Apakah Pintar saja Cukup?

Print
Created on Saturday, 17 October 2020 Last Updated on Thursday, 05 November 2020 Written by Phi-D


Banyak orang sangat suka disebut sebagai anak pintar. Bahkan beberapa mengatakan bahwa pintar adalah modal dasar untuk menuju kesuksesan di masa depan. Akan tetapi, seperti pertanyaan utama pada judul artikel ini, apakah PINTAR saja sudah cukup membuat Anda berhasil meraih kesuksesan di masa depan?

Tahukah Anda ada begitu banyak orang yang membuat kesalahan dan kebodohan karena kecerdasannya?  [Baca juga: Kenapa Orang Pintar itu “Bodoh”].

Lalu...
Sadarkah Anda?
Jika tolak ukur kecerdasan hanya sebatas kepintaran dalam soal-soal ujian yang membutuhkan ingatan jangka pendek, ternyata manusia KALAH dibandingkan saudara primatanya, para simpanse [Baca juga: Manusia vs Simpanse, Mana yang Paling Pintar?].



Tapi bisa jadi...
Anda berargumen
bahwa manusia adalah
makhluk yang paling cerdas
karena hanya manusia yang dipercaya untuk mengatur dan mengelola semua yang ada di bumi, termasuk segala sumber daya alam di bawah permukaan bumi, berbagai sumber daya di permukan bumi. Dan bahkan hanya manusia yang sanggup melihat berbagai hal yang ada di luar bumi.

Pertanyaannya adalah....
Apakah untuk melakukan itu semua, Anda cukup hanya menggunakan kepintaran saja?

Sadarkah Anda?
Ada begitu banyak hal yang terjadi di dunia yang tidak dapat diprediksi secara tepat bahkan oleh data-data yang akurasi sekalipun [Baca juga: Teori Angsa Hitam].

Bahkan sehebat apa pun seseorang, ia masih dapat membuat kesalahan dalam memprediksi dan memutuskan [Baca juga artikel: Orang Terhebat pun Membuat Keputusan yang Salah].

Oleh karena itu...
PINTAR saja tidak cukup!
[Baca juga: Anda Tidak Butuh “Kepintaran”! Benarkah?]

Untuk dapat mengelola dan mengatur segala yang ada di bumi, manusia HARUS memiliki berbagai keunggulan lainnya. Keunggulan dan kecerdasan yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lainnya. Apa saja keunggulan manusia dibandingkan segala makhluk cerdas lainnya di bumi ini?

KEUNGGULAN MANUSIA

Ada berbagai keterampilan dan keunggulan yang hanya dimiliki manusia. Keterampilan dan keunggulan inilah yang menjadikan manusia selalu berada di peringkat pertama sebagai superior dalam mengelola dan mengendalikan semua makhluk hidup lainnya di bumi ini. Berikut ini adalah beberapa saja dari banyak keterampilan dan keunggulan manusia dibandingkan makhluk hidup lainnya di bumi.

Berpikir dengan Hati dan Emosi

Kecerdasan intelegensia dapat diukur saat seseorang sanggup mengingat informasi, memperkirakan ruang dan bangun, serta bernalar secara rasional, logis, dan praktis. Terkadang cara berpikir yang melibatkan kecerdasan intelegensi disebut berpikir menggunakan logika.

Tetapi saat masalah yang harus dipikirkan menjadi lebih kompleks, maka dibutuhkan lebih dari cara berpikir logis, rasional, dan praktis. Berbeda dengan makhluk hidup lainnya yang seringkali dituntun oleh  insting dan naluri, manusia malah sering berpikir juga menggunakan hati dan emosinya. Cara berpikir menggunakan logika seringkali bertentangan dengan cara berpikir yang menggunakan hati dan emosi. Saat berpikir dengan hati atau emosi, maka hasil pemikiran akan berfokus pada sesuatu yang mendatangkan manfaat dan dampak bagi orang lain atau lingkungan sekitar dengan melihat hal-hal yang bahkan tidak tampak secara fisik oleh logika yang logis. Tetapi saat berpikir menggunakan logika, maka hasil pemikiran akan berfokus pada diri sendiri (egois), yaitu untuk membahagiakan atau menguntungkan diri.

Pengendalian Diri

Alen Walker, seorang ahli Biologi di Pennsylvania State University menerbitkan sebuah jurnal ilmiah “Current Anthropology” pada tahun 2009 mendapati bahwa para simpanse tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan diri. Ketidak-mampuannya dalam pengendalian diri membuat hewan yang tergolong ramah ini malah sering terlihat sebagai hewan pemarah dan agresif. Pada beberapa kasus, simpanse suka terlihat menyerang dan galak padahal mereka tidak pernah bermaksud jahat pada siapa pun. Terkadang perilaku yang mereka tunjukkan hanya untuk menginformasikan batas wilayah kekuasaan mereka TANPA bermaksud untuk mencelakai atau pun marah. Tetapi kurangnya keterampilan pengendalian diri dan impuls yang tidak terduga dari emosi simpanse, telah membuat para simpanse malah terlihat seperti hewan yang ganas dan agresif.

Berbeda dengan simpanse, manusia memiliki kemampuan yang luar biasa dalam hal pengendalian diri. Itu sebabnya, manusia dapat membuat pilihan atas emosi yang ingin ditunjukkan. Dan melalui keterampilan ini, manusia lebih mudah memahami dan bekerja sama dengan ragam orang yang memiliki variasi karakter dan sifat [Baca juga: Rahasia-rahasia Komunikasi dari Pemimpin yang Hebat]

Belajar dari Masa Lalu

Manusia memiliki memori otobiografis yang berisi mengenai pengalamannya di masa lalu. Itu sebabnya akurasi memori ini sangat tinggi dan sempurna [Baca juga bahwa pengalaman membuat manusia belajar suatu teori 70% lebih baik daripada hanya sekadar menghafal dan mencatat di: Bagaimana Cara Terbaik untuk Menjadi Lebih Pintar?]. Dalam memori otobiografis, yang sering melibatkan memori episodik dan memori semantik, manusia menyimpan berbagai informasi terkait emosi, deskripsi diri, peristiwa khusus, mau pun sejarah kehidupan. Dan semua memori jangka panjang ini disimpan dengan baik di dalam otak untuk dapat digunakan kembali. Biasanya memori ini disimpan di dalam otak karena memiliki makna yang sangat penting dan berpengaruh dalam kehidupannya.

Memang manusia kalah unggul dibandingkan simpanse dalam hal memori jangka pendek. Tetapi otak manusia jauh lebih unggul dalam memori jangka panjang. Bahkan sistem memori manusia tidak hanya digunakan untuk menyimpan informasi dalam memorinya, tetapi juga sanggup MEMPROSES semua informasi yang sudah tersimpan dalam memorinya untuk mengarahkan informasi tersebut dan digunakan sesuai prioritas kepentingannya.

Itu sebabnya...
manusia sanggup
menggunakan memori
untuk diproses dan dijadikan sebagai pembelajaran dalam hidup sehingga menjadikan kehidupan mereka menjadi lebih baik dari sebelumnya [Baca juga mengenai kebijaksanaan di: Mengapa Manusia Sering Berbeda dalam Berpikir?].

Kreatif dalam Inovasi

Manusia sanggup mengingat dan belajar kekurangan dan kesalahan dari masa lalu sehingga mereka dapat memikirkan cara untuk menginovasi masa depan mereka secara kreatif. Untuk dapat melakukan itu, manusia sanggup membuat persiapan dan perencanaan yang matang untuk masa depan [Baca juga bahwa perencanaan yang matang dan berani dapat mendatangkan keuntungan di: Mainkan Strategi! Dan Dapatkan Pengaruh!].

Mempersiapkan Masa Depan

Hanya manusia saja yang dapat melakukan persiapan untuk merancang masa depan yang diinginkannya. Sedangkan makhluk hidup lainnya di bumi hanya dapat berpikir untuk makan hari itu saja, tanpa repot memikirkan cara mencari makan di keesokan harinya.

Kemampuan manusia untuk berpikir ke masa depan, membuat manusia sanggup merancang banyak strategi bertahan hidup dan berinvestasi, seperti menanam, menyiram, merawat, merancang, merencanakan, membangun, dan sebagainya [Baca juga: Kebiasaan-kebiasaan dari Para Pemikir Strategi Sejati].

Kreasi Variatif yang Kreatif

Berbeda dari makhluk hidup lainnya, manusia sering menghasilkan banyak kreasi variatif yang kreatif. Sebagai contoh sederhana, manusia membuat variasi resep makanan sehingga varian makanan manusia jauh lebih variatif dan beraneka ragam rasanya. Semua kreasi variatif yang kreatif ini memang sebenarnya tidak dibutuhkan. Untuk dapat hidup, manusia memang sebenarnya hanya cukup makan saja. Tetapi, untuk dapat menikmati hidup dengan baik, manusia butuh variasi rasa dalam makanan.

Itu sebabnya...
Manusia juga menciptakan variasi model untuk pakaian, rumah, kendaraan, dan masih banyak lagi. Tujuannya adalah untuk menikmati hidup dan menjadikan kehidupan terasa menjadi lebih baik.


Jadi...
Ternyata...
untuk menjadi manusia
PINTAR  saja tidak cukup!

Berbeda dari makhluk cerdas lainnya,
perhatian manusia adalah menemukan berbagai hal yang dapat memberikan manfaat jangka pandek maupun jangka panjang. Ini berarti manusia berjuang BUKAN SEKADAR menjadi yang paling pintar, atau menjadi yang paling berkuasa, atau menjadi yang paling kuat. Karena jika fokusnya hanya di bidang itu saja, para simpanse dapat mengalahkan manusia.

Seperti dibahas di atas...
manusia ternyata memiliki
banyak keunggulan lainnya
yang bahkan belum ditulis
di artikel ini....

Dan...
banyak hal unggul yang
manusia  dapat  lakukan
TIDAK  MEMBUTUHKAN
kecerdasan kognitif semata.

Dan inilah...
yang membuat
kehidupan manusia
menjadi lebih...
... berestetika
... berbudaya
... bermakna
... bertujuan
... berkreasi
... beradab
... beretika


Aza-aza FIGHTING.

Sumber gambar: Manusia vs Simpanse (IG @eldadido)
Referensi artikel: Chimpanzees vs. Humans: Sizing Up Their Strength (© abcnews.go.com)
Artikel ini ditulis sebagai salah satu materi ajar dalam el-Science, Sistem Pendidikan Modern (www.eldadido.com)

Hits: 1314