Tesla vs Edison, Siapa yang Paling Dunia Butuhkan?

Print
Created on Sunday, 08 November 2020 Last Updated on Saturday, 29 May 2021 Written by Phi-D


Ini adalah pertanyaan paling membingungkan untuk dijawab. Jika menggunakan cara berpikir sederhana, tentu dunia akan menjawab bahwa mereka tidak butuh Edison dan hanya butuh seorang Tesla. Tapi, tanpa seorang Edison, dunia pun akan berantakan. Edison sangat lihai mengolah bisnis. Dia pun sangat paham teori ekonomi dan sangat membantu dalam memajukan perekonomian negaranya [Baca juga: Siapa yang Paling Hebat di Dunia Ini? [Filosofi Permainan Catur]].

Dan dengan bantuan seorang Edison, banyak penemuan Tesla yang dikomersialkan sehingga tidak hanya tersimpan di dalam kertas, tanpa dapat dieksekusi. Bahkan Edison pun berhasil memasarkan secara luas dengan lincah semua penemuan hebat tersebut untuk dapat digunakan oleh masyarakat secara luas [Baca juga: Tesla vs. Edison, Siapa yang Lebih Hebat?].

Itu sebabnya...
Ada begitu banyak hal yang terjadi di dunia ini yang tidak dapat dihakimi begitu saja tanpa berpikir secara mendalam. Apa pun yang terjadi di dunia ini seringkali kompleks, tetapi bukan berarti tidak dapat diatasi dan dicari solusinya [Baca juga filosofi paku dan palu di: Mengapa Orang Baik malah Menderita?].

Jika dilihat dari pertarungan antara Edison dan Tesla yang dibahas pada artikel “Belajar dari Kompetisi Orang-Orang Hebat” maka sempat timbul kesan berikut ini:

Thomas Alva Edison

... Licik
>> Memperdaya Tesla dan banyak orang jenius lainnya untuk bekerja menemukan ide dan inovasi untuk dipatenkan atas namanya sendiri.

... Tamak
>> Hanya fokus pada uang, keuntungan komersial, dan bisnis.

... Egois
>> Tidak peduli pada pengetahuan, yang terutama hanyalah keuntungan finansial.

... Menyempurnakan pemikiran dari timnya
>> Tidak selalu punya ide segar, tetapi hanya mengamati, meniru, menduplikasi dan mengembangkan ide timnya yang berhasil menyempurnakan ide ilmuwan lainnya.

... Suka bekerja dalam tim
>> Tidak pernah dapat berpikir sendirian.

 ---::--:::o:::--::---*

 
Nikola Tesla

... Rendah hati
>> Meski dihina Edison berulang kali, tetapi tetap berupaya membuat perbaikan.

... Fashionable, rapi, dan teratur.
>> Selalu memperhatikan cara berpakaian, menata kumis dan rambutnya. Terutama saat ingin difoto, selalu menata gaya penampilan dengan sangat baik.

... Tekun bekerja sampai larut malam.
>> Tidak pernah mengeluh meski jam kerjanya sangat panjang dan padat.

... Menyempurnakan pemikiran ilmuwan sebelumnya.
>> Sanggup memahami pemikiran ilmuwan lain dengan mudah, bahkan mengingat semua detil teknis yang pernah dibaca dan dipelajarinya.

... Suka bekerja fokus sendiri
>> Sanggup berpikir secara mandiri tanpa membutuhkan bantuan dari tim atau pihak lain untuk memberinya ide, masukkan atau pun sekadar membantunya bernalar.



Karena itu...
Saat mengetahui
fakta sebenarnya...
Semua orang pada akhirnya akan menganggap Edison orang yang munafik, yang selama ini memeras tenaga dan pikiran orang-orang pintar demi keuntungan pribadi. Tetapi seperti lirik lagu yang dinyanyikan Edison sebagai pembelaan dalam video klip “Nikola Tesla vs Thomas Edison Epic Rap Battles of History”, Edison mengatakan:

“I conduct business,
understood things you never could
So dope that I even make New Jersey look good

I'm on the record I invented,
you got duped, there, I said it
And I'll bet you fifty thousand dollars that you'll never forget it

Without me...
here's a taste of what this battle would be
No lights, no camera, no sound.
See?”


Edison mengakui bahwa fokusnya adalah menjalankan bisnis, demi keuntungan komersial. Dan Edison meremehkan keterampilan bisnis Tesla dan dengan yakin mengatakan bahwa Tesla tidak paham bisnis. Dan keterampilan Edison dalam mengelola bisnis dengan sangat baik, telah turut berjasa dalam membuat New Jersey terlihat bagus.

Bahkan Edison membela diri bahwa dia sangat disiplin untuk mencatatkan beragam penemuan. Bahkan Edison pun seolah mengakui keberhasilannya “menipu” Tesla dengan membatalkan janji bahwa dia akan membayar $ 50.000 jika Tesla berhasil mendesain ulang generator DC (Direct Curent/Arus Satu Arah) agar kinerjanya lebih efesien. Lalu Edison pun bernalar bahwa prestasinya jauh lebih membanggakan daripada prestasi Tesla karena berhasil mengefesienkan penggunaan bohlam lampu, kamera, dan suara.

Kalau begitu...
Siapa sebenarnya yang
paling DUNIA butuhkan?

Mmm...

Sebenarnya...
Keduanya memiliki
PERBEDAAN  dalam...
... menemukan ide
... keterampilan
... cara berpikir
... cara bekerja
... kepribadian
... penemuan

Itu sebabnya...

Dunia BUTUH KEDUA orang hebat ini. Keduanya ada untuk saling melengkapi kebutuhan manusia. Tesla memang seorang inovator teknologi jenius, tetapi Edison adalah seorang pebisnis ulung (marketer). Sama halnya dengan Steve Wozniak yang adalah inovator teknologi jenius dan Steve Jobs adalah seorang pebisnis ulung yang mampu memasarkan, mengembangkan dan menjadikan produk teknologi sebagai kebutuhan bagi masyarakat.

Oleh karena itu...
dengan cara yang sama...
setiap orang di dunia ini
PASTI DIBUTUHKAN karena
selalu punya sumbangsih hebat
bagi kehidupan manusia lainnya.

Itu sebabnya...
Selalu semangat...
Dan pantang menyerah
Hadapi tantangan kehidupan.
Karena Anda selalu BERHARGA.

Aza-aza FIGHTING.

Sumber gambar: Nikola Tesla vs Thomas Edison (© starecat.com)
Artikel ini ditulis sebagai salah satu materi ajar dalam el-Science, Sistem Pendidikan Modern (www.eldadido.com)

Hits: 1273