VdBackground 02  .jpg

Cara Pembisnis Kecil Menjalankan Etika Bisnis

Print
Created on Monday, 22 September 2014 Last Updated on Monday, 22 September 2014 Written by Phi-D

Semua pelaku bisnis besar melakukan bisnisnya dari kecil. Akan tetapi seperti dibahas dalam artikel Etika Bisnis, setiap bisnis harus menjalankan cara-cara yang beretika sehingga dapat menjadikan bisnisnya benar-benar berkembang menjadi besar. Pertanyaannya, apakah bisnis kelas kecil dapat benar-benar menjalankan etika bisnis?

Salah seorang penyumbang artikel bagi manajemen profesional untuk bisnis kecil dalam laman forbes.com mengakui bahwa dia memang bukan orang suci di bisnis. Ia bahkan menulis bahwa ia sama sekali tidak memiliki kebanggaan sewaktu menjalankan bisnisnya selama 30 tahun karena ia hanya melakukan apa yang saat itu cocok, tanpa memberikan perhatian lebih pada etika bisnis. Seraya waktu berlalu, etika bisnis tiba-tiba menjadi hal yang sangat penting dalam masyarakat. Hal ini membuat para pembisnis mulai menjalankan bisnisnya dengan mempertimbangkan berbagai etika bisnis.

Keberadaan media sosial turut berpengaruh terhadap cara pembisnis menjalankan bisnis mereka. Media sosial membuat bisnis menjadi sangat transparan. Setiap orang dapat mengetahui bisnis dan tipe bisnis apa yang sedang dijalankan oleh para pembisnis. Hal ini terkadang menjadi sesuatu yang menyulitkan bagi para pemilik bisnis kecil karena setiap hari mereka harus berupaya membuat keputusan-keputusan yang beretika dalam perusahaan yang dijalankannya.

Sebagai contoh, penulis artikel ini menceritakan bahwa saat ia memulai bisnisnya di tahun 1993, ia menghadapi masalah pertamanya saat pelanggan pertamanya ingin mengunjungi kantornya. Ia tidak mempunyai pegawai atau furnitur, dan ini dapat sangat berpengaruh pada kredibilitas perusahaannya. Maka, beberapa hari sebelum pelanggannya datang, ia membeli banyak furnitur dengan kartu kredit yang memberikan jaminan bahwa barang yang sudah dibeli dapat dikembali jika pelanggan tidak puas dalam jangka waktu 30 hari. Ia memrogram komputernya untuk menghubungi sistem telponnya sehingga membuat kesan bahwa perusahaannya sibuk melayani banyak panggilan telpon. Ia juga “menyewa” beberapa teman dekatnya selama satu hari untuk memperlihatkan bahwa ia memiliki beberapa pegawai. Setelah pelanggan itu pulang, ia lalu mengembalikan furnitur-furniturnya ke toko dan tampaknya semua masalah teratasi. Akan tetapi, ada masalah lainnya, pelanggan menghubunginya kembali dan ingin mengunjungi kantornya kembali bulan depan. Ya, kasus ini memperlihatkan bahwa tidak mudah bagi semua bisnis kecil untuk menjalankan etika bisnis.

Red Clark, Direktur Metalforming Controls mengatakan, “Saat saya pertama kali memulai bisnis, jika ada orang yang bertanya apakah saya adalah orang yang beretika, saya akan dengan cepat dan tanpa ragu-ragu menjawab, ‘Ya.’ Tetapi jika Anda menanyakan pertanyaan yang sama sekarang, bisa jadi saya juga mengatakan, ‘Ya,’ tetapi jawaban itu akan saya berikan setelah memikirkannya baik-baik.”  Pernyataan ini memperlihatkan bahwa setelah bertahun-tahun menjalankan bisnis, tetaplah tidak mudah bagi usaha kecil untuk menjalankan etika bisnis. Mengapa? Clark menjelaskan bahwa manajemen uang merupakan masalah hidup dan mati bagi perusahaan kecil, demikian juga tunjangan kesehatan untuk karyawan-karyawan Anda. “Apa yang Anda pilih sewaktu uang di kas perusahaan Anda sedang menipis? Memarahi para penjual (vendor) atau Anda menahan pembayaran gaji karyawan-karyawan Anda? Apakah Anda memilih untuk menyimpan sedikit uang dan membohongi kebutuhan yang tidak kelihatan dari orang-orang di sekitar atau perusahaan?

Masalah dalam etika bisnis selalu mulai dari hal-hal yang kecil. Dan setiap keputusan kecil yang Anda buat, membangun tipe pembisnis macam apa Anda itu dan tipe perusahaan yang Anda jalankan. Namun Anda perlu mengingat bahwa kebanyakan dari keputusan-keputusan yang Anda buat dapat membawa hasil yang baik ataupun buruk.

Seperti yang Clark katakan bahwa sewaktu ia sadar kalau ia berada di luar jalur, itu biasanya terjadi karena dia tidak sadar sewaktu memutuskan untuk melakukan sesuatu yang tidak jujur. Keputusan tidak sadar itu biasanya terjadi sewaktu dia harus membuat serangkaian keputusan secara mendadak dan terburu-buru sehingga secara berangsur-angsur dia dibawa ke arah yang salah. Karena itu Clark mengingatkan agar para pembisnis berupaya melakukan hidup yang beretika secara terus-menerus sehingga saat mereka harus membuat keputusan dengan cepat, mereka terbiasa membuat keputusan yang beretika.

Walaupun Clark tidak selalu puas terhadap setiap keputusan yang dia buat, tetapi ia mau bertanggung jawab untuk menjalankan keputusan tersebut. Ia mengatakan, “Saya belajar dari setiap hal yang benar dan salah dari setiap situasi. Saya berharap bahwa apa yang sedang saya jalankan ini akan membantu hari-hari saya sewaktu saya harus berupaya keras untuk membuat keputusan lain lagi di masa depan.”

Maka coba tanya pada diri Anda sendiri, “Keputusan beretika apa yang sedang Anda buat saat ini?”

Disadur dari: How Small Business Owners Walk the Ethical Line (www.forbes.com)

 

Hits: 705