VdBackground 01.jpg

Rahasia-rahasia Komunikasi dari Seorang Pemimpin yang Hebat

Print
Created on Wednesday, 10 December 2014 Last Updated on Tuesday, 25 July 2017 Written by Phi-D


Seperti dibahas pada artikel Mana yang Lebih Penting: Pembicara yang Lihai atau Komunikator yang Hebat?, terlihat bahwa komunikator yang unggul jauh lebih dapat diandalkan dari seseorang yang hanya pandai berbicara.
Saat ketrampilan Anda sebagai komunikator telah terasah dengan baik, itu artinya Anda telah mencapai titik dimana interaksi Anda dengan orang-orang lain secara konsisten telah mengikuti prinsip-prinsip berikut ini.

Jangan Bercabang Lidah saat Berbicara

Dalam kebanyakan kasus, orang-orang tidak akan membuka diri pada orang-orang yang tidak dapat mereka percaya. Jika orang-orang merasa bahwa pimpinan mereka layak mendapatkan kepercayaan mereka, mereka akan memberikan waktu dan mengambil risiko. Sebaliknya, jika pimpinan mereka memiliki reputasi dengan karakter yang buruk dan kurang berintegritas, orang-orang tidak akan mempercayai pimpinan mereka, bahkan jika Anda menuntut dan memaksa mereka untuk mempercayai Anda, itu biasanya juga tidak berhasil. Kepercayaan terbaik dapat diciptakan dengan memberikan rasa percaya melalui tindakan, pikiran dan keputusan yang tepat. Selalu ingat dalam pikiran Anda bahwa orang-orang akan memaafkan banyak kesalahan Anda jika mereka percaya pada Anda, sebaliknya jika mereka tidak memercayai Anda, mereka tidak akan memaafkan kesalahan-kesalahan kecil Anda.

Menjaga Hubungan secara Pribadi

Berhentilah mempersoalkan komunikasi-komunikasi perusahaan dan mulailah percakapan yang bersifat organisasi. Ini berarti Anda berpikir untuk melakukan dialog dua arah (berbicara dan mendengarkan), bukan dialog satu arah. Ingatlah bahwa jika percakapan Anda menjadi semakin pribadi dan membuat lawan bicara Anda terlibat dalam percakapan, ini akan membuat pembicaraan menjadi semakin efektif. Pepatah berikut ini memang benar, “People don’t care how much you know until they know how much you care (Orang tidak akan peduli seberapa banyak Anda tahu sampai mereka tahu seberapa banyak Anda peduli).”

Sebuah teori bisnis klasik memberitahu para pemimpin untuk menjaga jarak, seolah-olah mereka tidak saling mengenal. Menjaga jarak dapat membuat seorang pemimpin hanya akan menerima informasi yang benar dan bersih. Jika Anda tidak mengembangkan hubungan yang berarti dengan orang-orang, Anda tidak akan pernah tahu apa yang ada dalam pikiran orang-orang; dan jika Anda tidak pernah tahu pikiran orang tersebut, Anda bisa jadi akan terlambat untuk melakukan sesuatu.

Lebih Tegas

Komunikasi yang tegas berarti komunikasi yang jelas, sederhana dan singkat. Dan ini jauh lebih baik daripada komunikasi yang ambigu (tidak jelas/mendua), rumit dan membingungkan. Tanpa memahami nilai komunikasi yang ringkas dan jelas, Anda tidak mungkin diberikan kesempatan untuk berbicara dengan terperinci dan orang tidak akan mendengarkan atau pun memperhatikan pembicaraan Anda. Tujuan Anda adalah membuang semua penghalang dalam berkomunikasi dan membuat kata-kata Anda didengarkan.

Fokus untuk Meninggalkan dan Memberi, bukan Mengambil

Komunikator-komunikator yang baik tidak hanya terampil untuk belajar dan mengumpulkan informasi saat berkomunikasi, mereka juga ahli dalam memberikan ide, meluruskan dugaan, menginspirasi tindakan dan menyebarkan visi mereka. Kuncinya adalah untuk mendekatkan setiap interaksi sesuai dengan kebutuhan lawan bicara Anda. Sewaktu Anda benar-benar berfokus untuk memberikan, bukan menerima, Anda akan mencapai tujuan Anda. Memang ini terlihat seperti melawan intuisi, karena Anda sungguh-sungguh berfokus pada kebutuhan dan keinginan orang lain. Tetapi ini akan membuat Anda belajar lebih banyak dibandingkan jika Anda berfokus pada diri sendiri.

Buka Pikiran

Menutup pikiran secara kaku merupakan salah satu faktor besar yang membatasi Anda mendapatkan peluang baru. Seorang pemimpin akan memainkan permainan ke tingkat yang benar-benar baru sewaktu mereka ingin menemukan orang-orang yang berselisih tentang suatu pendapat dan menentang posisi. Tujuannya bukan untuk mengubah pikiran orang-orang tersebut, tetapi untuk memahami apa yang ada dalam pikiran mereka. Pandangan yang bertentangan sebenarnya sangat bagus karena ini berarti orang tersebut memiliki rasa ingin tahu dan ketertarikan yang sangat original. Bukalah percakapan dengan orang-orang yang ingin menghadapi Anda, menantang Anda, membuat Anda tegang dan membangun Anda. Ingatlah, yang terpenting di sini bukanlah masalah pendapat ataupun perbedaan pendapat, tetapi keinginan untuk berdiskusi dan berbicara dengan pikiran terbuka dan... belajar sesuatu yang baru.

Diam dan Dengarkan

Pemimpin yang hebat tahu kapan harus berbicara dan kapan harus diam. Memberitahukan pesan Anda secara berulang-ulang sehingga membuat orang lain menjadi bosan tidak akan membuat Anda mendapatkan hasil apa-apa. Sebaliknya jika Anda terlibat dalam percakapan yang berarti, ini akan memperlihatkan kepada Anda bahwa “pidato” terhebat dapat juga dilakukan dalam bentuk percakapan, dan bukan dalam bentuk ceramah atau percakapan satu arah. Saat Anda mencapai titik tersebut dalam hidup Anda, dan Anda mulai mengerti bahwa pengetahuan tidak dapat diraih hanya dengan berbicara, tetapi juga dengan membuang penyumbat telinga, Anda telah mengambil langkah pertama dengan menjadi seorang komunikator yang terampil.

Ganti Ego dengan Empati

Pemimpin yang memperlihatkan ego dapat membuat talenta mereka tidak berguna. Saat keterbukaan Anda dibicarakan dengan menunjukkan empati dan perhatian, bukan dengan arogan dan kesombongan yang dipengaruhi oleh ego, maka hal-hal baik akan mulai terjadi. Komunikator yang berempati akan menunjukkan kebenaran secara transparansi, yang tidak dapat ditunjukkan oleh mereka yang memilih untuk berkomunikasi dengan ego yang disembunyikan melalui muka empati yang dibuat-buat. Memahami prinsip komunikasi ini akan membantu menghapus kemarahan menjadi respek, dan keraguan menjadi kepercayaan.

Memahami Sesuatu yang Tersirat

Renungkan dan bayangkan salah seorang pemimpin yang hebat; Anda dapat melihat bahwa mereka sangat terampil membaca hal-hal yang tersirat. Mereka memiliki kesanggupan yang luar biasa untuk memahami apa yang tidak dikatakan, disaksikan atau didengarkan. Menjadi seorang pemimpin seharusnya tidak dipandang sebagai surat ijin untuk menambah kesempatan “berpidato”. Sebaliknya pemimpin yang lihai tahu bahwa ada banyak yang bisa didapat dengan mengalah sebaliknya dari mematahkan pendapat seseorang melalui “pidato-pidato”-nya. Di era dari komunikasi instan, setiap orang tampaknya tergesa-gesa untuk mengkomunikasikan apa yang ada dalam pikiran mereka sehingga mereka lupa bahwa ada banyak yang seharusnya didengarkan dari pikiran-pikiran orang lain. Tetap buka mata dan telinga Anda serta tutup mulut Anda dan Anda akan takjub karena tingkat komunikasi dan kesadaran berorganisasi Anda semakin meningkat.

Benar-benar Tahu Apa yang Anda Bicarakan

Anda dapat benar-benar tahu apa yang Anda bicarakan sewaktu Anda berbicara dengan mengembangkan komando teknis dari hal-hal yang Anda kuasai. Jika Anda tidak punya keahlian tentang suatu pokok, maka orang tidak akan tertarik untuk berbicara kepada Anda. Kebanyakan orang sukses tidak tertarik mendengarkan orang-orang yang tidak dapat memberikan nilai pada suatu situasi atau topik. Mereka mungkin akan “memaksa” diri untuk tetap melakukan percakapan. Kebanyakan orang memang sering menyatakan, “Masalahnya, ini bukan apa yang Anda katakan, tetapi bagaimana cara Anda mengatakannya,” namun meskipun memang benar demikian, apa yang Anda katakan juga tetap menjadi hal yang penting. Maka komunikator yang baik akan berbicara berkenaan aspek “Apa” dan “Bagaimana” sewaktu menyampaikan pesan mereka sehingga mereka tidak jatuh dalam jebakan karena menjadi pembicara yang halus, yang meninggalkan orang-orang dengan kesan atas suatu hakekat.

Berbicara pada Kelompok Seperti pada Individu

Pemimpin tidak punya kemewahan untuk berbicara pada satu individu secara intim. Komunikator yang hebat dapat merajut sebuah pesan sehingga mereka dapat berbicara pada 10 orang dalam ruang konferensi, atau pada 10.000 orang di sebuah aula, dan merasa seperti sedang berbicara secara langsung kepada setiap orang sebagai satu individu. Mengetahui cara mengatur ruangan dan membangun kredibilitas, kepercayaan dan hubungan merupakan kunci-kunci untuk interaksi yang sukses.

Bersiap untuk Mengubah Pesan (jika dibutuhkan)

Komponen lain dari strategi komunikasi yang sangat jarang didiskusikan adalah cara untuk menjaga agar pesan tidak menjadi buruk dan apa yang harus dilakukan saat pesan yang disampaikan malah menjadi buruk. Ini disebut mempersiapkan dan mengembangkan rencana yang tidak terduga. Sekali lagi, Anda harus terus mengingat agar interaksi yang sukses dapat terjadi, tujuan yang Anda bangun harus sejajar dengan orang-orang yang sedang Anda ajak berkomunikasi. Jika keahlian, empati, kejelasan Anda dan sebagainya tidak menimbulkan efek yang diinginkan, Anda harus membuat pengaruh dengan mengubah hal-hal yang sudah terjadi. Gunakan pertanyaan, humor, cerita, analogi, data yang berkaitan, dan jika dibutuhkan, pernyataan yang tegas untuk membantu menghubungkan dan menimbulkan kepercayaan yang dapat dilihat oleh orang yang ingin dirangkul. Dan taktik terakhir yang dapat diupayakan sebagai langkah terakhir jika semua taktik di atas tidak berhasil adalah “Shock and Awe (Mengguncang dan Membuat Terpesona).”

Jangan menganggap seseorang siap untuk sebuah percakapan istimewa hanya karena Anda pernah bercakap-cakap dengannya. Memberikan waktu untuk mempersiapkan jalan bagi percakapan yang produktif adalah lebih baik daripada sekadar obrolan kosong yang tidak berarti. Selanjutnya, Anda tidak dapat menganggap semua orang tahu darimana Anda datang jika Anda tidak memberitahu mereka. Ya, orang-orang tidak dapat memahami Anda jika Anda tidak pernah memberitahu tujuan mereka. Jika Anda gagal menyampaikan pesan Anda dengan pengetahuan, logika bisnis, alasan, empati dan sebagainya; Anda dapat menemukan bahwa pesan yang sudah dikatakan seperti jatuh di telinga yang tuli, yang selanjutnya membutuhkan penguatan dan penjelasan.

Kesimpulannya:
Pelajaran di sini adalah sewaktu mengkomunikasikan sebuah pesan, baik secara langsung ataupun tidak langsung  (melalui orang ketiga), pastikan pesan yang dikatakan benar dan tepat, beralasan dan didukung oleh logika bisnis yang kuat, spesifik, konsisten, jelas dan akurat. Habiskan sedikit waktu tambahan di awal pada pesan akan menyelamatkan Anda dari sakit hati dan kerusakan otak pada akhirnya.

Yang terpenting dari semua, tetap ingat bahwa komunikasi bukanlah tentang Anda, pendapat Anda, posisi Anda atau keadaan Anda. Ini tentang membantu orang-orang lain menemukan kebutuhan mereka, memahami perhatian mereka dan menambah nilai dalam dunia mereka. Lakukan langkah-langkah ini dan Anda akan mengurangi banyak masalah komunikasi yang mungkin akan Anda alami.

Aza-aza FIGHTING.

Disadur bebas dari 10 Communication Secrets of Great Leaders (www.forbes.com)
Sumber gambar:  ivanzulva.blogspot.com

Hits: 1710