VdBackground 02  .jpg

Kisah Lukisan Keluarga

Print
Created on Tuesday, 24 April 2012 Last Updated on Wednesday, 03 July 2013

Seorang Raja yang bijaksana mengadakan sayembara dan akan memberi hadiah yang melimpah kepada siapa saja yang bisa melukis tentang kedamaian. Ada banyak seniman dan pelukis yang berusaha keras untuk memenangkan sayembara tersebut.

Jam demi jam berlalu dan sang Raja mulai berkeliling untuk melihat-lihat hasil karya peserta sayembara. Di antara ribuan lukisan ternyata ada dua buah lukisan yang benar-benar paling disukainya. Tetapi, sang Raja harus memilih hanya satu diantara kedua lukisan sebagai pemenang sayembara.

Lukisan pertama menggambarkan sebuah telaga yang tenang. Permukaan telaga yang itu bagaikan cermin sempurna yang mematulkan kedamaian gunung-gunung yang tenang menjulang mengitarinya. Di atasnya terpampang langit biru dengan awan putih berarak-arak. Semua yang memandang lukisan ini akan berpendapat, “Inilah lukisan terbaik mengenai kedamaian!”

Lukisan kedua menggambarkan pegunungan juga. Namun tampak kasar dan gundul. Di atasnya terlukis langit yang gelap dan merah menandakan turunnya hujan badai, dan tampak kilat menyambar-nyambar liar. Di sisi gunung ada air terjun deras yang berbuih-buih, sekilas sama sekali tidak menampakkan ketenangan dan kedamaian. Tetapi, di balik semua gambaran tersebut, sang raja melihat sesuatu yang menarik. Di balik air terjun itu tumbuh semak-semak kecil di atas sela-sela batu. Di dalam semak-semak itu, seekor induk burung pipit meletakkan sarangnya. Benar-benar suatu gambaran kontras, di tengah-tengah riuh rendahnya air terjun, seekor induk Pipit sedang mengerami telurnya dengan damai. Benar-benar damai.

Lalu, lukisan mana yang akan memenangkan sayembara?

Ternyata, sang Raja memilih lukisan nomor dua. Sewaktu banyak panitia sayembara mempertanyakan keputusan sang Raja, sang Raja menjawab, “Kedamaian bukan berarti Anda harus berada di tempat yang tanpa keributan, kesulitan atau pekerjaan yang keras dan sibuk. Kedamaian adalah hati yang tenang dan damai, meski Anda berada di tengah-tengah keributan luar biasa.”

Kehidupan manusia sebenarnya hampir serupa dengan lukisan kedua, penuh dengan kesulitan, tekanan dan terkadang dibutuhkan perjuangan yang keras untuk dapat terus hidup. Akan tetapi jika kita dapat tetap menjaga kedamaian hati bahkan di tengah-tengah kondisi tersulit, maka itulah yang dinamakan kedamaian yang sebenarnya, kedamaian sejati.

Disadur dari: aaenudl.dowsport.com
Sumber gambar: ayonikah.net

Hits: 977