VdBackground 02  .jpg

Udara adalah Hadiah yang Terbaik

Print
Created on Tuesday, 03 June 2014 Last Updated on Tuesday, 03 June 2014 Written by Phi-D


Coba perhatikan 2 (dua) kondisi di bawah ini:
Kondisi 1:   Berada di Kondisi “Sempurna”
Seperti pandangan orang pada umumnya, kondisi “sempurna” adalah saat seseorang mempunyai banyak uang, mempunyai kekuasaan, mempunyai jabatan bagus dan sebagainya. Sewaktu berada di kondisi ini, kebanyakan orang sering kali lupa siapa dirinya. Ini dikarenakan mereka seringkali mendapat begitu banyak “kemudahan” sehingga mereka dapat mengatakan bahwa mereka sanggup melakukan apa pun yang mereka inginkan dan membeli serta membayar apa pun yang mereka butuhkan.
Pertanyaannya, apakah memang benar mereka sanggup membayar apa pun yang mereka butuhkan?

Kondisi 2:   Melakukan Banyak Sekali Hal Baik untuk Pencipta dan Sesama.
Sewaktu melakukan banyak kebaikan, kebanyakan orang lalu seolah-olah "menuntut" agar Pencipta memberikan berkah dan rejeki untuk mereka sebagai ganti dari kebaikan yang telah mereka lakukan. Akan tetapi, tunggu dulu….
Pertanyaannya, apakah memang benar Anda layak “dibayar” dari kebaikan yang telah Anda lakukan dan berikan?

Jika Anda ingin sedikit hitung-hitungan, apakah memang benar Anda sanggup membayar apa pun yang ada di dunia ini? Dan apakah Anda layak mengatakan bahwa Anda layak mendapatkan berkat, rejeki dan kebaikan dari Pencipta Anda? Coba perhatikan dan baca dulu fakta sederhana di bawah ini.

Apakah Anda sedang memperhatikan bahwa Anda sekarang sedang bernafas? Apakah Anda dapat mendengarkan bunyi paru-paru Anda menampung udara bersih? Pernahkah Anda merasa betapa bernilainya harga nafas Anda? Hampir kebanyakan orang tidak sadar bahwa bernafas adalah hal yang luar biasa. Manusia mulai bernafas sejak lahir. Bahkan saat mereka sedang dalam kondisi tertidur lelap, mereka masih melakukan kegiatan bernafas. Kondisi-kondisi ini membuat manusia sama sekali tidak menyadari bahwa bernafas adalah suatu hal yang luar biasa, suatu karunia berharga dan pemberian terbaik dari Pencipta untuk Anda.

Penelitian menunjukkan bahwa udara terdiri dari 79% Nitrogen + 20% Oksigen + 1% gas lainnya. Dan sewaktu bernafas, dalam sekali bernafas, manusia menghirup 0,5 liter udara. Lalu dalam 1 menit, manusia menghirup udara sebanyak 20 kali, ini berarti manusia membutuhkan 10 liter udara per menit. Maka dalam satu hari, manusia butuh 14.400 liter udara untuk bernafas. Berdasarkan data November 2009, harga Oksigen Rp 25.000 per liter, sedangkan harga Nitrogen Rp 9.950 per liter. Ini berarti dalam sehari Anda harus menyediakan uang Rp 176 juta, dalam sebulan 5,3 miliar dan dalam setahun 63,6 miliar hanya agar Anda dapat bernafas. Harga yang sangat mahal, bukan?

Setelah membaca satu fakta sederhana di atas, apakah Anda masih ingin berkata dengan pongah bahwa Anda mempunyai banyak uang dan dapat membeli segala hal untuk dapat bertahan hidup? Ya, orang paling KAYA pun tidak sanggup membayar harga udara untuk nafas hidupnya. Lalu, apakah Anda masih ingin menuntut berkat dan rejeki karena telah melakukan banyak hal baik untuk Pencipta dan sesama Anda? Ya, apa pun yang Anda lakukan, tidak akan pernah cukup untuk membayar bahkan harga udara untuk nafas hidup Anda.

Sungguh suatu pelajaran bagi kita semua, bahwa semua makhluk hidup dapat bernafas tanpa membayar apa pun kepada Pencipta. Ya, kita semua berutang nyawa pada Pencipta untuk kehidupan dan nafas kita. Semoga kita semua selalu belajar sebisa-bisanya untuk rendah hati, tidak mengeluh, tidak menuntut dan sepatutnya selalu bersyukur dalam segala hal.

Baca juga artikel Manfaat Mengambil Nafas Dalam-dalam.

Aza-aza FIGHTING.

Referensi artikel:   id.wikipedia.org  |  sayatantajam.blogdetik.com
Ditulis untuk semua pembaca di situs ini sehingga kita semua dapat selalu belajar untuk tidak lupa bersyukur setiap detik.

Hits: 904