VdBackground 01.jpg

Keterampilan Menguasai Diri

Print
Created on Tuesday, 25 August 2015 Last Updated on Wednesday, 16 September 2015 Written by Phi-D


Berdasarkan eksperimen Marshmallow yang dilakukan oleh Profesor Walter Mischel dan timnya, kesuksesan seseorang diukur dari salah satu karakter penting, yaitu kesanggupan untuk menunda kesenangan sesaat, atau menguasai diri (baca apa itu eksperimen Marshmallow di artikel: Karakter WAJIB untuk Mencapai Sukses). Dari eksperimen yang dilakukannya, hanya sedikit anak yang memiliki karakter ini. Hasil penelitian ini kemudian menimbulkan pertanyaan-pertanyaan kritis berikut: Apakah karakter ini muncul secara alami dalam diri anak-anak yang akan meraih kesuksesan di masa depan? Apakah kehidupan seseorang sudah ditakdirkan? Dapatkah karakter ini dipelajari dan dikembangkan dalam diri seseorang?

Belakangan para peneliti di Universitas Rochester memutuskan untuk mengulangi eksperimen Marshmallow, tetapi dengan menggunakan sentuhan penting yang berbeda (baca penelitian tentang Kebiasaan Ngemil yang Rasional). Sebelum memberikan anak-anak ini permen Marshmallow, para peneliti ini membagi anak-anak ini dalam dua kelompok berikut:

1. Kelompok pertama diberikan serangkaian pengalaman yang tidak dapat dipercaya.
Sebagai contoh, para peneliti memberikan anak-anak kotak krayon kecil dan menjanjikan untuk membawa kotak krayon yang lebih besar, tetapi mengingkari janjinya. Setelah itu, para peneliti memberikan stiker kecil dan menjanjikan akan membawakan stiker-stiker pilihan yang bagus, tetapi kemudian mengingkari janjinya lagi.

2. Kelompok kedua dihadapkan dengan pengalaman-pengalaman yang sangat dapat dipercaya.
Sebagai contoh, saat mereka dijanjikan dengan krayon yang lebih banyak, mereka memperolehnya. Saat mereka diberi tahu akan mendapatkan stiker-stiker yang lebih bagus, mereka memang mendapatkannya.

Anda dapat membayangkan pengaruh kuat dari pengalaman-pengalaman ini pada tes Marshmallow. Anak-anak pada kelompok yang tidak dapat dipercaya, tidak mempunyai alasan untuk mempercayai para peneliti yang menjanjikan mereka permen Marshmallow kedua saat mereka menahan diri untuk tidak memakan Marshmallow pertama. Dan mereka memang tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk memakan permen Marshmallow pertama.

Sementara itu, anak-anak di kelompok kedua telah melatih otak dan pikiran mereka, dan melihat bahwa menahan dan menguasai diri untuk tidak memakan permen Marshmallow yang pertama sebagai sesuatu yang akan mendatangkan hasil yang positif. Setiap kali para peneliti membuat janji dan menepatinya, otak si anak akan belajar dua hal ini: (1) Menanti hadiah kedua adalah jauh lebih berharga, dan (2) Saya memang memiliki kesanggupan untuk menunggu, menahan diri, dan menguasai diri. Sebagai hasilnya, kelompok kedua sanggup menunggu empat kali lebih lama dibandingkan kelompok pertama.

Dengan kata lain, kesanggupan anak-anak untuk menahan diri untuk kesenangan sesaat dan menunjukkan penguasaan diri bukanlah karakter alami yang muncul dari setiap manusia. Akan tetapi karakter ini muncul karena dipengaruhi oleh pengalaman dan lingkungan tempat tinggal. Sebenarnya, pengaruh lingkungan memang sesuatu yang instan. Pengalaman-pengalaman yang dapat dipercaya dan yang tidak dapat dipercaya hanya butuh sedikit waktu untuk mendorong tindakan seorang anak untuk menahan diri atau lepas kendali.

Cara untuk Menahan Kesenangan Sesaat dengan Lebih Baik

Eksperimen Marshmallow memang telah menjadi populer dalam setiap permasalahan dalam dunia modern. Tetapi ini hanyalah sebagian kecil pandangan untuk sebuah cerita keberhasilan atau kesuksesan. Karakter manusia jauh lebih kompleks, maka jangan menjadikan pilihan seorang anak kecil berumur empat tahun sebagai petunjuk akan kehidupannya di masa depan kelak.

Penelitian ini pun dapat memberikan pelajaran; jika Anda ingin berhasil dalam melakukan sesuatu, di satu titik Anda perlu mencari kemampuan untuk sanggup mendisiplin diri dan mengambil tindakan serta tidak terpengaruh oleh situasi yang ada saat itu dan melakukan apa yang terlihat mudah dilakukan SAAT itu. Keberhasilan dalam segala bidang membuat Anda harus MENGABAIKAN berbagai hal yang mudah dan menahan diri untuk kesenangan sesaat sehingga Anda dapat melakukan sesuatu yang lebih berat, seperti konsisten mengerjakan sesuatu dan melakukan latihan berulang kali.

Kuncinya adalah jika Anda merasa tidak cukup cakap untuk menahan diri menikmati kesenangan sesaat sekarang, Anda dapat melatih diri sendiri untuk menjadi lebih baik dengan membuat beberapa kemajuan.
Sebenarnya semua orang dapat melatih keterampilan ini, sama seperti halnya Anda melatih otot di pusat kebugaran. Anda pun dapat melakukan cara yang dilakukan si anak dan si peneliti: membuat janji sesuatu yang sederhana dan bernilai kecil, lalu menepatinya. Lakukan berulang-ulang sampai otak Anda mengatakan: (1) Ya, itu sangatlah berharga untuk ditunggu, dan (2) Ya, saya punya keterampilan untuk menguasasai diri sendiri.

Berikut ini adalah 4 (empat) cara sederhana untuk mengendalikan, menahan, dan menguasai diri:
1. Mulailah dari hal-hal yang paling sederhana dan sepele seperti membuat kebiasaan baru untuk mengatakan “tidak” pada sesuatu yang tidak Anda sukai atau setujui.
2. Buat satu kemajuan sebanyak 1 % dalam satu hari. Lakukan kemajuan sebanyak 1 % lagi di hari berikutnya.
3. Gunakan strategi Seinfeld untuk tetap menjadi konsistensi (baca artikel: Apa itu Strategi Seinfeld?).
4. Carilah cara untuk memulai melakukan sesuatu dalam waktu kurang dari 2 menit.

Referensi: What the Marshmallow Test Really Teaches About Self-Control  (© www.theatlantic.com)  |  40 Years of Stanford Research Found That People With This One Quality Are More Likely to Succeed (© jamesclear.com)
Sumber gambar: Marshmallow (© www.candyusa.com)

Hits: 962