VdBackground 02  .jpg

Mengapa Anda Suka Membuat Alasan untuk Membenarkan Diri?

Print
Created on Friday, 21 June 2019 Last Updated on Monday, 08 July 2019 Written by Phi-D


Setiap manusia pasti punya cara berpikir yang berbeda-beda dan mereka pada umumnya sangat yakin bahwa cara berpikirnya sendirilah yang paling benar. Seperti yang telah ditulis pada artikel sebelumnya hal ini dapat terjadi karena setiap manusia secara alamiah memiliki motivated reasoning untuk membela dirinya sendiri dari serangan. Fenomena ini selalu membuat semua pemikiran Anda terlihat sangat logis dan rasional karena secara naluri, manusia akan berupaya untuk melindungi dirinya dengan melakukan pembenaran atas pemikirannya sendiri. Dan hal inilah yang mendorong manusia untuk dengan semangat membela pemikirannya secara teguh.

Akan tetapi, keadaan ini pun dapat membuat penilaian manusia tanpa disadari sangat dipengaruhi oleh informasi mana yang sangat ingin dipercaya oleh pemikirannya sendiri dan informasi tersebut selalu menjadi kebenaran absolut. Pada akhirnya, ini akan membentuk cara berpikir manusia tentang kesehatan, cara manusia membuat keputusan, cara mereka memberikan hak suara dalam pemilihan, cara manusia memahami keadilan dan cara manusia menentukan moral yang baik. Oleh karena itu, fenomena motivated reasoning merupakan fenomena yang sangat menakutkan karena digerakkan oleh pikiran bawah sadar sehingga inilah yang membuat orang-orang yang melakukan kesalahan fatal seolah-olah tidak merasa bersalah. Hal ini membuat manusia sering kali merasa selalu berlaku adil dan obyektif seraya mereka menghancurkan kehidupan orang yang tidak bersalah seperti Letnan Kolonel Alfred Dreyfus (baca kisah lengkap tentang Dreyfus di: Mengapa Anda Sulit Melihat Kesalahan Anda?).

Lalu bagaimana kisah tragis Dreyfus berakhir? Apakah Dreyfus harus menderita seumur hidup di pulau penjara? Sejarah memperlihatkan bahwa seorang kolonel bernama Georges Picquart, yang juga memiliki jabatan ketentaraan yang tinggi dalam tentara Perancis, turun tangan terhadap kasus Dreyfus. Meski seperti kebanyakan orang, Picquart juga menuduh Dreyfus bersalah dan berprasangka terhadap keturunan Yahudi, tetapi Picquart menemukan bukti bahwa mata-mata Jerman masih terus membocorkan informasi militer rahasia Perancis bahkan setelah Dreyfus dipenjara. Bahkan Picquart melihat ada tulisan tangan salah satu tentara Perancis yang sangat mirip dengan kertas yang dirobek. Karena itu, Picquart mulai bertanya, “Bagaimana jika ternyata kita semua salah karena menuduh Dreyfus yang tidak bersalah?” (baca juga: Bagaimana Mengendalikan Cara Berpikir Anda?)

Picquart membutuhkan waktu 10 tahun untuk membersihkan nama Dreyfus dan selama waktu itu juga, Dreyfus terus mendekam dalam penjara. Walaupun Picquart juga memiliki kebencian ras terhadap Dreyfus sehingga ini dapat mempengaruhi cara berpkirnya, tetapi Picquart dapat bertindak secara mengagumkan. Picquart dapat secara dewasa mengabaikan kebenciannya seraya mendorong pikiran dan hatinya dengan mengutamakan untuk mencari kebenaran dan memegang teguh kebenaran yang sesungguhnya tanpa dipengaruhi emosi pribadinya.

Dari tindakan yang dilakukan Picquart terlihat bahwa meski ia seorang tentara, tetapi cara berpikirnya seperti seorang pengintai, yang tidak secara fanatik mengunggulkan satu pemikiran dan menentang pemikiran yang berbeda. Ini berarti dia akan secara berani dan jujur mengolah informasi dengan akurat walaupun informasi tersebut malah menyakiti pemikirannya, cara pandangnya dan bahkan menghancurkan harga dirinya sendiri. Dan untuk memiliki cara berpikir seperti seorang pengintai, maka seseorang dituntut untuk dapat sepenuhnya mengendalikan emosinya. Dan ini sangat sulit dilakukan sehingga benarlah kata-kata kutipan dari sebuah kitab suci bahwa mereka yang dapat mengendalikan emosi atau kemarahannya lebih perkasa daripada pahlawan tangguh yang berhasil menaklukkan sebuah kota. Akan tetapi meski sulit, penting sekali untuk dapat melakukannya karena mereka yang berhasil melihat semua fakta dan bukti secara jelas dan obyektif untuk menemukan kebenaran yang sesungguhnya adalah mereka yang dapat mengabaikan dan mengendalikan prasangka, pemikiran bias, dan dorongan yang salah (baca juga: Mengapa Anda bisa Salah Membuat Keputusan?)

Sebagai penutup, Anda bisa menanyakan diri sendiri, apakah Anda seorang prajurit atau seorang pengintai? (baca penjelasan tentang perbedaan cara berpikir Prajurit dan Pengintai dalam: Mengapa Sulit Melihat Kesalahan Anda Sendiri?) Apakah Anda akan memegang teguh pemikiran dan keyakinan Anda dan dengan semangat mencari pembenaran pemikiran Anda sampai mengabaikan informasi-informasi lainnya seperti halnya prajurit yang tangguh? Atau apakah Anda akan terus mempertanyakan pemikiran Anda dan terus memelihara rasa ingin tahu Anda untuk melihat dan menemukan berbagai informasi secara netral dan obyektif seperti seorang pengintai yang terampil? Tidak ada jawaban yang salah karena semuanya itu benar tergantung kondisi yang ada di hadapan Anda  (baca juga: Apakah Kejahatan itu Ada?). Akan tetapi, jawaban Anda dan cara Anda menafsirkan informasi dapat menentukan seberapa jelas Anda akan melihat dunia. Selamat memahami diri Anda sendiri.

Aza-aza FIGHTING.

Referensi artikel: Why you think you’re right, even when you’re wrong  ( © www.ted.com)
Sumber gambar: Criminal Ball and Chain ( © www.newcyclosport.com)

Hits: 959