VdBackground 02  .jpg

Angin di Daun Pohon

Print
Created on Friday, 27 December 2013 Last Updated on Monday, 15 June 2015 Written by Phi-D


POHON

Orang2 memanggilku "POHON" karena aku sangat suka menggambar pohon. AKU selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku.

Saat kuliah, AKU telah berpacaran sebanyak 5 kali. Tetapi hanya ada satu wanita yang sangat AKU cintai, namun AKU tidak pernah punya keberanian untuk mengatakannya... dan aku tidak pernah menjadikannya sebagai pacarku.

Dia tidak cantik, jemari tangannya tidak lentik, tubuhnya pun tidak seksi. Dia hanya seorang gadis yang sangat biasa, tetapi ia sangat rajin, lucu, menyenangkan dan tulus. Dia sangat peduli dengan orang lain, religius, tetapi... dia hanya gadis yang biasa saja. Terkadang, dia terlihat begitu rapuh.

AKU menyukainya, sangat menyukai, menyukai gayanya yang tulus dan apa adanya, kemandiriannya, kepandaiannya dan kekuatannya.
Alasan AKU tidak mengajaknya kencan karena AKU merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku. AKU juga takut jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang. AKU takut dia terluka pada gosip-gosip yang akan diterimanya. AKU berpikir jika dia menjadi milikku, dia akan menjadi milikku selamanya dan AKU takut tidak memberikan apa pun lagi untuknya.

AKU merasa dia adalah "sahabatku" dan AKU akan memilikinya tiada batasnya...

Bagaimana pun, dia selalu ada di sisi AKU selama 3 tahun dan selalu melihat AKU berkencan dengan gadis-gadis lain. AKU sadar telah membuatnya banyak menangis selama 3 tahun ini.

Ketika AKU mencium pacarku yang ke-2, tiba-tiba ia muncul. Dia hanya tersenyum, dan dengan wajah bingung, ia mengatakan, “Silakan, lanjutkan saja." Setelah itu, ia berlari meninggalkan kami.

Esoknya, matanya bengkak dan merah. AKU berpikir bahwa ia pasti telah menangis dengan hebat. AKU tidak mengerti alasannya menangis dan AKU mencoba menghiburnya sepanjang hari itu.

Setelah jam pelajaran selesai dan semua murid keluar, dia masih di sana dan menangis sendirian. Dia tidak tahu bahwa AKU kembali untuk mengambil sesuatu yang tertinggal di kelas dan AKU melihatnya menangis di sana selama 1 jam.

Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya....
Suatu kali mereka berdua perang dingin. AKU tahu bahwa dia sama sekali tidak bersalah dan AKU tahu bukan sifatnya untuk memulai perang dingin. Akan tetapi AKU membela pacarku dan memakinya. Dia menatapku dengan kaget. AKU tidak memikirkan perasaannya dan AKU pergi bersama pacarku meninggalkannya sendirian.

Esoknya, dia masih berbicara denganku seperti biasanya, seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. AKU tahu dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tahu bahwa hatiku juga sama sakitnya dengan dia....
AKU juga sedih....

Ketika AKU putus dengan pacarku yang ke-5, AKU mengajaknya berkencan. Setelah beberapa hari berkencan, AKU mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya, dan kebetulan sekali dia mengatakan bahwa dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku.
AKU menjelaskan alasan AKU memutuskan pacarku dan dia mengatakan bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang.

AKU tahu pria itu, dia sering mengejarnya selama ini. Pria yang baik, penuh energi dan menarik. Semua teman kuliahku tahu jelas tentang cinta yang selalu diberikan pria ini kepadanya.

Tenggorokkanku seakan tersumbat tetapi AKU tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku, AKU hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya.
Setelah itu AKU pulang ke rumah dan dia tidak pernah tahu bahwa hatiku sangat sakit, AKU tidak dapat menahannya. Bahkan AKU menjadi tidak sanggup berdiri tegak di atas kakiku sendiri. Dadaku terasa ditimpa batu yang sangat besar dan berat, AKU tak bisa bernapas. AKU ingin berteriak namun apa daya. Air mataku mengalir, tak terasa AKU menangis karenanya....
Sudah sering AKU melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya dan AKU seringkali tidak mengerti perasaannya. Sekarang AKU menjadi seperti terkena hukuman.

Setelah hari kelulusan, AKU membaca sebuah SMS yang dikirim pada hari AKU sedang menangis:

"DAUN meninggalkan POHON karena ANGIN telah meniupnya atau karena 
POHON tidak memintanya untuk tinggal?"

DAUN

Orang memanggilku DAUN karena saat masih kuliah, AKU suka mengoleksi daun-daun yang berjatuhan. Kenapa? Karena AKU merasa bahwa DAUN yang jatuh adalah DAUN yang berani karena DAUN telah hidup dan bergantung pada POHON selama bertahun-tahun tetapi masih sanggup untuk pergi meninggalkan POHON.

Selama 3 tahun, AKU dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi "sahabat". Ia adalah pria yang sangat spesial. Tetapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya, AKU mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya… CEMBURU....

Perasaan yang buruk itu tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Itu sangat menyakitkan. Mereka hanya bersama selama 2 bulan. AKU sangat senang. Tetapi tak lama kemudian ia sudah bersama gadis lainnya lagi.

AKU menyukainya dan AKU tahu bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia tidak mau mengatakannya? Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak mengatakannya kepadaku?

Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sangat sakit.
AKU mulai mengira bahwa cintaku bertepuk sebelah tangan, tetapi mengapa dia selalu memperlakukanku lebih dari sekedar seorang teman?

Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati...AKU tahu kesukaannya, bahkan AKU tahu jelas hobinya, kebiasaannya... tetapi ia tidak tahu apa yang ada di pikiranku.
AKU tidak tahu mengapa AKU juga tidak sanggup membuka hatiku terlebih dulu. AKU juga tidak sanggup mengatakan bahwa AKU menyukainya. Diluar itu, AKU mau tetap di sampingnya, memperhatikannya, menjaganya, menemani dan… mencintainya. AKU ingin mengirimkan SMS kepadanya setiap malam dan menantikan jawabannya.

Dia selalu meluangkan waktu untukku sesibuk apa pun dia, maka AKU berharap bahwa suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku.

Tiga tahun berlalu dengan banyak kesulitan. Terkadang AKU berpikir untuk menyerah, terkadang AKU meminta diriku sendiri untuk tetap menunggunya. Hari demi hari, AKU hidup dalam kesengsaraan.

Pada tahun kelulusan, ada seorang pria mendekatiku. Ia lebih muda dariku, tapi ia terang-terangan menunjukkan bahwa ia mencintaiku. Setiap hari ia mengejarku, mengejarku tanpa lelah, mencoba membuatku tahu bahwa ia mencintaiku. Ia melakukan banyak hal yang membuat AKU terkejut. Ia seperti ANGIN yang ingin membawa DAUN menjauh dari POHON.

Pada awalnya, AKU merasa sedikit tidak nyaman dengannya, tapi berangsur-angsur, AKU memberinya sedikit ruang dalam hatiku.
Pada akhirnya, AKU sadar bahwa ANGIN dapat membahagiakanku, meniupku ke tempat yang lebih baik…. Karena itu, AKU memutuskan untuk meninggalkan POHON tetapi POHON tidak mengatakan apa-apa saat itu. Ia tidak memintaku untuk tinggal....

"DAUN meninggalkan POHON karena ANGIN telah meniupnya atau karena 
POHON tidak memintanya untuk tinggal?"


ANGIN

AKU menyukai seorang gadis bernama DAUN. Karena dia sangat bergantung pada POHON, maka aku harus menjadi ANGIN yang berhembus dengan kuat untuk membuat DAUN melepaskan diri dari POHON.

AKU adalah pendatang baru di universitas itu. Sebulan kemudian, AKU mengetahui tentang DAUN. Ketika bermain bola, AKU melihatnya selalu memperhatikan POHON.
Selama ini, dia selalu duduk di kursi penonton sendirian, dan terkadang dengan teman-temannya untuk memperhatikan POHON....

Ketika POHON berbicara dengan gadis-gadis lain, ada cemburu di matanya, ketika POHON melihat ke arah DAUN, ada senyum di matanya.
Memperhatikannya menjadi kebiasaanku, seperti DAUN yang seperti biasanya memperhatikan POHON.

Suatu hari, DAUN tidak ada di sana, AKU merasa hampa seperti sangat kehilangan sesuatu. AKU tidak dapat menjelaskan perasaanku saat itu. AKU merasa sedih. Hari itu, POHON juga tidak ada di sana.
AKU pergi ke kelas mereka dan melihat POHON memaki DAUN. AKU memperhatikan bahwa matanya ingin menangis saat melihat POHON pergi dengan pacarnya.

Hari berikutnya, AKU melihat DAUN duduk di sana lagi, seperti biasanya, memperhatikan POHON bermain bola.

AKU mendekatinya dan tersenyum.
AKU menulis pesan singkat di secarik kertas dan memutuskan untuk memberikan kepadanya. Pada awalnya, ia sedikit terkejut namun ia tersenyum dan mengambil kertas itu.

Hari berikutnya, ia mengembalikan kertas itu dan menuliskan pesan di dalamnya, “Hati DAUN sangat kuat dan ANGIN tidak dapat membawa hatinya pergi.”

AKU membalas pesannya dan mengatakan kepada DAUN, “Bukan karena hati DAUN terlalu kuat, itu karena DAUN tidak mau pergi dari POHON.”

Seraya waktu berlalu, pelan-pelan, DAUN mulai berbicara kepadaku dan menerima hadiah-hadiah dari ku, membalas pesan-pesanku bahkan menerima telepon dariku. Meskipun AKU tahu bahwa DAUN tidak mencintaiku, tetapi AKU tidak akan menyerah, AKU akan berjuang. AKU yakin bahwa suatu hari kelak DAUN akan menyukaiku.

Selama 4 bulan ini, AKU memberitahu cintaku pada DAUN berulang-ulang. Lebih dari 20 kali kusampaikan cintaku dan DAUN selalu menolak cintaku. DAUN selalu mengalihkan topik pembicaraan, tetapi AKU tidak akan menyerah.

AKU telah memutuskan untuk membuat DAUN menjadi milikku. AKU akan berjuang keras dan melakukan apa pun untuk mendapatkan cintanya, dan AKU tidak akan menyerah. AKU bahkan tidak dapat mengingat dengan pasti berapa banyak AKU telah mengatakan bahwa AKU mencintainya. Meskipun DAUN selalu menolakku, tetapi keputusanku sudah bulat. AKU ingin memilikinya... AKU berharap, suatu saat dia akan setuju menjadi pacarku.

Suatu hari AKU meneleponnya dan memintanya menjadi pacarku, tetapi DAUN hanya membisu. AKU bertanya, “Ada apa denganmu? Mengapa kamu diam?”
DAUN menjawab, “Aku menganggukkan kepalaku.”
AKU tidak percaya dengan apa yang aku dengar, lalu AKU bertanya sekali lagi, “Apa?”
DAUN menjawabku dengan suara yang lebih keras, “Aku menganggukkan kepalaku!”

AKU menutup telepon, melompat, berlari seribu langkah ke rumahnya. Dia membuka pintu bagiku dan segera ku peluk erat-erat tubuhnya.

Sejak saat itu… kami berpacaran.

"DAUN meninggalkan POHON karena ANGIN telah meniupnya atau karena 
POHON tidak memintanya untuk tinggal?"

Moral Cerita
Sebuah pesan untukmu, teman...
Jika kau menginginkan cinta dari seseorang, TUNJUKKAN cintamu!!!
Cinta tidak membutuhkan keraguan, TUNJUKKAN saja!!!

Ada saat dimana kita berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang tersebut telah berhenti mencintai kita, tetapi karena kita tahu bahwa orang itu lebih bahagia jika kita melepaskannya pergi.

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan, orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan, tetapi ingatlah bahwa melepaskan bukan berarti dunia berakhir, tetapi itu adalah awal dari hidup yang baru.

Kebahagiaan akan ada bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti, mereka yang mencari dan mereka yang telah berupaya. Karena mereka dapat menghargai dan tahu arti pentingnya seseorang yang menyentuh hidupnya.

Orang-orang yang paling kuat bukanlah orang-orang yang selalu menang, tetapi mereka yang selalu dapat bertahan pada saat mereka jatuh. Bagaimanapun juga, dalam perjalanan hidup, kita akan belajar tentang diri kita sendiri dan menyadari bahwa kita tidak boleh menyesalinya, tetapi kita selalu menghargai setiap keputusan yang telah kita buat.

Mencintai bukan bagaimana kamu melupakan tetapi bagaimana kamu memaafkan, bukan bagaimana kamu mendengar tetapi bagaimana kamu mengerti, bukan apa yang kamu lihat tetapi apa yang kamu rasakan, dan bukan bagaimana kamu melepaskan tetapi bagaimana kamu bertahan.

Lebih berbahaya menghapus apa yang ada di dalam hati daripada apa yang ada di luar. Air mata yang menetes di luar dapat dihapus sementara air mata yang tidak terlihat meninggalkan luka selamanya.

Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan daripada sembarangan mendekati orang yang ada. Lebih baik menunggu orang yang tepat karena hidup terlalu singkat hanya untuk disia-siakan bersama orang yang salah.

A great love? It’s when you shed tears and still you care for them, it’s when they ignore you and still you long for them. It’s when they begin to love another and yet you smile and say, “I’m happy for you.” If love fails, set yourself free, let your heart spread its wings and fly again (Cinta sejati? Itu adalah saat kamu menetaskan banyak air mata dan kamu masih tetap memedulikannya, itu adalah saat dia mengabaikan kamu dan kamu masih terus mengharapkannya. Itu adalah saat mereka mulai mencintai cinta yang lain dan kamu tersenyum sambil berkata, "Saya ikut berbahagia." Jika cintamu gagal, bebaskan dirimu, biarkan hatimu merentangkan sayap dan terbang lagi).

Remember you may find love and lose it, but when love dies, you never have to die with it (Ingatlah bahwa kamu dapat menemukan dan kehilangan cinta. Tetapi saat cinta kamu mati, kamu tidak perlu mati dengannya).

If you want to have love from someone, you should love them first (Jika kamu ingin mendapatkan cinta dari seseorang, kamu harus mencintainya lebih dahulu)!

Cerita dikirim dari email seorang teman.
Referensi pesan moral:  Tree, Leaf, Wind, and Love (© my.opera.com  dan © blogs.warwick.ac.uk)

Hits: 915