VdBackground 02  .jpg

Cara Mengatasi Miskomunikasi

Print
Created on Monday, 25 May 2020 Last Updated on Monday, 25 May 2020 Written by Phi-D

 

Sebagai manusia yang tidak sempurna dan dibesarkan dalam lingkungan serta budaya yang berbeda, miskomunikasi pasti akan sering kali terjadi (baca juga apa itu miskomunikasi di: Siapa yang Paling Bersalah saat Terjadi Miskomunikasi?). Dan hal ini dapat mengancam hubungan damai serta tidak jarang melahirkan banyak perselisihan.

Oleh karena itu, banyak orang selalu ingin menghindari miskomunikasi. Kenapa? Karena saat miskomunikasi terjadi dengan tetangga, ini membuat tinggal di rumah yang seharusnya menjadi tempat paling nyaman dan aman, malah menjadikan hati gusar karena melihat rumah tetangga yang dekat dengan rumah sendiri. Sewaktu miskomunikasi terjadi di lingkungan pekerjaan, ini dapat menghambat kinerja tim untuk mengerjakan proyek perusahaan. Dan jika itu terjadi pada relasi bisnis, maka itu dapat mengurangi profit usaha yang seringkali terjadi saat menjalin kerja sama bisnis.

Lalu yang menjadi pertanyaannya, apa yang harus dilakukan untuk menghindari miskomunikasi?

Sebelum mengetahui cara mengatasi miskomunikasi, silakan perhatikan hal-hal yang sering kali menyebabkan miskomunikasi berikut ini.

 

Asumsi

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, asumsi adalah dugaan yang diterima sebagai dasar ataupun landasan berpikir karena informasi tersebut dianggap benar. Karena itu asumsi adalah sesuatu yang dipikirkan oleh seseorang tanpa mengetahui atau mengkonfirmasi kebenarannya terlebih dahulu. Maka asumsi lebih dianggapa sebagai dugaan, perkiraan, prediksi, atau ramalan pribadi atau kelompok orang tertentu. 

Seorang pemimpin seringkali dituntut untuk membuat asumsi untuk merancang strategi dan mengambil keputusan untuk masa depan. Maka agar asumsi tidak salah, penting untuk belajar dan melatih keterampilan mendengarkan dengan baik berbagai masukkan dari orang-orang lain, berpikir terbuka, dan melakukan riset tentang suatu hal sebelum membentuk asumsi. (baca juga: Mengapa Anda Sulit Melihat Kesalahan Anda Sendiri?)

 

Ambigu

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan kata ambigu itu bermakna ganda atau bahkan kata yang memiliki lebih dari satu makna. Hal ini pasti akan berbahaya karena terkadang dapat menimbulkan keraguan, kekaburan, ketidak-jelasan, dan sebagainya. Pada akhirnya, kondisi ambigu sering membuat orang membenarkan alasannya sendiri tanpa mengklarifikasi informasi yang lebih tepatnya. (baca juga: Mengapa Anda Suka Membenarkan Diri?)

Sebagai contoh, manusia ambigu adalah mereka yang memberikan ekspresi wajah gembira, tetapi pada kenyataannya, dia sedang punya masalah besar dalam hati dan pikirannya sehingga ia selalu berusaha menutupi kesedihannya dengan rajin tersenyum dan tertawa.

Seperti manusia, kalimat pun sering bermakna ambigu. Untuk itu, penting agar rutin melakukan klarifikasi pada kalimat sebelum menarik kesimpulan atau membuat keputusan penting. Dan saat memberikan instruksi, upayakan beri instruksi yang jelas dan ringkas, tanpa banyak detil, sehingga lebih mudah dipahami.

 

Gaya Komunikasi

Beberapa orang punya gaya komunikasi masing-masing, ada yang punya gaya asertif, ada yang agresif, ada yang persuasif, ada yang lembut, ada yang berupa sindiran, ada yang diwarnai oleh basa-basi, dan sebagainya. Bahkan ada yang mudah menyampaikan komunikasi dalam bentuk lisan, sedangkan yang lainnya lebih mudah mengekspresikan informasi dalam bentuk tulisan. Variasi tipe komunikasi inilah yang seringkali membuat sebuah informasi mendapatkan nilai, persepsi, dan rasa yang berbeda-beda sehingga menyebabkan isi informasi tersebut dapat berubah tanpa disengaja.  (baca juga salah satu gaya komunikasi yang menarik di: Rahasia-rahasia Komunikasi dari Seorang Pemimpin yang Hebat)

Oleh karena itu, untuk menghindari salah komunikasi, penting untuk memahami dan mengenal gaya komunikasi dari mereka yang menyampaikan informasi. Dan seperti yang dibahas sebelumnya, jangan ragu untuk mengklarifikasi ulang informasi yang didapat.

 

Penambahan/Pengurangan Informasi

Di jaman modern ini, begitu banyak informasi bertebaran di media sosial. Internet pun membuat manusia dapat saling berhubungan dengan mudah. Itu sebabnya, informasi begitu mudah didapat. Tetapi seperti diungkapkan sebelumnya, terkadang informasi yang ada sering bermakna ambigu dan dibumbui oleh asumsi pribadi. Ini menyebabkan terjadinya penambahan atau pengurangan pada informasi yang beredar. Jika ini terjadi, kesalahan komunikasi pun terjadi dengan mudah.

 

Cara Berpikir

Cara berpikir seseorang dapat membuat informasi itu diterima dengan benar, atau malah dibelokkan dari konteks (baca juga: Bagaimana Mengendalikan Cara Berpikir Anda?). Seseorang dengan pikiran terbuka dan kritis yang konstruktif akan lebih mudah memahami informasi dengan cara yang tepat dan benar. Sebaliknya mereka yang berpikiran sempit dan emosional akan mengembangkan cara berpikir kritis yang sulit menerima pandang orang lain sehingga cepat menyerang informasi tanpa mengklarifikasi kebenaran dan tujuan informasi tersebut disampaikan.

 

Gagal Paham pada Konteks Kalimat

Konteks seringkali  disebut pengetahuan umum yang bersifat netral. Dan dalam komunikasi, semua kalimat pasti mengandung konteks dan sebuah ruang tafsir sehingga saat diungkapkan, manusia yang menangkap kalimat itu yang kemudian akan  memberikan emosi humor, amarah, atau sedih pada konteks kalimat yang netral tersebut sehingga memperjelas makna dan memberikan nilai pada kalimat tersebut.

Sebagai contoh, ada humor yang pernah mengatakan bahwa Johannes Auri adalah tentara yang dapat bermain bola. Kalimat ini bersifat netral, terutama yang tidak kenal siapa Johannes Auri itu. Bagaimana jika mereka tahu bahwa Johannes Auri adalah pemain sepak bola dan bukan tentara, dan nama belakangnya, Auri mirip singkatan dari Angkatan Udara Republik Indonesia (salah satu tim tentara Indonesia), apakah kalimat yang tadi netral malah terdengar seperti humor yang menghibur?

Maka dengan cara yang sama, saat seseorang tidak paham pada latar belakang, lingkungan, dan kerangka berpikir dari suatu peristiwa atau kejadian yang mendasari kalimat tersebut, maka kesalahan komunikasi PASTI terjadi. Maka penting untuk mengklarifikasi ulang suatu hal.

 

Sebenarnya masih ada banyak tips yang dapat digunakan untuk membantu seseoang berkomunikasi dengan cara yang baik dan benar serta menangkap banyak informasi dengan tepat dan akurat. Akan tetapi jika menerapkan beberapa tips di atas, banyak kesalahan komunikasi dapat dihindari.

Selamat berkomunikasi.

Aza-aza FIGHTING.

Referensi artikel: Simak Cara Mengatasi Miskomunikasi di Perusahaan ( © www.linovhr.com)
Sumber gambar:  ivanzulva.blogspot.com

Hits: 292