VdBackground 01.jpg

Keterampilan untuk Menghubungkan Satu Titik ke Titik Lainnya

Print
Created on Friday, 27 February 2015 Last Updated on Wednesday, 11 January 2017 Written by Phi-D


Kehidupan bergerak dengan kecepatan yang sangat hebat. Pada saat yang bersamaan, keberadaan internet membuat lebih banyak informasi dapat diakses. Terkadang mengolah semua informasi yang diterima dapat membebani, karena informasi yang bermanfaat adalah informasi yang harus dapat dilihat, disaring, diidentifikasi dan digunakan untuk membimbing dalam kehidupan atau pun membantu membuat keputusan.

Karena itu, sangatlah penting untuk mengembangkan mata dan pikiran untuk mengenali pola, tren dan menghubungkan titik-titik untuk membangun ide dari kejadian, pengalaman dan berbagai hal yang sepertinya tidak berhubungan sama sekali. Kesanggupan untuk ”menghubungkan titik-titik” adalah keterampilan yang penting untuk menambah senjata Anda dalam menghadapi kehidupan.

Kesanggupan untuk menghubungkan titik-titik dapat memberikan Anda keuntungan strategis karena Anda dapat melihat detil-detil kecil yang bagaikan titik-titik tidak terlihat, setelah itu Anda dapat "melihat" bagaimana itu semua berhubungan untuk memberikan Anda gambaran besar. Dan dengan cara yang sama, Anda pun dapat melihat gambaran besar dan memotong-motongnya menjadi bagian-bagian pokok yang kecil sehingga memudahkan Anda untuk mengerjakan setiap detil menjadi satu pekerjaan utuh.

Menghubungkan titik-titik adalah suatu proses yang melibatkan pikiran kita untuk melihat ke belakang (belajar dari masa lalu) dan melihat ke depan (membangun masa depan). Ini semua mengharuskan Anda untuk mengembangkan dan mempertajam penglihatan, berpikir ke depan, kreatif, inovasi, membuat keputusan dan menjadi pro-aktif. Karena itu, keterampilan ini sebenarnya sangat penting dimiliki oleh seorang pemimpin. Ya, kesanggupan untuk menghubungkan setiap titik dapat menjadi tanda-tanda dari pemimpin hebat yang direspek dan dihormati.

Fase ”Aktif” untuk Menemukan Titik-titik

Keterampilan untuk menemukan dan melihat titik-titik dapat dilatih dengan menyempurnakan keterampilan Anda untuk mengamati sekitar Anda, mendengarkan dengan cermat dan penuh perhatian, mendengarkan apa yang dikatakan dan bahkan apa yang tidak dikatakan, memperhatikan komunikasi non-verbal dengan minat yang besar, keingin-tahuan yang besar, menanyakan banyak pertanyaan, menyelidiki berbagai hal, membuat catatan dengan baik, ”memakan” banyak informasi yang menarik, membaca berbagai informasi tentang apa pun, membangun jaringan, bekerja sama dan bertukar-pikiran dengan orang-orang lain.

Fase aktif adalah saat Anda menghabiskan banyak waktu untuk berpikir dan memantulkan informasi yang telah Anda peroleh secara tetap tentu dan menghubungkan informasi-informasi baru ini dengan semua kejadian di masa lalu, mengamati, menggunakan intelegensi, dan pengalaman-pengalaman masa lalu yang telah Anda kumpulkan dalam hidup. Saat fase ini terjadi, Anda mengumpulkan "tambang" informasi dan pengalaman untuk menemukan titik-titik, kemudian mencari tahu bagaimana titik-titik tersebut saling berhubungan dalam teka-teki hebat untuk menyusun potongan-potongan gambar yang disebut... "KEHIDUPAN".

Fase ”Pasif” untuk Menghubungkan Titik-titik

Fase pasif berarti membiarkan informasi ”berfermentasi” dalam pikiran Anda. Berhentilah sebentar untuk mencari informasi yang menarik, kilatan jenius atau momen ”a-ha” yang biasanya terjadi pada saat Anda dalam kondisi santai, seperti saat Anda mandi, tidur, makan, berjalan-jalan, berwisata, lari pagi, bermain dan sebagainya (baca artikel: Belajar dari Bohlam Lampu”). Apa kesamaan dari semua situasi atau aktivitas yang tadi disebutkan? Ya, semua situasi dan aktivitas yang Anda lakukan membuat Anda tidak berpikir aktif secara mental, tidak bekerja, tidak mempunyai beban mental. Di saat-saat seperti itulah ide-ide Anda dapat mengalir dengan bebas dan terjadilah penghubungan pada setiap titik.

Satu dari tantangan pada situasi untuk menghubungkan titik adalah untuk mendapatkan ide kreatif yang mengalir bebas saat Anda tidur, karena ada risiko Anda melupakan ide-ide itu saat Anda bangun. Dalam kebanyakan kasus, hal ini memang terjadi. Anda benar-benar tidak dapat mengingat apa pun yang Anda lihat dengan sangat jelas dalam mimpi-mimpi Anda. Namun dengan berlatih, Anda dapat membuat jurnal mimpi dimana Anda dapat bangun dan menuliskan semua mimpi-mimpi Anda.

Saya pribadi seringkali mendapatkan banyak ide saat saya tertidur. Biasanya saat saya sangat tahu kapan saya bisa membuat otak saya berpikir waktu tidur, maka saya menaruh kertas kosong dan pensil di samping tempat tidur saya sebelum tidur. Saat saya bangun di pagi hari, semua kertas kosong telah penuh ditulisi ide. Memang saat itu terjadi, saya seperti orang yang tidak tidur, tetapi secara badan dan otak, saya memang tertidur karena di pagi hari, selain seluruh kertas tertulisi dengan ”indah”, saya pun merasa tidur saya malam itu sebagai tidur paling nyenyak dengan "mimpi" yang paling indah dan badan pun terasa begitu segar.

Sebagai kesimpulannya, Anda memang harus pertama-tama melalui fase ”aktif” untuk mengumpulkan berbagai informasi dan menemukan berbagai titik informasi sehingga titik-titik itu dapat dihubungkan pada fase ”pasif”. Informasi-informasi yang dikumpulkan pada fase ”aktif” adalah materi-materi kasar yang akan diproses pada fase ”pasif” untuk membuat produk akhir.

Pada akhirnya, sangatlah penting untuk mencatat karena memang mudah, dan memang benar mudah, untuk melihat hubungan di antara beberapa titik. Akan tetapi ada titik-titik lainnya yang membutuhkan waktu yang lama untuk melihat hubungannnya atau akibat dan efek hubungan. Terkadang beberapa informasi yang telah Anda kumpulkan malah tidak memiliki hubungan titik sama sekali. Saat itu terjadi, tetaplah tinggikan antena Anda dan terus mengulang proses untuk ”menghubungkan titik-titik”.

Miliki keyakinan dan percaya sepenuhnya seraya Anda terus bergerak dan bertindak. Jadikan ketidak-pastian sebagai teman Anda karena itu membuat Anda percaya, menyelidiki, belajar, dan bertumbuh. Teruslah untuk mencari semua kemungkinan atau titik-titik yang lain.

Jangan takut gagal karena jika Anda terus mencoba dan berupaya dengan maksimal Anda tidak akan pernah menjadi pecundang. Saya sendiri membangun filosofi yang saya jalani selama ini untuk mengingatkan saya untuk terus BERANI menghadapi berbagai situasi yang tidak dapat dikendalikan.

When I can control everything then I am a WINNER,
Vice versa, when everything's against me and I can not control almost anything, then I am a LEARNER.
Well, I win some, I learn some, and NEVER BE a LOSER.
(Ketika saya dapat mengendalikan segala sesuatu maka saya adalah seorang PEMENANG,
Sebaliknya ketika segala sesuatu menentang saya dan saya tidak dapat mengendalikan segala sesuatu,
maka saya adalah seorang yang sedang BELAJAR.
Yaah, terkadang saya memenangkan sesuatu, terkadang saya harus belajar sesuatu,
dan TIDAK PERNAH menjadi seorang PECUNDANG).

Aza-aza FIGHTING.

Disadur bebas dari: Connecting the Dots: A Useful Skill to Have (© www.linkedin.com)

 

Hits: 1321