VdBackground 01.jpg

Kepulauan Raja Ampat, Surga Wisata Laut

Print
Created on Monday, 18 June 2012 Last Updated on Wednesday, 03 July 2013


Papua? Sebelum tahun 2003, sewaktu mendengarkan kata Papua, banyak orang berpikir itu suatu daerah yang suram, tidak menarik, menakutkan dan bukan pilihan untuk wisata. Akan tetapi sejak 9 Mei 2003, seorang berkebangsaan asing mulai mengelola daerah Papua Barat ini. Ya, Raja Ampat, sebuah kabupaten di wilayah Papua Barat ini “disulap” menjadi suatu tempat yang menarik. Keindahan alamnya, terutama di bawah laut, membuat beberapa orang menyebut tempat ini sebagai “Last Paradise on Earth (Firdaus Terakhir di Bumi)”.

Raja Ampat merupakan taman laut terbesar di Indonesia, dengan luas wilayah wisata sekitar 4 juta hektar. Ada sekitar 1.500 pulau kecil dan atol serta 4 (empat) buah pulau besar utama, yaitu Misol, Salawati, Bantata dan Waigeo. Selain itu, terdapat lebih dari 540 karang kertas, 700 jenis moluska (hewan bertubuh lunak) dan 1.104 jenis ikan. Keanekaragaman koleksi di wilayah ini membuat negara-negara di luar Indonesia turut campur menjaga kelestarian kekayaan alamnya.

Koleksi terumbu karang terlengkap di dunia menjadikan wilayah ini sebagai tujuan wisata para pencari keindahan alam bawah laut. Beberapa orang yang pernah menyelam di wilayah ini mengatakan bahwa daerah ini merupakan lokasi penyelaman terbaik dan terindah di seluruh dunia. Bahkan, Raja Ampat dimasukkan dalam daftar wajib kunjung oleh para penyelam dunia.
Untuk dapat menyelam, seseorang harus merogoh uang sebanyak US$ 55 ditambah PPN 10% per orang (untuk sekali penyelaman, minimal harus 2 orang). Jika tidak memiliki perlengkapan menyelam, maka butuh biaya tambahan untuk menyewa peralatan selamnya.

Selain panorama yang indah, seseorang dapat menginap di penginapan-penginapan yang juga dikelola oleh pihak asing. Harga penginapan di sini bervariasi, umumnya berkisar antara US$ 98–176 ditambah PPN 10%. Setiap penginapan umumnya menyediakan makan pagi, siang dan malam sebagai fasilitas tambahannya.

Biaya Perjalanan
Tertarik mengunjungi Raja Ampat? Maka Anda harus menyiapkan biaya berikut ini.
Tiket Pesawat: Jakarta – Sorong (PP) sekitar Rp 2.500.000 sampai Rp 4.000.000,- (tergantung waktu kunjungan) dengan lama perjalanan 4 sampai 5 jam.
Tiket Perahu Ferry: Sorong – Waisai (PP), lebih kurang Rp 240.000,-
Tiket Perahu Boat: Waisai – Mansuar (wilayah penyelaman) US$ 120 per perahu boat (maksimum 2 orang) atau dapat memilih perahu boat yang berkapasitas lebih besar (8 orang) dengan biaya US$ 160. Perahu harus dipesan dulu sebelum ingin menggunakannya.

Selain itu, Anda dapat langsung memesan boat langsung dari Sorong – Mansuar dengan biaya Rp 3.500.000,- per boat dengan maksimum 8 orang untuk satu kali perjalanan.

Karena begitu banyaknya orang yang berkunjung ke wilayah ini, maka menurut laman travel detik.com, tepat saat Kabupaten Raja Ampat berulang tahun yang ke-9 pada tanggal 9 Mei 2012, Raja Ampat pun membuka bandara yang bernama Bandara Marinda. Ini adalah bandara pertama yang dibuat di sana dan diresmikan oleh Menteri Perhubungan, EE Mangindaan dan Gubernur Papua Barat Abraham O. Atururi.

Perhitungan Prakiraan Biaya
Menurut pengalaman perjalanan yang dilakukan ke Raja Ampat tertanggal 11 – 14 Mei 2011 yang dicatat oleh majalah CHIC, maka berikut ini adalah prakiraan biaya:
Tiket pesawat LionAir Jakarta – (Makassar/Menado/Ambon) – Sorong, pp    Rp  17.000.000
Menginap di Sorong    Rp    550.000
Sorong – Waisai Raja Ampat, kapal Ekspress VVIP (AC), pp    Rp    300.000
Menginap di Waisai (2 malam)    Rp    700.000
Sewa Kapal untuk keliling Raja Ampat selama 12 jam (Rp 2,5 juta/5 penumpang)    Rp    500.000
Sewa Mobil Sorong - Waisor (5 jam)    Rp     500.000
Catatan: Pantai pasir putih Waisor, bagus untuk snorkeling
Menginap di Sorong    Rp     550.000
Makan (4 hari: 8 x @Rp 50.000)     Rp    400.000
Oleh-oleh    Rp     500.000
Biaya tidak terduga    Rp    2.000.000
Total    Rp    23.000.000

Perjalanan yang mahal untuk suatu pengalaman yang sangat berharga. Akan tetapi, jika ternyata sangat ingin ke Raja Ampat, tapi dana terbatas, ada solusi lainnya, yaitu dengan gaya backpacker. Berikut ini adalah prakiraan biayanya.
Tiket Pesawat: Jakarta – Manado – Sorong dan Sorong – Ambon – Jakarta    Rp    5.851.000
(Data tertanggal: 20 Jun 2011)
Menginap di Sorong (1 kamar @ Rp 550.000/ orang)    Rp    275.000
Sorong – Waisai Raja Ampat, kapal Ekspres di dek (PP)    Rp    150.000
Menginap di Waisai (2 malam): Hotel Murah / Rumah Penduduk    Rp    150.000
Sewa Kapal keliling Raja Ampat (12 jam, Rp 2,5 juta/5 penumpang)    Rp    250.000
Sewa Mobil, Sorong – Waisor Rp 100.000/jam (jarak 5 jam perjalanan)    Rp     500.000
Menginap di Sorong (1 kamar Rp 550.000/2 orang)    Rp    275.000
Transportasi dalam Kota    Rp     500.000
Makan @Rp 30.000 (2 x 4 hari)    Rp     240.000
Oleh-oleh untuk Kerabat    Rp    300.000
Biaya tidak Terduga    Rp    1.000.000
Total    Rp    9.491.000

Catatan untuk wisata di Raja Ampat:
Bawa uang tunai sebanyak-banyaknya karena ATM di Waisai hanya ada Bank Papua.
Selalu menawar, karena penduduk sering pasang tarif seenaknya.

Tips untuk Berkunjung
Sebelum berkunjung, coba buat persiapan-persiapan yang matang agar liburan ke Raja Ampat semakin berkesan. Berikut ini ada beberapa tips yang dikutip dari laman dunialaut.com.
1. Penerbangan setiap hari dengan Lion Air, Merpati dan Express Air dari Jakarta ke Sorong dengan stop over di Makasar.
2. Memilih dive operator yang memiliki pengalaman di kawasan ini. Ada dua cara penginapan yakni tinggal di pulau Kri, Waigeo, Mansuar dan Misol atau cara lain dengan liveaboard menggunakan kapal. Banyak dive operator liveaboard yang menawarkan jasa ini.
3. Bepergian dengan rombongan bisa menekan biaya. Ini berguna ketika melakukan penawaran dengan pemilik kapal atau tempat penginapan. Tempat penginapan di Pulau Kri lebih mahal, berkisar 900 – 1500 euro per orang untuk 7 hari (tidak termasuk airfares). Mereka pada umumnya selalu memberikan harga khusus untuk warga negara Indonesia.
4. Alternatif lain resor milik Pemerintah daerah yang jauh lebih murah dan dipatok dalam rupiah.
5. Biaya penyewaan kapal liveaboard berkapasitas maksimal 14 orang peserta, berkisar 90 – 110 juta untuk selama seminggu pelayaran.

Sudah siapkah Anda untuk mengunjungi Raja Ampat?

Disadur dari berbagai sumber (Majalah CHIC No. 92 hlm. 52 dan 103 hlm. 52   |  dunialaut.com  |  travel.detik.com)

Hits: 2425