VdBackground 02  .jpg

Mengapa Burung Terbang dalam Formasi V?

Print
Created on Friday, 17 June 2011 Last Updated on Thursday, 03 April 2014

Di daerah-daerah tertentu, khususnya daerah yang memiliki 4 (empat) musim waktu, burung-burung seringkali harus bermigrasi untuk menghindari musim dingin yang mematikan. Seringkali, burung-burung ini harus bermigrasi ke daerah yang sangat jauh. Pada umumnya, burung-burung ini akan terbang dalam formasi V. Kenapa harus dalam formasi V?

Berikut ini akan ditampilkan beberapa fakta menarik yang telah diteliti oleh para ilmuwan tentang alasan burung-burung terbang dalam formasi V.

• Terbang dalam formasi memungkin setiap burung dapat saling melihat sehingga lebih cepat bereaksi bila burung yang di depan mengubah haluan, kecepatan, atau ketinggian.

• Arus udara yang terbentuk oleh burung yang di depan akan memudahkan kelompok di belakangnya untuk terbang karena mengurangi turbulensi udara. Karena itu tidak heran jika kelompok burung yang bermigrasi terdiri dari sejumlah keluarga dan burung yang dewasa yang terlihat bergantian memimpin.

• Terbang dalam formasi berbentuk V untuk mengurangi gesekan dan menghemat energi pada migrasi jarak jauh.  (The Daily Telegraph, London) Sehingga burung yang terbang dalam formasinya memperoleh daya angkat ekstra dari pelikan yang terbang di depannya. Ini terjadi karena burung yang terbang di belakang tidak perlu bersusah payah untuk menembus “dinding udara” di depannya. Dengan terbang dalam formasi "V", seluruh kawanan dapat menempuh jarak terbang 71% lebih jauh daripada kalau setiap burung terbang sendirian.

•  “Pada burung yang terbang dalam formasi, tiap sayap bergerak dalam suatu area aliran udara ke atas yang dihasilkan oleh sayap dari burung-burung lainnya dalam formasi itu. Strategi ini memungkinkan para burung menghemat energi sampai 20 persen lebih banyak daripada sewaktu terbang sendirian. (Nature Magazine)

• Para ilmuwan dari National Centre of Scientific Research di Villiers en Bois, Prancis, mengukur detak jantung delapan pelikan yang terbang dalam formasi V dan kemudian membandingkan hitungan itu dengan ”kepakan sayap dan pola terbang” mereka. Para peneliti mendapati bahwa detak jantung burung-burung tersebut berkurang sewaktu terbang dalam formasi dan mereka tidak terlalu sering mengepakkan sayap dibandingkan sewaktu terbang solo, meskipun kecepatannya sama.

Naluri burung untuk terbang dalam formasi V ini ternyata telah membuat beberapa ilmuwan terinspirasi untuk menggunakan metode yang sama. Para insinyur membuat eksperimen untuk meneliti apakah itu bisa digunakan dengan efektif pada pesawat terbang. Para insinyur ini memasang peralatan elektronik canggih pada pesawat sehingga sang pilot dapat menerbangkan pesawat itu tetap pada posisi tertentu, dalam kisaran 30 sentimeter, dengan pesawat pendahulunya yang berjarak 90 meter. Ternyata, pesawat yang diterbangkan secara bersama menggunakan formasi yang sama dengan burung yang bermigrasi mendapati bahwa daya penahan pesawat jet berkurang 20 persen dari yang normal dan menghemat bahan bakar hingga 18 persen. Mereka akhirnya yakin bahwa temuan mereka bisa diterapkan untuk kebutuhan militer maupun sipil.

Selain itu, naluri burung ini juga dapat memberikan banyak pelajaran praktis. Beberapa pelajaran praktis ini dapat dilihat pada artikel Pelajaran dari Formasi Terbang Burung

Namun, berbeda dengan burung, ada hal kebalikan dari cara orang berjalan di keramaian. Coba Bandingkan dengan saat orang berjalan di keramaian.

Dikutip dari berbagai sumber.
Sumber gambar: www.123rf.com

Hits: 2990