VdBackground 02  .jpg

Berhati-hatilah dengan Pikiran Positif Anda!

Print
Created on Tuesday, 31 May 2016 Last Updated on Wednesday, 15 February 2017 Written by Phi-D


“Tetaplah berpikiran positif!”

Banyak orang sering memotivasi dan menganjurkan orang lain dengan kata-kata di atas ini. Namun apakah pikiran yang sangat positif dapat benar-benar membantu seseorang? Lalu, apakah berpikir terlalu positif terhadap seseorang atau suatu kondisi memang berguna?

Sebenarnya dunia ini terapung-apung dengan anjuran bahwa setiap manusia hendaknya memiliki pikiran positif. Mereka mengatakan, ”Jika Anda berpikir Anda bisa, maka Anda bisa; jika Anda berpikir tidak bisa, maka Anda tidak bisa.” Para pembicara motivasi seperti Tony Robbins, sampai buku nasihat ”The Power of Positive Thinking (Kekuatan dari Pikiran Positif)”, meminta orang-orang untuk selalu mengulangi afirmasi ini. Tampaknya setiap orang diminta untuk selalu berpikiran positif. Namun, sampai di titik tertentu, terus berpikir positif tidak akan membantu seseorang, malahan ini bisa jadi berbahaya.

Penelitian yang dipimpin oleh Joanne Wood, profesor yang meneliti psikologi sosial dari orang-orang Kanada memperlihatkan suatu hasil yang menarik. Penelitian ini meminta orang-orang dengan kepercayaan diri yang tinggi dan rendah untuk mengulangi kata-kata ”Saya adalah orang yang sangat disayangi” lalu mengukur perasaan partisipan tentang diri mereka sendiri. Hasil riset menunjukkan bahwa orang-orang di kelompok dengan kepercayaan diri rendah malahan merasa sangat buruk setelah mereka mengucapkan kata-kata tersebut berulang kali. Penelitian yang hasil penelitiannya kemudian dibahas pada artikel psikolgi berjudul “Why Don't My Positive Affirmations Work? (Mengapa Afirmasi Positif Saya Tidak Berguna?)”  akhirnya menyimpulkan, ”Mengulangi pernyataan positif dalam diri memang akan bermanfaat bagi BEBERAPA orang, terutama bagi mereka yang memiliki tingkat rasa percaya diri yang tinggi, tetapi dapat menjadi serangan balik yang berbahaya bagi orang-orang yang malahan sangat MEMBUTUHKAN kepercayaan diri.”

Psikologi Gabriele Oettingen pun menyetujui hal ini. Dalam bukunya berjudul Rethinking Positive Thinking: Inside the New Science of Motivation, Oettingen menuliskan hasil penelitiannya bahwa dengan membayangkan keberhasilan, suatu teknik yang umum dalam psikologi olahraga, terkadang dapat membuat orang-orang yang kurang berprestasi akhirnya berhasil meraih prestasi. Dalam sebuah percobaan yang diterbitkan dalam Jurnal Psikologi Sosial yang diberi judul “Positive Fantasies about Idealized Futures Sap Energy (Imajinasi Positif tentang Masa Depan yang Ideal akan Menguras Energi Anda)”, peneliti meminta seorang partisipan yang kehausan untuk membayangkan diri sedang meminum segelas air atau untuk menggambarkan hal-hal yang dapat membuat mereka memuaskan rasa haus. Setelah itu, para peneliti mengukur tekanan darah dari para partisipan dan menemukan bahwa dengan membayangkan diri meminum air, telah menurunkan tingkat energi dari para partisipan ini. Dari sini, para peneliti menyimpulkan bahwa dengan membayangkan Anda telah meraih keinginan Anda, Anda tidak akan termotivasi untuk mencapai keinginan tersebut sama sekali. Bukankah ini malah berbahaya?

Ada sebuah buku bagus untuk pemikiran ini. Buku berjudul, "The Antidote: Happiness for People Who Can’t Stand Positive Thinking (Penangkal: Kebahagiaan bagi Mereka yang Tidak Dapat Berpikir Positif)” yang ditulis oleh Oliver Burkeman, memperlihatkan bahwa orang-orang yang menjadi terlalu kuatir dan berpura-pura berbahagia, malahan akan menjadi kurang bahagia. Lihat resensi buku ini di tautan berikut: The Antidote by Oliver Burkeman.

Lihat juga lagu pop yang dinyanyikan oleh Bobby McFerrin ini untuk melihat secara mendalam arti sebuah pemikiran positif di:  Don’t Worry, Be Happy (Jangan Kuatir, Tetaplah Bersukacita). Memang terkadang manusia membutuhkan pikiran negatif, tetapi di video singkat ini terlihat bahwa jika pikiran negatif terlalu mendominasi, itu juga bisa lebih berbahaya. Karena itu selalu uji pikiran positif Anda.

Aza-aza FIGHTING.

Disadur bebas dari: Positive thinking may not be all positive (© www.forbes.com)

Hits: 1112