VdBackground 01.jpg

Anda Bosan? Itu Bagus!

Print
Created on Saturday, 07 January 2017 Last Updated on Wednesday, 07 June 2017 Written by Phi-D


Sewaktu Anda melakukan sesuatu yang sama secara berulang-ulang, dan itu dilakukan setiap hari, maka Anda dapat diterpa kebosanan. Demikian juga saat otak dan badan Anda dipaksa melakukan kegiatan dan aktivitas berlebihan setiap hari, kebosanan pun dapat terjadi. Namun menarik, sebuah makalah Doing Nothing and Nothing To Do: The Hidden Value of Empty Time and Boredom (Melakukan Nihil dan Tidak Melakukan Apa Pun: Nilai Tersembunyi dari Waktu Kosong dan Kebosanan) memperlihatkan bahwa ketika Anda tidak melakukan apa pun, Anda pun mendapatkan efek negatif yang sama. Ya, Anda pun dapat menjadi bosan jika Anda  tidak melakukan apa pun. Pertanyaannya adalah, “Apakah Anda suka dengan kondisi yang membosankan?”

Laman KBBI menerjemahkan kata bosan sebagai sesuatu yang tidak disukai lagi karena terlalu sering atau jemu. Maka pertanyaan di atas pun dapat dijawab dengan mudah dan jelas. Tidak pernah ada orang yang suka dengan kondisi yang membosankan. Akan tetapi, meski banyak orang tidak dapat menoleransi keadaan membosankan, keadaan bosan saat seseorang diam dan tidak memiliki kegiatan untuk dilakukan sebenarnya memberikan banyak manfaat. Terdapat banyak hal positif yang didapatkan seseorang ketika ia bosan karena tidak melakukan apa pun. Saat seseorang menjadi "bosan" sewaktu berada dalam kondisi santai dan tidak beraktivitas, ia dapat dengan mudah terpercik dengan pemikiran yang luar biasa. Ya, rasa bosan dalam kondisi santai dapat memancing manusia mengeluarkan imajinasi dan kreativitas dari dirinya.

Dalam dunia antropologi yang mempelajari tentang manusia, terdapat istilah liminal, yang diambil dari bahasa latin, līmen, yang jika diterjemahkan berarti “ambang pintu”. Saat seseorang menjadi bosan, sebenarnya ia sedang berada pada kondisi liminal space, yaitu keadaan batas atau keadaan di antara, yang dapat memancing seseorang membuat perubahan atau hal yang sangat berbeda dari kondisi awal.
Kalau sudah begitu, orang akan menyadari bahwa di momen tertentu, seseorang PERLU menjadi orang yang tidak produktif dan tidak aktif sampai ia menjadi bosan dengan ketidak-produktifannya dan ketidak-aktifannya sehingga ia dapat melakukan dan menciptakan sesuatu yang menarik di kondisi berikutnya. Karena itu, kebosanan bukanlah sesuatu yang buruk, tetapi itu malahan dapat menjadi liminal space, sebuah keadaan yang sangat penting untuk mendorong manusia mencari sesuatu yang tidak biasa, sesuatu yang berbeda, sesuatu yang kreatif.

Akan tetapi sewaktu Anda hidup dalam dunia digital dan internet, Anda memiliki begitu banyak pilihan untuk menikmati hiburan dan mendapatkan berbagai selingan yang membuat Anda sangat mudah berada dalam kondisi “sibuk” dibandingkan diam. Anda mungkin bisa berkata bahwa menonton film di internet adalah saat Anda bersantai, tetapi otak dan pikiran Anda sebenarnya sedang bekerja keras mengolah informasi pada film dan Anda sibuk memahami cerita. Anda mungkin bisa berkata bahwa bercengkerama bersama teman melalui sosial media adalah saat Anda menikmati waktu santai, tetapi sebenarnya itu hanya delusi, Anda sedang melakukan sesuatu dan bukan diam. Ya, setiap kegiatan Anda dalam dunia siber adalah aktivitas menipu, kegiatan "santai" Anda malah mengharuskan Anda bertindak produktif. Itu meminta Anda untuk berpikir secara simultan (multi-tasking) dan melakukan banyak aktifitas (hyper-activity) seperti mengetik, berpikir, bergerak cepat, dan sebagainya. Anda menjadi reaktif sehingga membuat reaksi tanpa memiliki kekuatan untuk memilih atau mengendalikan diri Anda sendiri. Kegiatan Anda di dunia siber malah menghambat kreativitas dan membahayakan kesehatan mental sehingga Anda kelelahan secara psikologi.

Lingkungan Kerja

Dewasa ini dalam organisasi manapun, orang-orang dianjurkan untuk kecanduan kerja. Mereka yang melakukan ini mendapatkan dukungan bahkan diberikan hadiah. Membangun pegawai yang gila kerja memang sangat berguna untuk suatu organisasi karena organisasi itu seolah memiliki kendali penuh pada para pegawainya. Organisasi itu memang membayar. Namun apakah memiliki pegawai yang semangat untuk terus bekerja tanpa henti adalah sesuatu yang benar-benar berharga? Pernahkah Anda membuat perbandingan antara orang-orang yang suka bekerja keras dengan orang-orang yang dapat bekerja cerdas?

Fakta memperlihatkan bahwa organisasi yang menciptakan lingkungan kerja yang sarat dengan para pegawai yang kecanduan kerja dapat membuat para pegawainya mengalami masalah serius dalam kepribadian dan kesehatan mental seperti rendahnya moralitas, depresi, penyalah-gunaan obat, lingkungan kerja yang tidak nyaman, rusaknya hubungan antar rekan sekerja, dan diatas itu semua, seringnya karyawan ijin tidak masuk kerja. Karena itu, para eksekutif yang efektif dalam sebuah organisasi adalah mereka yang dapat secara bersamaan bertindak sekaligus berpikir secara mendalam, ini berarti mereka mampu membebaskan diri mereka sendiri dari godaan untuk tetap sibuk, mereka tahu kapan waktu untuk membuang kecanduan kerja mereka, mereka tahu saatnya untuk berhenti dari aktivitas mereka yang padat.

Mengerami Ide dengan Memikirkannya secara Mendalam

Sewaktu seseorang merasa bosan pada aktivitas rutinnya dan memilih untuk berhenti, tidak melakukan aktivitas apa pun, atau berdiam diri, maka otaknya akan mulai merangsang pikiran bawah sadarnya [Baca artikel: Keterampilan untuk Tidak Melakukan Apa Pun]. Pikiran bawah sadar sangat berguna untuk menggabungkan dan menghubungkan infomasi, dengan tanpa sadar mengeluarkan informasi yang dibutuhkan dari basis data pengetahuan yang luar biasa besar di otak seorang [Baca artikel: Keterampilan untuk Menghubungkan Titik]. Pada daerah pikiran ini, seseorang tidak akan dibatasi oleh aturan-aturan baku sehingga dapat dengan bebas menciptakan ide-ide baru daripada saat seseorang secara sadar berfokus untuk memecahkan suatu masalah.

Hasil akhir dari proses-proses ini bisa jadi tidak secara langsung dan cepat memasuki pikiran sadar; ini mungkin membutuhkan waktu untuk diinkubasi (dierami). Maka saat Anda merasa bosan dan Anda terdiam, tidak melakukan apa pun, mengendurkan kegiatan Anda yang padat, beristirahat, maka Anda sedang memperbaiki kesehatan mental Anda dan di saat seperti ini, Anda bahkan dapat menyelesaikan masalah yang kompleks dengan sangat baik karena Anda dapat berpikir dengan cara yang berbeda dan kreatif.

Ya, seseorang yang sangat mahir memperbaiki masalah seringkali bekerja tanpa sadar memperbaiki masalah itu di saat ia mengabaikan pekerjaannya dan beristirahat. Solusi kreatif memang biasanya sering ditemukan saat seseorang merasa "bosan" melakukan pekerjaan melelahkannya sepanjang hari. Sewaktu bersantai dari pekerjaannya, atau bekerja dalam rentang waktu yang tidak panjang, berjalan kaki, menyetir, membaca, atau bermain dengan anak-anak, bahkan saat menunggu bis, seseorang sering kali dapat menemukan solusi terbaik untuk pekerjaannya.

Keluar dari kesibukan setelah seseorang merasa bosan dan penat telah menjadi populer dalam dunia bisnis akhir-akhir ini. Banyak manajer dan eksekutif sering bermeditasi atau merefleksikan diri untuk membantu mengambil keputusan dan memecahkan masalah. Hal ini benar-benar dapat membantu dan memberi solusi daripada saat eksekutif itu bekerja secara gila-gilaan selama 9 (sembilan) jam penuh kemudian berpikir secara santai di akhir jam tersebut. Waktu ideal untuk berpikir secara santai adalah di siang hari. Berjalan-jalan keluar atau bersantai-santai di meja di siang hari dapat membuat Anda lebih produktif daripada jika Anda harus bekerja secara terus-menerus dan mengabaikan waktu istirahat siang. Karena itu tepat jika Giorgio Vasari, seorang pelukis asal Italia, menyimpulkan, ”Men of genius sometimes accomplish most when they work least (Orang-orang jenius kadangkala bekerja dengan baik saat mereka melakukan sedikit pekerjaan).”

Ada banyak bukti nyata bahwa ide-ide brilian datang secara tidak terduga, saat seseorang merasa bosan dan diam ”mengeram” dengan berbagai cara. Misalnya Archimedes mendapatkan ide saat ia mandi, Newton mendapat inspirasi teori gravitasi saat berada di taman Lincolnshire, dan Paul McCartney yang bangun di pagi hari mendapatkan komposisi untuk lagu “Yesterday” saat ia tertidur [Baca juga artikel: Belajar dari Bohlam Lampu]. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan seperti 3M, Pixar, Google, Twitter, dan Facebook telah membuat “Disconnected Time”, waktu untuk memutuskan hubungan atau berhenti total dari pekerjaan, sebagai aspek kunci untuk diterapkan dalam lingkungan pekerjaan mereka yang menuntut kreativitas.

Oleh karena itu, selalu biarkan diri Anda diterpa kebosanan, berikan diri Anda waktu untuk berhenti dari aktivitas rutin Anda [Baca artikel: Belilah Waktu Luang untuk Anda!], dan nikmati momen untuk mendapatkan ide-ide brilian dari waktu santai Anda.

Aza-aza FIGHTING.

Referensi artikel: The Importance of Doing Nothing (©  knowledge.insead.edu)
Sumber Gambar: Boring, Time Wasting and Useless Sales Pipeline Meeting (© braveheartsales.com)

Hits: 569