memperlihatkan betapa tingginya dedikasi para tim medis, yang bukan hanya peduli memperhatikan kesehatan fisik, tapi juga memperhatikan kesehatan psikis para pasiennya.

Pada akhirnya, Bp. Wang pulih dan berhasil menang dari perjuangannya melawan virus Corona yang dideritanya walaupun telah berada dalam usia lanjut. Sebagai tanda terima kasihnya, beliau memainkan biola yang khusus dipersembahkan bagi para dokter dan para perawat yang sudah berjuang keras untuk merawatnya selama berminggu-minggu.

Sungguh menyenangkan jika melihat terciptanya momen indah dan cerita menarik di balik wabah yang sangat menakutkan.

Dan hal ini pastinya dapat dicapai jika semua orang bersama-sama, tanpa mementingkan diri, untuk saling membantu sebisa mungkin, baik secara fisik atau pun secara psikis, baik kepada yang dikenalnya mau pun yang tidak dikenalnya. Karena bersama-sama, kita PASTI bisa.

Ya, sebagai makhluk sosial, manusia memang dirancang untuk tidak pernah dapat selamat sendirian saja. Malahan, agar dapat benar-benar selamat, semua manusia perlu saling membantu dan menolong; tidak peduli agama, ras, suku, atau pun strata sosialnya. Semua manusia harus kompak dan bersatu.

Maka mari kita sama-sama saling mendukung dan membantu seraya menghilangkan ego sendiri. Mari meringankan tugas para tim medis dengan bertanggung jawab pada keselamatan kita sendiri dan disiplin menggunakan berbagai prosedur keselamatan seperti tetap menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan sedapat mungkin melakukan aktivitas dari rumah sampai wabah ini benar-benar dapat diatasi dan ditemukan cara pengendaliannya.

Aza-aza FIGHTING.

Sumber gambar: © Zhongshan Hospital of Fudan University/Weibo

Referensi artikel: Viral Pasien Corona Menikmati Matahari Tenggelam (© dailymail.co.uk)

 

Hits: 243