VdBackground 02  .jpg

Apa Itu Etika Bisnis?

Print
Created on Monday, 22 September 2014 Last Updated on Monday, 22 September 2014 Written by Phi-D

Menurut laman Wikipedia, etika bisnis merupakan tata cara untuk melakukan kegiatan-kegiatan bisnis. Ini mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan, mitra kerja, para pemegang saham dan masyarakat. Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan menaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.

PENDEKATAN ETIKA BISNIS
Tingkah laku dalam etika bisnis dapat dirumuskan dalam 3 (tiga) pendekatan dasar berikut ini:

Utilitarian Approach
Jika diterjemahkan, utilitarian approach adalah pendekatan berfaedah. Sesuai artinya, pendekatan ini mengharuskan Anda untuk bertindak mengikuti cara-cara yang dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa setiap tindakan pasti memiliki risiko dan konsekuensi, akan tetapi jika etika bisnis melakukan pendekatan ini, maka dalam bertindak Anda harus memastikan telah melakukan cara-cara yang tidak membahayakan dengan biaya serendah-rendahnya sehingga bermanfaat untuk semuanya.

Individual Rights Approach
Pendekatan ini mengharuskan Anda untuk melihat setiap individu sebagai manusia. Karena itu
Anda harus memastikan untuk menghormati hak dasar setiap orang, baik itu dalam tindakannya ataupun dalam tingkah lakunya.  Akan tetapi hak dasar untuk dihormati dapat ditinjau ulang jika tindakan ataupun tingkah laku seseorang malahan menyebabkan benturan dengan hak orang lain.

Justice Approach
Pendekatan ini melibatkan para pembuat keputusan yang memiliki kedudukan yang sama. Mereka akan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan, baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.

Memang untuk menjalankan etika bisnis tidak selalu mudah terlebih jika itu adalah perusahaan-perusahaan kecil, tetapi karena etika bisnis merupakan hal yang penting, maka sedapat mungkin hal ini perlu dilakukan (baca artikel: Cara Pembisnis Kecil Menjalankan Etika Bisnis)

ETIKA BISNIS PARA PROFESIONAL
Saat berada di ruangan kantor dengan teman-teman kerja Anda, tentu Anda akan merasa lebih bebas untuk berinteraksi, bahkan Anda “bebas” untuk bercanda dan tertawa terbahak-bahak. Namun akan berbeda halnya saat Anda terlibat pertemuan dengan mitra bisnis atau klien Anda dalam suasana bisnis.

Seperti dilansir dari Business Insider, peraturan dalam pergaulan sosial pasti berbeda dengan pertemuan bisnis. Meski demikian, sekolah-sekolah bisnis jarang membahas etika para profesional dalam berbisnis.

Barbara Pachter, penulis buku 'The Essentials Of Business Etiquette' menulis tentang sejumlah kemampuan khusus yang perlu dipahami para profesional sebelum terjun ke dalam situasi bisnis tertentu. Pachter membahas secara terperinci berbagai hal yang menyangkut etika bisnis, mulai dari cara seseorang mengenalkan diri. Dari bukunya, berikut ini adalah 6 (enam) etika bisnis yang harus dipahami dan dilakukan para profesional.

1.  Sebutkan Nama Lengkap Anda
Dalam situasi bisnis, Anda sebaiknya menyebutkan nama lengkap Anda saat berkenalan. Namun jika nama Anda terlalu panjang atau sulit diucapkan, Anda lebih baik sedikit menyingkatnya.

2. Berdiri saat Memperkenalkan Diri
Berdiri saat mengenalkan diri Anda akan menegaskan kehadiran Anda. Jika kondisinya tidak memungkinkan Anda untuk berdiri, setidaknya mundurkan kursi, dan sedikit membungkuk agar orang lain menilai positif kesopanan Anda.

3. Ucapkan Terima Kasih Secukupnya
Dalam percakapan bisnis dengan siapapun, bos atau mitra perusahaan, Anda hanya perlu mengucapkan terima kasih satu atau dua kali. Jika Anda mengatakannya berlebihan, orang lain akan memandang Anda sangat memerlukannya dan sangat perlu bantuan.

4. Ucapkan Terima Kasih setelah Pertemuan Bisnis
Setelah Anda menyelesaikan pertemuan bisnis, kirimkan ucapan terima kasih secara terpisah ke surel (e-mail) pribadi rekan bisnis Anda. Pengiriman lewat surel sangat disarankan, mengingat waktu tibanya akan lebih cepat.

5. Jangan Duduk Menyilang Kaki
Tak hanya wanita, para pria pun senang menyilangkan kakinya saat duduk. Namun untuk kondisi kerja, posisi duduk seperti ini cenderung tidak sopan. Selain itu, posisi duduk seperti ini juga bisa berpengaruh negatif pada kesehatan Anda. Ya, jika Anda sering menyilangkan kaki, ini akan berpengaruh pada bentuk tulang punggung Anda.

6. Tuan Rumah yang Membayar
Jika Anda mengundang rekan bisnis Anda untuk makan di luar, maka Anda yang harus membayar tagihan. Lalu bagaimana jika Anda seorang perempuan, sementara rekan bisnis atau klien Anda, laki-laki, dan ingin membayar?  Anda tetap harus menolaknya. Anda bisa mengatakan, perusahaan yang membayarnya dan itu bukan uang pribadi Anda.

Disadur dari berbagai sumber (id.wikipedia.org  | bisnis.liputan6.com).

Hits: 687