VdBackground 02  .jpg

Kebiasaan-kebiasaan dari Para Pemikir Strategi Sejati

Print
Created on Monday, 11 May 2015 Last Updated on Monday, 11 May 2015 Written by Phi-D


Pada awal Anda membangun bisnis, bisa jadi Anda hanya melibatkan satu rekan untuk membantu Anda. Ini berarti Anda harus mengerjakan setiap pekerjaan, seperti membuat peraturan, menghubungi para investor, membuang sampah di tempat usaha, bahkan memasak sendiri makanan Anda. Sekarang setelah semua bisnis Anda mulai berkembang, Anda memiliki pegawai yang dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan itu untuk Anda. Ini berarti waktunya telah tiba bagi Anda untuk ”bertindak strategis”.

Jika Anda merasa tidak dapat bertindak strategis, maka Anda tidak sendirian. Dengan tidak bertindak strategis, sebenarnya Anda seperti sedang berjalan menyimpang di jalur cepat namun Anda tidak melihat alasan untuk memperlambat jalannya bisnis Anda. Ya, godaan dari setiap pemimpin adalah untuk langsung berhubungan dengan apa yang ada di depannya, karena hal itu selalu terlihat lebih penting dan nyata. Masalahnya adalah jika Anda melakukan itu berulang-ulang, Anda sedang mempertaruhkan perusahaan Anda. Hal ini disebabkan karena saat Anda berfokus untuk menghindari ”lubang-lubang”, Anda akan kehilangan kesempatan untuk meraih keuntungan tidak terduga, dan bisa jadi karena fokus Anda bercabang, Anda salah memilih jalan yang tepat.

Memang memimpin suatu perusahaan merupakan pekerjaan yang berat, maka Anda tidak dapat membuat kesalahan. Karena itu, ”perusahaan Anda membutuhkan pemimpin strategis!” Pemimpin yang strategis selalu dibutuhkan oleh setiap perusahaan, besar dan kecil. Satu alasan mengapa pekerjaan ini sangat sulit adalah karena tidak ada satu orang pun yang dapat memahami apa yang sedang dibawanya. Sangatlah sulit untuk menjadi pemimpin yang strategis jika Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan pemimpin yang strategis.

Setelah dua dekade menjadi konsultan untuk organisasi-organisasi, besar dan kecil, Paul Schoemaker, direktur riset Wharton School, dan kolega-koleganya menyimpulkan apa saja yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin yang strategis. Menurut mereka, pemimpin strategis yang dapat menyesuaikan diri dan dapat maju dengan pesat pada lingkungan yang tidak pasti, akan melakukan hal-hal berikut ini.

1. Antisipasi

Fokus paling besar dari kebanyakan perusahaan adalah pada apa yang ada di depan mata. Ini membuat para pemimpin kehilangan ”penglihatan pada apa yang kurang penting”. Padahal dengan melakukan ini, perusahaan Anda mudah diserang oleh pesaing yang dapat menemukan dan bertindak pada signal-signal yang ambigu dari perusahaan Anda.

Maka berikut ini adalah langkah-langkah yang harus Anda lakukan untuk benar-benar menjadi pemimpin yang dapat mengantisipasi dengan baik:
a. Melihat informasi berupa perubahan “permainan” yang terjadi di sekeliling industri Anda.
b. Mencari hal-hal yang melampaui batasan sekarang dari bisnis Anda.
c. Membangun jaringan eksternal yang luas untuk membantu Anda mengamati, memindai, dan meneliti horison dengan lebih baik.

2. Berpikir Kritis

Pemikiran yang konvensional hanya membuat Anda mengetahui sedikit dan tidak perlu membuat tebakan lainnya. Dan jika Anda hanya ”menelan” semua manajemen yang tidak penting, menerima hal-hal yang tampak seperti keyakinan, dan menyimpulkan pendapat tanpa mengkonfirmasi ulang, perusahaan Anda akan kehilangan semua keuntungan kompetitif.

Pemikir yang kritis tidak akan menerima semua informasi begitu saja, tetapi ia akan mempertanyakan segala sesuatu.

Untuk menguasai ketrampilan ini, Anda harus memaksa diri Anda untuk:
a. Membingkai ulang masalah-masalah sehingga Anda dapat masuk ke hal-hal dasar, yaitu akar permasalahan.
b. Menantang keyakinan dan pemikiran saat ini dari perusahaan dan Anda sendiri.
c. Menyingkapkan kemunafikan, manipulasi, dan prasangka dalam keputusan-keputusan di dalam organisasi.

3. Menafsirkan dan Menerjemahkan

Ambigu adalah sesuatu yang tidak pasti. Dan dengan menghadapi itu, Anda bisa jadi tergoda untuk mencari solusi yang terburu-buru, yang sangat berpotensi salah. Pemimpin strategis yang baik tetap kokoh, mengumpulkan informasi dari banyak sumber sebelum mengembangkan sudut pandang.

Untuk dapat melakukan ini dengan baik, Anda harus:
a. Mencari pola dari banyak sumber-sumber data.
b. Menganjurkan orang-orang lain untuk melakukan hal yang sama.
c. Mempertanyakan asumsi yang berlaku saat ini dan menguji beberapa hipotesa secara serempak.

4. Memutuskan

Banyak pemimpin jatuh dalam ”analisa yang lumpuh”. Anda harus mengembangkan seluruh proses dan menjalankannya, sehingga Anda dapat tiba pada posisi yang ”cukup baik”.

Untuk melakukannya dengan baik, maka Anda harus:
a. Membingkai dengan hati-hati keputusan untuk masuk ke pokok masalah.
b. Menyeimbangkan kecepatan, kekakuan, kualitas, dan ketangkasan. Tinggalkan kesempurnaan untuk mendapatkan tenaga dan kuasa yang lebih tinggi.
c. Ambil pendirian walau informasi yang didapat belum lengkap dan berdiri di tengah-tengah berbagai pandangan dari berbagai pihak.

5. Meluruskan

Persetujuan bersama sangat jarang terjadi, maka seorang pemimpin strategis harus mengembangkan dialog terbuka, membangun kepercayaan, dan mengikutsertakan pemegang saham utama, terutama saat terjadi perbedaan pendapat atau pandangan.

Untuk menarik pelurusan tersebut, Anda harus:
a. Memahami apa yang menggerakkan agenda dari orang-orang, termasuk apa yang tidak terlihat (tersembunyi).
b. Mengangkat masalah-masalah sulit keluar, walaupun itu membuat tidak nyaman.
c. Menilai toleransi risiko dan mengikuti untuk membangun dukungan yang penting.

6. Belajar

Seraya perusahaan Anda berkembang, umpan balik yang jujur dan terus terang menjadi semakin sulit didapatkan. Anda harus melakukan apa yang dapat dilakukan untuk membuat Anda mendapatkan umpan balik tersebut. Ini sangat penting karena keberhasilan dan kegagalan, terutama kegagalan, merupakan sumber yang sangat berharga untuk pembelajaran dalam suatu organisasi (Baca artikel: Masalah adalah Hadiah Terindah).

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus dilakukan:
a. Anjurkan dan berikan contoh yang jujur
b. Wawancara dengan teliti untuk menggali pelajaran-pelajaran berharga.
c. Segera mengubah jalur perjalanan dengan cepat saat menyadari bahwa Anda sudah keluar jalur.
d. Rayakan keberhasilan, dan juga kegagalan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik.

Sebenarnya, ini merupakan suatu daftar tugas yang sangat berani. Tidak ada seorang pun yang terlahir dengan keterampilan ini secara mahir, tetapi setiap orang dapat belajar keterampilan ini dengan baik.

Jika Anda ingin tahu apakah Anda memiliki ketrampilan untuk berpikir secara strategis, cobalah uji keterampilan strategis Anda pada survey di laman ini.

Disadur bebas dari: 6 Habits of True Strategic Thinkers (© www.inc.com)

Hits: 721