VdBackground 01.jpg

Siapa yang Paling Bersalah saat Terjadi Miskomunikasi?

Print
Created on Monday, 25 May 2020 Last Updated on Saturday, 13 June 2020 Written by Phi-D


Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan manusia lainnya untuk saling berinteraksi dan mengisi hidupnya. Dan salah satu cara interaksi adalah dengan komunikasi. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa seraya terjadi komunikasi, tidak sedikit dari kita sering jatuh dalam kejadian “Gagal Paham” atau “Salah Fokus” sehingga komunikasi menjadi ambigu, salah konsep, dan terkadang dapat menimbulkan hoaks karena salah atau gagal menerima informasi dengan benar.

Dan pada akhirnya, tanpa disadari, manusia seringkali memberi label sesamanya sendiri, bahkan teman atau keluarganya sendiri sebagai:

Orang bodoh (baca juga: Mengapa Orang Pintar itu Bodoh?)

Orang jahat (baca juga: Apakah Kejahatan itu Ada?)

Orang yang bersalah (baca juga: Pahlawan yang Terpaksa Dihukum), dan sebagainya.

Namun sebelum Anda memberikan label-label di atas pada sesama manusia, cobalah untuk terlebih dahulu memperhatikan kasus di bawah ini.

 
Pembeli: Saya tidak akan bayar tagihan itu! 
Penjual: Kenapa? Anda sudah memesan 42 cangkir kopi.
Pembeli: Saya bilang, “4 teh, 2 kopi.”
 

Dalam bahasa Inggris, kata “tea” dilafalkan sebagai “Ty”; sehingga jika tidak paham konteks kalimatnya secara menyeluruh, maka pelafalan untuk “4 tea, 2 coffee (4 teh, 2 kopi)” terdengar seperti “Forty two coffe” (42 kopi)”. Dan saat itu terjadi, maka miskomunikasi sudah tidak lagi dapat dihindari.

Dan pada kasus yang terburuknya, miskomunikasi sangat menggangu karena dapat menimbulkan perselisihan besar, putusnya jalinan pertemanan, hilangnya rasa percaya satu sama lain, dan masih banyak lagi. 

 

Mengapa miskomunikasi dapat terjadi?

Ada banyak penyebabnya, diantaranya adalah salah memahami konsep, asumsi pribadi, ambigu informasi, salah dengar, penambahan/pengurangan informasi, dan sebagainya (baca juga: Cara Mengatasi Miskomunikasi)

Maka selalu pastikan informasi sebelum bertindak atau membagikan informasi ke pihak lainnya sehingga selalu dapat menjaga kerukunan satu sama lain dan hidup damai berdampingan (baca juga: Bagaimana Mengendalikan Cara Berpikir Anda?)

Aza-aza FIGHTING.

Sumber gambar: Unknown.

Hits: 197