VdBackground 01.jpg

Belajar dari Tisue

Print
Created on Monday, 28 May 2012 Last Updated on Wednesday, 03 July 2013


Tisue? Apa yang ada di benak Anda tentang benda ini?

Beberapa orang menganggap benda ini tidak berarti karena rapuh sehingga tidak nyaman untuk digunakan sebagai wadah makanan. Yang lainnya menganggap benda ini lebih buruk daripada sebuah kertas karena bahkan pulpen tinta bisa merusak catatan penting yang ditulis di atasnya. Melihat bentuknya, orang juga berpikir benda ini tidak punya daya tarik yang luar biasa. Tisue hanya tampak seperti kertas putih, persegi, tidak berdaya seni, bla bla bla..... begitulah pendapat beberapa orang tentang nilai estetika sebuah tisue =P.

Namun, di balik kesederhanaan dan ketidakmenarikannya, ternyata benda ini sangat luar biasa. Bayangkan dan renungkan kondisi-kondisi berikut ini:

  • Flu berat menyerang Anda, sedangkan Anda dituntut beraktifitas jauh dari toilet. Apa yang Anda cari pertama kali? Selain obat untuk meredakan flu, tentunya Anda membutuhkan tisue untuk membuang cairan-cairan yang “menganggu” nafas Anda.

  • Peristiwa menyedihkan terjadi dalam kehidupan Anda? Atau menonton film yang terlalu menyedihkan? Tisue dapat menjadi teman yang cukup kuat untuk menampung air mata Anda bukan? =P

  • Lari di jalan jam 12 siang mengejar bis “langka” yang hanya datang 1 atau 2 jam sekali? Bisa dibayangkan, keringat bercucuran kemana-mana? Apalagi yang dibutuhkan untuk menghapus keringat yang mengganggu penampilan kita? Tisue sekali lagi menjadi solusinya.

  • Setelah selesai makan di restoran, mulut dan tangan Anda kotor. Bagi beberapa orang yang senang berolahraga, mungkin mereka tidak keberatan untuk berjalan menuju tempat cuci tangan. Tapi bagaimana kalau tempat cuci tangan terletak sedikit jauh dari posisi makan Anda? Pastinya Anda akan sangat berterimakasih jika pemilik restoran menyediakan tisue untuk membersihkan mulut dan tangan Anda.

Setelah melihat sebagian kecil dari kehebatan tisue yang tidak pernah kita sadari sebelumnya, kita bisa melihat bahwa tisue memang bukan benda yang tidak berguna. Pelajaran 1: Tipis, rapuh dan tidak  punya bentuk yang menarik bukan berarti benda yang tidak berharga bukan? Maka jika beberapa orang memandang kita tidak sempurna, cacat, rapuh, begitu banyak kekurangan, ingat tisue! Jangan pernah menganggap diri tidak berharga. Coba gali dan pikirkan hal-hal yang dapat dan mungkin kita lakukan dan berikan.

Bagi saya secara pribadi, saya melihat tisue juga sebagai sesuatu yang luar biasa. Kenapa? Karena ternyata selembar tisue berhasil menggugah rasa ingin tahu saya. Dua minggu yang lalu, tepatnya 20 Mei 2012, saya mendapatkan tebakan yang tercetak di atas selembar tisue, yah, selembar tisue. Tebakannya bunyinya seperti ini, “Why are Sardines the Silliest Fish in The Sea?”

Saya berupaya menjawab, dari jawaban yang serius sampai jawaban yang dipaksa-paksakan benar karena jawaban saya salah semua. Lalu teman saya membalik lembar tisue itu dan memberikan jawabannya, “Because they (the Sardines) climb into tins, close the lid and leave the key outside.” Waah, jawaban itu tidak terpikir oleh saya.



Tapi bukan tebakannya dan jawabannya yang saya soroti di sini. Tapi kreatifitas dari marketingnya. Tisue itu dibawa dengan sukarela oleh teman saya, dibagikan ke saya, saya melihat logo The Manhattan, Fish Market. Di benak saya terpikir apa ikan yang dijual di pasar ikan (fish market) ini lebih segar? Atau apa kelebihan pasar ikan ini sich? Ternyata, ups, saya salah lagi. Setelah saya mencari di internet, saya baru tahu bahwa ini bukan pasar ikan tapi ternyata restoran Sea Food yang dibuka di Jakarta pada tanggal 14 Oktober 2009 di Grand Indonesia. Benar-benar promosi yang menarik dan saya pun secara tidak langsung jadi ikut sedikit “membantu” promosi.

Inti dari cerita ini:
Ternyata, promosi bukan selalu melalui iklan atau melalui jejaring sosial. Menyajikan kata-kata unik atau menarik dalam selembar tisue ternyata dapat juga membuat orang dengan “sukarela” mempromosikan sesuatu dan menggugah rasa ingin tahu orang tentang suatu produk. Ujung-ujungnya mereka akan mencari tahu produk tersebut dan jika ternyata cocok dengan kebutuhan yang sedang dicari, mereka akan bekerjasama atau menggunakan produk kita. Bravoo... pelajaran no. 2 yang bisa kita dapatkan dari tisue.

Nach, sekarang tantangan di pihak kita, bagaimana kita dapat mencari dan menemukan hal-hal sederhana dan unik yang bisa membuat kita memperkerjakan orang-orang dengan “sukarela” dan dengan biaya Rp 0,- (alias gratis) untuk mempromosikan produk-produk kita.

Ternyata, ada begitu banyak yang bisa kita pelajari dari selembar tisue.
Aza-aza FIGHTING.

PS:
Di balik KEHEBATAN TERSEMBUNYI-nya, sedikit mengingatkan. Tisue dan kertas dibuat dengan proses yang hampir mirip. Bahan bakunya dari batang pohon yang dihancurkan, lalu dijadikan bubur kertas yang diproses secara khusus sehingga tisu dapat menyerap cairan dengan baik dan mudah terurai oleh air karena bahannya yang lembut. Karena itu, berhemat-hematlah menggunakan tisue untuk menjaga dunia ini tetap “hijau”.

Terimakasih untuk Lanny Teja dan Tarsun Tan yang telah membagikan Tisue yang menarik.
Terimakasih untuk Manhattan Fish Market untuk menginspirasi tulisan ini. =P

Hits: 946