VdBackground 01.jpg

Siapakah Orang-orang Penting Itu?

Print
Created on Wednesday, 20 November 2013 Last Updated on Friday, 27 December 2013 Written by Phi-D

 


Hari ini, saya bukan bermaksud menguji pengetahuan Anda, tapi hanya sekadar ingin menanyakan kepada Anda tentang nama-nama orang berikut ini:

Apakah Anda kenal dengan Dahlan Iskan? Siapa dia?

Apakah Anda kenal dengan Joko Widodo? Siapa dia?

 

Apakah Anda kenal dengan Barack Obama? Siapa dia?

Apakah Anda kenal dengan Fryderyk Chopin? Siapa dia?

Apakah Anda kenal dengan Ludwig van Beethoven? Siapa dia?

Apakah orang-orang yang saya kelompokkan di atas termasuk orang-orang penting sehingga Anda tahu tentang mereka?

Lalu, saya ingin menanyakan lagi nama-nama berikut ini:

Apakah Anda kenal dengan Boaz Subroto? Siapa dia?

Apakah Anda kenal dengan Sapar Hidayat? Siapa dia?

Apakah Anda kenal dengan Chanam Muklison? Siapa dia?

Apakah Anda kenal dengan Doni Siregar? Siapa dia?

Apakah Anda kenal dengan Siofie Dewi (ci Upay)? Siapa dia?

Apakah Anda kenal dengan William Aristaking? Siapa dia?

Apakah Anda kenal dengan Supiyah dan Yuni Chang? Siapa dia?

Apakah Anda mengenal nama-nama yang belakangan saya sebut? Apakah orang-orang dalam kelompok kedua termasuk orang-orang penting? Mana orang yang lebih penting, orang-orang di kelompok pertama atau orang-orang di kelompok kedua?

Pada umumnya orang memberikan istilah “orang penting” kepada mereka yang memiliki posisi berkuasa, bos, konglomerat, atlit berprestasi, artis/aktor ternama, atau semua yang memiliki pengaruh besar pada dunia. Akan tetapi, apakah memang hanya mereka orang-orang penting di dunia ini? Apakah orang-orang yang berhasil menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang, yang mampu memimpin banyak orang, yang mau melayani banyak orang ataupun yang dapat mengajari banyak orang lebih penting dari orang-orang yang “tidak sanggup” melakukannya?

Bagaimana kalau saya menyatakan bahwa semua orang itu penting? Bahwa nama-nama orang yang saya kelompokkan di kelompok kedua sama pentingnya dengan orang-orang di kelompok pertama?

Sebelum Anda menjawab pertanyaan saya, saya akan coba menceritakan sedikit tentang orang-orang di kelompok kedua.

Boaz Subroto adalah pemegang kunci gudang di tempat saya bekerja. Setiap kali ingin mencetak buku, saya butuh banyak kertas agar dapat melihat perbaikan-perbaikan yang dibutuhkan. Bayangkan jika tidak ada seorang Boaz Subroto? Tidak akan pernah ada buku-buku yang dicetak dengan benar.

Sapar Hidayat adalah orang yang selalu memberikan masukan dan kritikan membangun terhadap buku-buku yang saya tulis. Ide-ide yang didapat dari pengalamannya membuat saya dapat memberikan revisi-revisi menarik terhadap hal-hal yang saya tulis. Bayangkan jika tidak ada seorang Sapar Hidayat? Saya akan selalu merasa buku saya adalah yang terbaik sehingga saya tidak akan memperbaiki banyak kesalahan yang saya tulis di buku saya.

Chanam Muklison adalah orang yang selalu menceritakan tentang bisnis, investasi, ilmu baru dan banyak hal menarik lainnya. Memberikan gambaran tentang dunia luar yang begitu menarik. Bayangkan jika tidak ada seorang Chanam Muklison? Saya hanya tahu tentang buku, buku dan buku. Bagaikan seekor kodok dalam tempurung.

Doni Siregar adalah sesama penulis buku yang selalu menyemangati untuk terus sama-sama berjuang. Bayangkan jika tidak ada seorang Doni Siregar? Saya tidak dapat menulis buku dengan semangat.

Ci Upay adalah orang yang selalu tertawa dan menceritakan banyak hal-hal sederhana yang menarik melalui cerita ataupun surat yang ditulisnya secara kreatif. Bayangkan jika tidak ada seorang ci Upay? Saya tidak belajar untuk menjadi kreatif dan tertawa.

William Aristaking adalah orang yang tidak pernah lupa memberikan penyegaran-penyegaran dan nasihat-nasihat rohani. Bayangkan jika tidak ada seorang William Aristaking? Saya tidak akan seimbang dalam menjalankan kehidupan jasmani dan rohani.

Yuni Chang dan Supiyah adalah orang-orang yang senang berdiskusi dengan saya tentang resep masakan, tanaman, berkebun juga selalu memperhatikan hewan-hewan peliharaan saya ataupun mengajak saya jalan-jalan. Bayangkan jika tidak ada seorang Yuni Chang ataupun Supiyah? Saya tidak punya varian masakan ataupun lupa untuk jalan-jalan menikmati hal-hal menarik di dunia ini.

Setelah Anda membaca perincian tentang orang-orang di kelompok kedua, masihkah teman-teman menganggap orang-orang itu “tidak penting”?

Coba jawab secara jujur (tanpa mengurangi rasa hormat pada orang-orang penting di kelompok pertama), siapa yang Anda pikir lebih penting untuk dunia saya pribadi?

Dahlan Iskan atau Boaz Subroto?

Jokowi atau Sapar Hidayat?

Barack Obama atau Chanam Muklison dan Doni Siregar?

Fryderyk Chopin atau William Aristaking?

Ludwig van Beethoven atau ci Upay, Yuni dan Supiyah?

Memang orang-orang di kelompok pertama sangat berpengaruh untuk dunia, tetapi orang-orang di kelompok kedua sangat berpengaruh untuk kehidupan pribadi saya.

Inti Cerita:

Ternyata, setiap orang adalah orang penting. Sadarkah Anda bahwa kehidupan Anda itu penting dan orang-orang yang mengisi hidup Anda adalah orang-orang penting. Anda sendiri juga sama pentingnya dengan orang yang wajah-wajahnya bermunculan di layar televisi atau sampul majalah dan yang ceritanya ditulis dalam buku atau koran.

Setiap orang pastinya memiliki sesuatu yang bisa disumbangkan pada kehidupan. Setiap orang dapat membuat perbedaan yang bernilai positif karena setiap orang memiliki kesanggupan dan karakter yang unik di dunia ini. Jadi, orang-orang penting sebenarnya ada di sekitar Anda, mereka bersama-sama dengan Anda setiap hari.

Maka, apakah Anda ingin menjadi salah satu dari orang penting? Ini berarti Anda harus menganggap orang-orang di sekitar Anda penting. Kenali potensi luar biasa mereka, hargai potensi mereka, belajar untuk menjadikan mereka orang penting di dunia Anda dan Anda pun akan dijadikan orang penting di dunia mereka.

Aza-aza FIGHTING untuk semua orang penting dalam hidup saya.

Cerita ini diinspirasi dari Orang-orang Penting di Sekitar Saya dan jagatmotivasi.com

Hits: 952