VdBackground 01.jpg

Memotivasi atau Meruntuhkan Motivasi Karyawan Anda

Print
Created on Thursday, 02 October 2014 Last Updated on Thursday, 02 October 2014 Written by Phi-D


Penelitian nasional yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan bahwa hanya kurang dari 1 karyawan, dari 4 karyawan yang tidak bekerja dalam tingkat manajemen, yang sangat produktif dan memiliki banyak motivasi. Motivasi mereka membuat mereka menunjukkan banyak kemajuan dalam pekerjaan. Akan tetapi fakta ini sekaligus memperlihatkan bahwa sebenarnya ada begitu banyak karyawan yang tidak lagi memiliki motivasi dalam bekerja. Dan karena hubungan dari karyawan dengan atasan langsungnya adalah faktor penting yang mempengaruhi pekerjaan dan motivasinya, maka ini merupakan tanggung-jawab dari manajemen untuk memperbaiki tingkat motivasi karyawan mereka.

Memotivasi Karyawan Anda

Memotivasi bukanlah suatu pekerjaan yang mudah dilakukan. Berikut ini adalah 5 (lima) cara sederhana yang mungkin dapat Anda gunakan untuk memotivasi karyawan Anda.

1. Menarik perhatian pada kepentingan ekonomi individu karyawan melalui kinerja yang ditunjukkan perusahaan.

Ini tidak mudah dilakukan karena ini seharusnya ditunjukkan oleh manajemen tingkat teratas. Tetapi program bayaran perangsang (insentive compensation program) memberikan seluruh karyawan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan saat perusahaan memperoleh keuntungan. Dan hal ini dapat secara alami mendorong motivasi seluruh karyawan untuk bekerja dengan kompak sehingga membuat perusahaan selalu memperoleh keuntungan.

2. Perlihatkan minat tulus pada karir seorang karyawan di masa depan.

Ini akan berpengaruh pada perilaku karyawan yang yakin bahwa atasannya benar-benar peduli terhadap karir mereka di masa depan. Menasihati, melatih, mengusulkan pelatihan tambahan atau kursus, semuanya ini akan membantu karyawan Anda; dan karyawan Anda juga akan sangat menghargai perhatian Anda.

3. Perlihatkan minat yang tulus pada kehidupan pribadi karyawan Anda.

Sebagai atasan, Anda dapat menawarkan jadwal yang fleksibel, memahami komitmen keluarga karyawan Anda, bertenggang-rasa terhadap kunjungan karyawan ke dokter dan sebagainya. Atasan yang sensitif terhadap hal-hal ini akan sangat dihargai. Ya, seperti kata pepatah, tindakan-tindakan kecil dapat membuat perbedaan yang besar.

4. Dengarkan karyawan Anda dengan penuh pengertian.

Hal ini sebenarnya sangat mudah dilakukan. Mendengarkan dengan penuh pengertian berarti Anda harus mendengarkan ide-ide karyawan Anda untuk kemajuan pekerjaan mereka; namun bukan itu saja Anda bahkan bisa jadi harus mendengarkan masalah-masalah mereka, hal-hal yang menjadi perhatian mereka, kekecewaan mereka, perselisihan mereka, kejadian-kejadian yang mereka alami, masalah anak-anak mereka, masalah orang-tua mereka, masalah kakek-nenek mereka. Ya, apa saja yang mereka ceritakan dan utarakan, Anda harus mendengarkannya.
Setelah itu, Anda harus dapat “memisahkan gandum dari kulitnya”. Ini berarti sebagai atasan, Anda dapat saja terlihat sangat buruk. Akan tetapi dalam beberapa kasus, kelihaian Anda dalam mendengarkan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pekerjaan Anda.

Akan tetapi jika karyawan Anda terus-menerus meminta didengarkan dan selalu mengeluh untuk mencela, maka Anda harus meminta karyawan Anda untuk “diam” dan kembali bekerja. Tetapi jika karyawan Anda adalah karyawan yang baik, ia akan menghargai jika didengarkan.

5. Lakukan pada orang lain apa yang Anda ingin orang lakukan untuk Anda.

Cara Anda memperlakukan bawahan, akan membuat Anda diperlakukan dengan cara yang sama oleh bawahan Anda. Maka jika Anda merespek karyawan-karyawan Anda dengan baik, maka karyawan Anda akan bekerja dengan cara yang merespek Anda.

Saran-saran di atas (kecuali saran no. 1) merupakan cara memotivasi karyawan Anda tanpa mengeluarkan biaya apa pun. Dan daftar di atas memang harus semuanya dilakukan oleh Anda untuk memotivasi karyawan Anda. Ya, saat Anda harus memotivasi karyawan Anda, Anda hanya dibatasi oleh imajinasi Anda.

Meruntuhkan Motivasi Karyawan

Meruntuhkan motivasi merupakan cara-cara yang sangat mudah dilakukan. Mungkin Anda perlu mengetahui beberapa cara untuk menghancurkan motivasi karyawan Anda sehingga Anda tidak melakukan tindakan ini terus-menerus.

1. Gunakan kuasa dari posisi Anda sebagai atasan dengan cara yang menunjukkan bahwa Anda tidak merespek karyawan-karyawan Anda sebagai individu.

Ini adalah kebalikan dari nomor 5, dari cara memotivasi karyawan Anda; dan kadang ini dapat dilakukan dengan cara yang halus. Seperti terus-menerus datang terlambat pada rapat-rapat karyawan, tidak membalas pesan-pesan dari karyawan Anda, mengabaikan usulan karyawan Anda tentang cara meningkatkan operasional perusahaan dan sebagainya. Ini mungkin hal-hal yang tampak tidak berarti untuk seorang eksekutif yang memiliki masalah-masalah yang lebih berat dan harus dipikirkannya, tetapi kenyataannya, hal-hal ini dapat cukup membuat karyawan Anda tidak menyukai Anda dan membuat mereka menjadi tidak termotivasi. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, hal-hal kecil dapat membuat perbedaan yang besar dalam perasaan seorang karyawan berkenaan dengan pekerjaan mereka.

2. Menghentikan proyek yang dikerjakan oleh salah satu karyawan Anda.

Hal ini pastinya akan membuat karyawan Anda gila dan pusing. Atasan yang baik akan memberikan kepercayaan penuh pada karyawannya untuk mengerjakan proyeknya sampai target waktu yang telah ditetapkan.

3. Kehilangan kesabaran.

Hal ini memang merupakan sifat alami manusia, tetapi karyawan Anda tidak suka selalu dipersalahkan. Maka jika Anda selalu kehilangan kesabaran, karyawan Anda tidak akan menunjukkan loyalitas pada Anda.

4. Tidak membela karyawan Anda sewaktu mereka mendapat serangan secara pribadi atau dalam organisasi.

Sewaktu karyawan Anda diserang secara pribadi atau dalam organisasi tetapi merasa bahwa serangan itu tidak layak ia dapatkan, karyawan Anda pastinya menginginkan dan mengharapkan Anda mendukung mereka. Jika Anda hanya diam saja, karyawan Anda akan mengingat kejadian itu dan mereka akan kehilangan motivasi.

5. Tidak memberikan dukungan emosional seperti pujian.

Karyawan Anda ingin mengetahui bahwa mereka telah melakukan pekerjaan yang bagus dan berharga. Jika mereka memang telah melakukan pekerjaan-pekerjaan yang bagus, kata-kata sederhana yang membesarkan hati dapat Anda lontarkan dengan sangat mudah, tanpa perlu membayar harga yang mahal dan ini dapat memotivasi karyawan dengan ampuh. Akan tetapi jika mereka memang tidak melakukan pekerjaan mereka dengan baik, Anda tidak perlu memuji mereka, tetapi memberitahu mereka dengan sopan bahwa cara kerja mereka  dapat mengikis kredibilitas dalam pekerjaan mereka.

Akan tetapi cara-cara di atas ini hanyalah sebatas pendapat pribadi dari seorang penulis dalam laman Forbes.com. Tiap atasan dan pembaca pastinya memiliki cara-cara tersendiri yang mungkin lebih mudah dan lebih cocok dilakukan untuk memotivasi. Hal ini disebabkan karena setiap manusia adalah pribadi yang unik, tidak semua cara yang ditulis di artikel ini dapat cocok untuk memotivasi orang-orang tertentu. Oleh karena itu, coba lakukan cara-cara ini untuk memotivasi, setelah itu kembangkan sendiri teknik motivasi Anda.

Aza-aza FIGHTING.

Baca juga artikel bagaimana tidak mudahnya memotivasi orang lain.

Disadur bebas dari: 5 Easy Ways To Motivate, and Demotivate, Employees (Forbes.com)

Hits: 744