VdBackground 01.jpg

Tips untuk Menyusun Rencana Bisnis

Print
Created on Monday, 22 September 2014 Last Updated on Monday, 22 September 2014 Written by Phi-D


Sebuah bisnis dapat berjalan dengan baik jika memiliki perencanaan yang baik. Oleh karena itu, para pelaku bisnis harus menyusun rencana bisnis yang baik dengan memperhitungkan segala aspek (baca artikel: Menyusun Rencana Bisnis). Berikut ini ada beberapa tips yang dapat dipertimbangkan saat menyusun sebuah rencana bisnis.

1. Gaya Bahasa yang Jelas, Deskriptif dan Sederhana
Jelas berarti tidak ambigu, sedangkan deskriptif berarti menjelaskan apa yang sebenarnya dimaksud, tanpa dilebih-lebihkan atau dikurangi. Sederhana berarti tidak berbelit-belit.
Contoh gaya bahasa yang tidak jelas: “Produk ini dibuat dengan tangan, atau manual harus bisa memberi kontribusi, namun juga disukai pelanggan.”
Contoh gaya bahasa yang tidak deskriptif: “Produk ini sangat menarik, dibuat dengan jerih payah tetesan keringat para ahli di bidangnya. Munculnya produk ini akan menjadi inovasi yang mengguncang dunia”.
Contoh gaya bahasa yang tidak sederhana: “Proses penyajian makanan mengikuti standard advance hygienic system, dilatih oleh expert cullinarology, dengan metodologi dan sistemasi yang melibatkan berbagai ahli di bidang Just in Time dan Rotary System of Resources.”

2. Data dan Gambar
Gambar lebih baik dari kata, data lebih baik dari gambar, tetapi yang terbaik dari semuanya adalah menyajikan data dan gambar sekaligus. Oleh karena itu, gunakan data dari sumber yang dapat dipercaya dan berlandaskan teori atau fakta bisnis yang telah teruji. Agar rencana bisnis semakin terkesan meyakinkan, ada baiknya kita meminimalisir tampilan grafik dan tabel yang kaku. Gunakan ilustrasi yang menarik untuk menyampaikan data yang didapat. Sebagai contoh, desain pada infographic menjadi hal yang menarik sebagai ilustrasi yang padat informasi. Coba cari bentuk-bentuk infographic yang menarik pada mesin pencarian di internet untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang infographic.

3. Hindari Repetisi
Susunlah rencana bisnis Anda dengan lengkap, jelas, sederhana dan tepat sasaran. Pada umumnya pelaku bisnis membuat rencana bisnis terlihat begitu panjang. Padahal ini terjadi karena ada banyak repetisi atau pengulangan. Repetisi terkadang perlu untuk mengingat kembali apa yang telah disampaikan sebelumnya, namun jangan sampai muncul repetisi antar kalimat, antar paragraf atau kadang antar bagian. Contoh paragraf dengan repetisi antar kalimat itu seperti: “Pertumbuhan industri manufaktur mencapai 12% per tahun, yang berarti industri tumbuh diatas rata-rata pertumbuhan PDB Indonesia. Selain pertumbuhan industri yang mencapai 12%, industri manufaktur juga menyumbang kontribusi yang besar bagi PDB Indonesia.”
Untuk meminimalisir repetisi, selalu ingat kalimat yang telah Anda gunakan dan periksa ulang setiap kalimat pada rencana bisnis Anda.

4. Jelaskan Data
Data yang dicantumkan pada umumnya membutuhkan penjelasan. Oleh karena itu, cantumkan penjelasan dengan tidak hanya menyalin apa yang ada di data. Berikut ini adalah contoh rencana bisnis yang menyalin apa yang ada di data.
 
“Berdasarkan data tahun sebelumnya, produk ini telah berhasil menguasai 88% pangsa pasar Amerika Serikat, 22% pangsa pasar Cina, 12% pangsa pasar Inggris, dan 12% pangsa pasar Australia. Perusahaan berencana meningkatkan penguasaan pasar pada wilayah Meksiko, India, dan Cina melihat potensi pasar yang terus bertumbuh.”

Semua data tersebut telah tercantum pada tabel sehingga tidak perlu lagi dijelaskan. Anda dapat mengembangkan topik lainnya seperti mengapa pangsa pasar Amerika Serikat 88%, seperti apa respon pasar sejauh ini, atau apa yang membuat produk ini mampu berkontribusi meningkatkan pangsa pasar.

5. Cantumkan Asumsi Keuangan
Pastikan terdapat penjelasan terhadap asumsi yang Anda gunakan untuk menyusun proyeksi keuangan. Asumsi ini dapat berupa pertumbuhan perusahaan, tingkat suku bunga, perkiraan beban-beban pengeluaran, perkiraan modal, dan lainnya. Asumsi dapat menggunakan data dari pihak luar atau asumsi pribadi berdasarkan target yang ditentukan perusahaan.

6. Sesuaikan Bahasa untuk semua Pihak yang Berkepentingan membaca Rencana Bisnis
Jika kita membentuk tim dengan kesamaan latar belakang intelektual dan mencari pendanaan dari mereka dengan latar belakang intelektual yang sama, maka kita tak perlu bersusah payah untuk memikirkan hal ini. Namun pada bisnis dimana latar belakang intelektual setiap anggota tim berbeda-beda, pastikan rencana bisnis yang Anda susun menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh seluruh anggota tim.

Menyesuaikan gaya bahasa rencana bisnis bagi bisnis yang baru mulai bisa jadi lebih mudah dibanding perusahaan yang telah memiliki beberapa karyawan. Semakin banyak orang yang terlibat di bisnis Anda, semakin penting untuk membuat rencana bisnis dengan gaya bahasa yang dimengerti banyak orang.

7. Jangan Meniru Rencana Bisnis
Jika saat berbisnis Anda melakukan hal yang sama dengan yang tercantum di rencana bisnis, maka kemungkinan besar Anda akan gagal. Dunia bisnis terus berkembang, inovasi terus terjadi dan pasar seringkali berubah seiring berjalannya waktu. Apa yang ada di rencana bisnis bisa jadi tidak efektif lagi setelah 6 bulan, 3 bulan, atau bahkan 1 bulan ke depan.

Oleh karena, rencana bisnis yang Anda buat sebaiknya hanya dijadikan panduan apa yang mesti dilakukan. Anda harus rutin melakukan POAC (Planning, Organizing, Actuating dan Controlling) terhadap eksekusi rencana agar kegiatan bisnis dapat berlangsung efektif dan mencapai target yang ingin dituju.

Menyusun rencana bisnis yang tepat, lengkap dan sederhana merupakan hal yang wajib dilakukan. Buatlah rencana bisnis sebaik mungkin hingga dapat bermanfaat bagi tim Anda atau setiap pihak yang terlibat dengan bisnis Anda. Gunakan data dari sumber terpercaya, gunakan juga perangkat analisis yang akurat dan mudah dipahami, susun target yang realistis dan dapat dicapai, serta upayakan bahwa sasaran ditentukan berdasarkan upaya terbaik yang dapat kita lakukan. Selamat berbisnis.

Aza-aza FIGHTING.

Sumber: www.bglconline.com

Hits: 773