VdBackground 02  .jpg

Pelajaran Bisnis dari Kebudayaan Israel

Print
Created on Tuesday, 29 August 2017 Last Updated on Wednesday, 06 December 2017 Written by Phi-D


Menurut laman Wikipedia, kata kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta, buddhayah, dan ini adalah bentuk jamak dari kata buddhi (budi atau akal). Karena itu, kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Sedangkan dalam bahasa Inggris, kebudayaan diterjemahkan sebagai culture, yang berasal dari kata latin colere, dan ini  berarti mengolah atau mengerjakan. Jadi, budaya adalah suatu cara hidup dari sekelompok orang yang berkembang membentuk suatu pola hidup yang menyeluruh sehingga bersifat kompleks, abstrak dan luas, yang kemudian diwariskan dari generasi ke generasi. Pada umumnya budaya dikembangkan dari berbagai unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.

Di salah satu negara Timur Tengah, ada suatu budaya yang menarik untuk dipelajari oleh para pelaku bisnis yang pertama kali terjun untuk merintis sebuah bisnis baru. Negara tersebut adalah negara Israel, yang belakangan ini sering disebut sebagai negara perusahaan rintisan (start-up nation).

Di awal tahun 2017, Bloomberg mengurutkan Israel pada urutan 10 di daftar negara yang memiliki ekonomi paling inovatif di dunia bersama negara Amerika, Jepang, Swedia, Singapore, dan Korea Selatan. Oleh karena itu, Or Offer, rekanan pendiri dan CEO dari Similar Web, suatu perusahaan intelijen pemasaran digital [Baca juga artikel: Apa itu Intelijen Pemasaran?] mengatakan, “Jika saya harus membangun sebuah perusahaan rintisan dari nol, saya pasti akan melakukannya di Tel Aviv. Budaya, talenta, dan semangat yang dimiliki penduduknya sangat cocok untuk menciptakan produk-produk yang hebat.”
Pertanyaannya adalah, apa saja budaya menarik Israel yang merupakan kunci utama untuk melatih mental perusahaan-perusahaan rintisan? Berikut ini adalah beberapa di antaranya.

Menjadikan Lemon sebagai Minuman Limun

Ada sebuah peribahasa yang mengatakan, “When life gives you lemons, make lemonade (Sewaktu kehidupan memberimu buah lemon, jadikan itu minuman limun).” Dan peribahasa ini sangat cocok untuk menggambarkan upaya bangsa Israel untuk menjadi suatu negara merdeka. Buah lemon sering digambarkan sebagai buah yang masam, dan ini dapat menggambarkan perjuangan yang sangat panjang dan berat bagi bangsa Israel untuk mendirikan negara mereka sendiri. Bangsa Yahudi ini telah mengalami penganiayaan selama lebih dari 2.000 tahun dan berjuang hingga berhasil melahirkan negara Israel di tahun 1948. Ya, perjuangan keras mereka membuahkan hasil yang manis, seperti minuman limun yang manis dan menyegarkan. Oleh karena itu cerita tentang pendirian negara Israel sering diilustrasikan sebagai cerita “Lemon yang menjadi Limun”.

Secara fisik, tanah di Israel adalah tanah yang keras. Bangsa itu juga sangat sulit untuk berhubungan dengan negara-negara tetangga mereka. Belum lagi ada banyak ketegangan politik di dalam bangsa itu sendiri. Akan tetapi banyak kesulitan-kesulitan yang “masam” ini malahan membuat orang-orang Israel belajar untuk berinovasi, berpikir di luar kotak, bekerja dalam kondisi penuh tekanan, dan menghadapi situasi hidup dan mati. Dan semua keterampilan ini sangat penting dimiliki dalam diri seorang wirausaha. Semua yang berkecimpung dalam dunia bisnis sangat tahu bahwa kesulitan selalu melahirkan kekuatan dan ketahanan. Dan di Israel, lingkungan semacam ini telah memberi lahan subur bagi budaya kewiraswastaan yang kuat.

Seorang pendiri dan CEO Kahena Digital Marketing yang berbasis di Yerusalem berkata, “Orang-orang Israel terbiasa pada hal-hal yang tidak berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan. Sebenarnya, mereka berharap ada hal-hal yang tidak terduga terjadi untuk berimprovisasi dan berputar di poros pada kecepatan tinggi sehingga terkadang terasa seolah-olah minuman limun yang begitu manisnya dibuat tanpa menggunakan buah lemon yang masam.”

Terus Terang  dan Transparansi

Orang Israel memiliki suatu mental menarik, yaitu terus terang, tidak basa-basi, dan blak-blakan. Beberapa orang sering mencela orang-orang dengan sifat ini sebagai orang-orang tidak sopan. Akan tetapi, sifat seperti ini ternyata telah membuat orang-orang Israel menjadi sangat terbuka dan transparan dalam urusan bisnis dan kehidupan pribadi mereka. Orang-orang menjadi mudah untuk memahami pemikiran mereka dan ini tentunya akan berimbas positif pada bisnis.

Selalu berterus terang dengan bijaksana dan transparan pada karyawan, pemasok, dan pelanggan, membuat Anda dipercaya. Sewaktu orang-orang mempercayai Anda, mereka merasa aman saat berbisnis dengan Anda. Mereka juga tahu bahwa Anda tidak pernah menyembunyikan agenda Anda sehingga rekan kerja, pelanggan, klien, dan pegawai Anda selalu tahu pendirian dan pemikiran Anda. Dan begitulah loyalitas dan hubungan jangka panjang dibangun.

Namun, Anda perlu mengingat ini, terkadang bertindak sangat terus terang dapat membuat seseorang terlihat ingin menyerang, agresif, dan kasar. Karena itu Anda tetap HARUS menggunakannya secara bijaksana dan berikan rasa empati di dalamnya.

Komunitas

Negara Israel adalah negara yang kecil dan setiap warga negaranya saling terhubung satu sama lain. Budayanya sangat berorientasi pada sosial dan setiap orang merasa bertanggung jawab pada segala hal yang terjadi. Hal ini membuat orang-orang Israel senang untuk saling membantu dan ini merupakan keuntungan bagi mereka yang menjalankan bisnis untuk masuk ke dalam suatu komunitas yang anggotanya saling membantu dan mendukung. Ya, orang-orang Israel berpandangan untuk selalu sebisa mungkin membantu sebanyak mungkin orang.

Guy Franklin, pendiri Israeli Mapped di New York dan GM dari SOSA NYC mengatakan, “Ekosistem perusahaan rintisan di Israel adalah komunitas yang saling mendukung dan membantu satu sama lain. Terdapat siklus adanya seorang pengusaha yang sangat sukses membantu pengusaha dari generasi muda, dan begitu generasi muda ini sukses, maka mereka akan membimbing generasi baru selanjutnya. Ini terlihat seperti sebuah sekolah bisnis yang tidak resmi.”
Keberanian

Negara Israel tidak menganggap tindakan apa pun yang berani sebagai sesuatu yang kurang ajar. Bangsa ini malahan mengembangkan keberanian untuk sebagai suatu keterampilan untuk bertahan hidup, bahkan mempertahankan hidup, sehingga keberanian menjadi suatu kebutuhan meski dunia internasional sering menganggap keberanian itu sebagai sesuatu yang tidak sopan dan hal yang aneh.

Budaya berani inilah yang telah mmbuat bangsa Israel mengembangkan budaya dan cara berpikir bahwa tidak ada yang tidak mungkin dan tujuan apa pun dapat dicapai jika mereka bekerja cukup keras dan cukup berani. Theodor Herzl, salah seorang pendiri negara Israel bahkan sering berkata, “If you will it, it is no dream (Jika Anda menginginkannya, itu bukanlah mimpi).”
Ziv Aviram, CEO Mobileye, yang baru-baru ini diakuisisi oleh Intel seharga $ 15 miliar, mengatakan dalam sebuah pembicaraan baru-baru ini bahwa insinyur dari Israel di perusahaannya paling termotivasi oleh masalah yang hampir tidak mungkin dipecahkan. Ia telah bekerja dengan banyak insinyur di seluruh dunia, tetapi para insinyur Israel-lah yang paling unik.
Memiliki keberanian tanpa rasa takut untuk mengejar mimpi-mimpi dan keyakinan untuk dapat melakukan apa pun yang telah direncanakan merupakan hal yang sangat penting untuk dapat berhasil dalam dunia wirausaha. Ya, pengusaha yang paling ulung adalah mereka yang selalu bermimpi serta berpikir besar dan berani mengeksekusi impian dan pikiran yang mereka inginkan.

Suka Menolong

Secara lahiriah, karakter dari penduduk negara Israel sering digambarkan sebagai pribadi yang kasar dan sulit dipahami. Akan tetapi, jika melihat kepribadian batiniahnya, bangsa ini adalah bangsa yang lembut, baik hati, dan ramah. Bahkan beberapa orang menganggap bangsa ini sebagai sabra, atau kaktus.

Memang kebanyakan orang Israel terlihat keras dan sering berkata-kata secara terus terang sehingga terlihat kasar, akan tetapi mereka juga sangat cepat membantu orang-orang di sekitarnya yang membutuhkan bantuan. Sebagai contoh nyata, saat Anda sedang berada di Israel dan mobil Anda rusak, atau saat Anda sedang berada dalam situasi bahaya, maka orang-orang Israel di sekitar Anda akan segera menanyakan masalah Anda dan segera memberikan bantuan.
Maka dengan cara yang sama, jika Anda segera memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, maka kehidupan Anda pribadi, atau sebagai wirausaha, akan diperkaya dan dihargai.

Disadur bebas dari: 5 Lessons Entrepreneurs Worldwide Can Learn From Israeli Culture  (© www.entrepreneur.com) |  6 Start-up Lessons Southeast Asia Can Learn From Israel (© inc-asean.com)
Sumber gambar:  12 Surprising Signs Entrepreneur © www.entrepreneur.com

 

Hits: 20