VdBackground 02  .jpg

Pelajaran-pelajaran yang Tidak Anda Dapatkan dari Sekolah Bisnis

Print
Created on Wednesday, 11 February 2015 Last Updated on Wednesday, 23 December 2015 Written by Phi-D


Semakin banyak pendatang di Silicon Valley menjadi tidak tertarik untuk mengejar program M.B.A.  (baca artikel: Apa itu Silicon Valley?) Tampaknya setiap minggu, sebuah berita baru menyoroti program ini; angka pengangguran bagi para lulusan sekolah bisnis (data memperlihatkan ada kurang dari 5% kelas Harvard tahun 2012 menjadi pengangguran selama 3 bulan setelah lulus) dan pengusaha-pengusaha terkenal yang tidak menyelesaikan kuliahnya (seperti Steve Jobs, Bill Gates, Richard Branson, Mark Zuckerberg), membuat beberapa orang tidak termotivasi untuk menjadi lulusan dari program M.B.A. (baca artikel: Mengapa Inovator Membenci Lulusan Sekolah Bisnis?).

Sejarah dalam dunia bisnis menunjukkan bahwa startup tidak memedulikan jenjang lulusan Anda di sekolah bisnis. Dunia malah lebih memperhatikan pengalaman hidup dan ketekunan Anda untuk membuat startup yang berakar lebih mendalam. Ya, orang-orang akan memperhatikan apa yang Anda kerjakan, bukan nilai-nilai yang Anda dapatkan dalam sekolah bisnis.

Memang pendaftaran masih membanjiri banyak sekolah terkemuka; dan data menunjukkan antusias dari calon mahasiswa yang mendaftarkan diri pada sekolah-sekolah bisnis kelas atas. Lalu, mana yang benar? Memang, jika Anda mendaftar dan diterima dalam sebuah program M.B.A., gelar yang akan Anda peroleh tidak akan menyakiti masa depan Anda. Sikap yang tepat dan gelar yang tepat akan memberikan Anda rumus untuk menopang kesuksesan dalam jangka waktu yang panjang.

Ya, sekolah bisnis memang akan memberikan Anda STATUS, tetapi dunia nyatalah yang akan memberikan Anda HASIL. Segera setelah proses wawancara kerja selesai, tidak ada yang peduli pada gelar yang Anda terima dari Harvard, Stanford, MIT dan sebagainya. Yang orang pedulikan adalah apakah Anda dapat menyelesaikan pekerjaan Anda. Maka bacalah tips berikut yang dapat memberikan Anda pelajaran dari dunia pekerjaan yang nyata.

1. Cara untuk mempertahankan pekerjaan adalah dengan mengerti bagaimana kesuksesan itu. Lakukan secara agresif untuk meraih sasaran yang dapat dicapai dan sampaikan lebih dari yang bisa dilakukan orang-orang lain.

2. Suarakan pada tim setiap hari. Jika Anda mencoba untuk memecahkan masalah hari ini, tidak ada orang yang akan memberikan penghargaan pada upaya Anda. Orang hanya akan peduli seberapa baik Anda menyelesaikan masalah rumit Anda hari ini.

3. Kerjakan dengan cara berpikir yang mencerminkan sebuah meritokrat. Jangan menampilkan gelar Anda, meski Anda begitu bangga dengan gelar pendidikan yang Anda miliki. Status pendidikan Anda tidak boleh membuat Anda merendahkan orang lain. Orang akan merasakan dan tidak menyukai hal itu. Sekolah Harvard atau Stanford akan membuka pintu ke peluang, tetapi peluang akan semakin besar jika Anda dapat melakukan pekerjaan Anda dengan baik.

4. Siap untuk menunjukkan cara Anda menghadapi kemalangan. Memang pada mulanya, seseorang akan dilihat dari pencapaian-pencapaian edukasinya untuk memberikan gambaran kasar tentang kecerdasan intelektualnya. Setelah itu, biasanya pewawancara kerja akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk melihat tantangan-tantangan yang telah Anda hadapi, apa yang telah Anda capai dan apa yang Anda cari.

5. Terbuka untuk melihat hal-hal yang bermutu dimana pun itu berada. Anda biasanya menemukannya di tempat-tempat yang tidak mungkin.

6. Pengaruhi jaringan Anda. Ini merupakan aset yang paling berharga, apa pun gelar yang Anda miliki.

7. Pahami bahwa ini semua bukan tentang Anda. Program M.B.A. memacu banyak kompetisi; ada perlombaan yang tangguh untuk menjadi yang terbaik di kelas. Akan tetapi fokus individual seperti itu tidak selalu disukai di tempat pekerjaan, dimana sikap yang diinginkan adalah ”perusahaan yang terutama”, bukan ”saya yang terutama”.

8. Pelajari budaya (culture) yang baru dan jangan mengikuti apa yang Anda pelajari di sekolah. Lakukan lebih banyak proyek-proyek berharga yang membuka pandangan dari manajemen eksekutif ataupun direksi. Perhatikan cara orang-orang menangani diri pada pertemuan-pertemuan ini dan sesuaikan sikap Anda.

9. Berikan dan lanjutkan untuk meninggikan dan membantu orang-orang lain dalam jalan mereka. Jika Anda adalah lulusan M.B.A., gunakan itu untuk kebaikan.

Disadur dari:  9 Lessons You Won’t Learn in Business School (©  www.entrepreneur.com).

Hits: 726