VdBackground 01.jpg

Masalah adalah Hadiah yang Terindah

Print
Created on Tuesday, 30 July 2013 Last Updated on Wednesday, 27 August 2014 Written by Phi-D


Pernahkan Anda mendapatkan hadiah? Pada umumnya, hadiah yang Anda terima adalah hadiah yang menarik, selalu bermanfaat, berharga, dan sebagainya. Akan tetapi, hadiah berupa masalah? Menurut Anda dan banyak orang pada umumnya, itu pastinya adalah hadiah paling buruk yang ada di dunia ini. Lalu, bagaimana mungkin masalah dapat menjadi hadiah yang paling indah? Jika hanya membaca judul artikel ini, kita akan sulit untuk memahami hadiah yang hebat yang terkandung dari sebuah masalah. Untuk sedikit mempermudah, coba bandingkan terlebih dulu 2 (dua) hadiah di bawah ini.

Hadiah 1:    

     

Hadiah 2:

Sewaktu diberikan pilihan untuk memilih hadiah, hampir sebagian besar orang akan mengabaikan hadiah pertama dan lebih memilih hadiah yang kedua. Bagaimana tidak? Hadiah pertama dibungkus dengan kertas koran lecek, bungkusnya pun terlihat begitu berantakan, bahkan pitanya terbuat dari tissue bekas. Sebuah hadiah yang terlalu ber-"masalah" dan tidak menarik. Ya, kebanyakan orang tidak akan memilih hadiah yang bermasalah, apalagi memilih masalah sebagai hadiah.

Namun unik, Normal V Peale dalam bukunya 'You Can If You Think You Can' (Kamu Bisa jika Kamu Berpikir, Kamu Bisa) mengatakan bahwa sewaktu Pencipta ingin menghadiahkan sesuatu yang berharga, Ia akan membungkusnya tidak dengan indah, tetapi dalam suatu masalah yang pelik, lalu melihat dari jauh apakah Anda sanggup membuka bungkusan yang ruwet itu, dan menemukan isinya yang sangat berharga. Bagaikan sebutir mutiara yang mahal harganya yang tersembunyi dalam kulit kerang yang keras, kusam dan lumutan.

Pertanyaannya…  apakah memang masalah merupakan hadiah yang terindah dari Pencipta untuk manusia? Buku ini mengatakan, “Ya, karena semua permasalahan dapat memberikan kesempatan bagi manusia untuk bertumbuh. “

Akan tetapi fakta menunjukkan bahwa kebanyakan orang menganggap masalah sebagai sesuatu yang harus dihindari (termasuk saya sendiri). Sewaktu menghadapi masalah, hampir sebagian besar orang menjadi tak mampu melihat betapa berharganya mutiara yang terkandung dalam setiap masalah.

Seorang filsuf Cina, I Ching, mengatakan, "Permasalahnnya sendiri tidak penting, tapi respon terhadap permasalahan itu adalah segala-galanya." Jadi, setiap masalah itu bersifat netral dan Anda sendirilah yang memberikan label positif atau negatif terhadap masalah tersebut.  Misalnya, masalah dapat diilustrasikan seperti sebuah gunung tinggi. Dan pendaki gunung dengan karakter atau tipenya yang berbeda-beda pada saat akan mendaki dapat diilustrasikan seperti respon orang terhadap masalah.  Ada 3 (tiga) tipe pendaki, diantaranya:

1. Tipe Quitters
Tipe pendaki yang mundur teratur dan menolak kesempatan menaklukkan gunung saat melihat dan membayangkan medan berat yang harus ditempuh pada saat pendakian. Responnya adalah menghindari masalah sejauh-jauhnya.

2. Tipe Campers
Tipe pendaki ini akan mendaki sampai ketinggian tertentu kemudian mengakhiri pendakiannya sewaktu melihat tempat yang datar dan nyaman untuk berkemah dan menikmati pemandangan.
Responnya adalah begitu mencapai sedikit kesuksesan, sudah merasa puas dengan hal itu.

3. Tipe Climbers
Tipe ini adalah pendaki yang akan melakukan pendakian seumur hidup mereka dan tak pernah membiarkan apapun menghalangi pendakiannya.
Responnya adalah senantiasa melihat hidup sebagai ujian dan tantangan (alias masalah). Tipe pendaki ini memiliki mentalitas yang jauh lebih tinggi, mengalahkan tingginya gunung, sehingga ia dapat mencapai puncak gunung. Orang dengan tipe ini benar-benar meyakini apa yang pernah dikatakan Dag Hammarskjold, Sekretaris Jenderal PBB ke-2, "Jangan pernah mengukur tinggi sebuah gunung sebelum Anda mencapai puncaknya. Karena begitu Anda berada di puncak, Anda akan melihat betapa rendahnya gunung itu."

Jadi boleh disimpulkan bahwa MASALAH = BERKAT (alias: HADIAH TERINDAH). Apakah rumusan kesimpulan ini terlalu muluk-muluk? Coba pertimbangkan fakta ini:

1. Jika Anda punya masalah, artinya Anda bukan orang mati, Anda masih hidup.
Beberapa orang mengatakan bahwa hidup itu tidak mudah karena semua manusia yang hidup pasti punya masalah. Lalu, berapa harga kehidupan? Mahal pastinya, jika Anda tidak percaya, coba tanyakan kepada orang-orang yang sedang berada di ruang UGD. Jadi masalah memang benar-benar bisa menjadi hadiah berharga, ya, hadiahnya adalah kehidupan (baca juga artikel: Udara adalah Hadiah yang Terbaik).

2. Masalah punya jasa besar.
Masalah sangat berjasa untuk membuat Anda memiliki karakter yang lebih baik, lebih arif, lebih bijaksana, dan lebih sabar. Hadiah lain berharga yang diberikan oleh masalah untuk Anda.

3. Masalah membantu kesuksesan Anda.
Ini beralasan karena untuk mencapai kesuksesan Anda perlu memiliki adversity quotient, yaitu kecerdasan dan daya tahan yang tinggi untuk menghadapi masalah. Maka, Anda baru dapat disebut profesional kalau Anda mampu menangani pelanggan yang cerewet yang sering mengeluh dan banyak maunya. Anda baru dapat disebut manajer yang sukses kalau Anda mampu memimpin seorang bawahan yang sulit, yang membuat para manajer lain angkat tangan. Anda baru menjadi orang tua yang baik kalau Anda dapat menangani anak yang yang bermasalah yang selalu menguji batas kesabaran Anda.

Sekarang, setelah Anda membaca tulisan di atas, bagaimana pandangan Anda terhadap masalah yang Anda miliki? Apakah Anda masih ingin menjadikan masalah sebagai hal yang HARUS DIHINDARI? Atau, apakah Anda akan memandang masalah sebagai HADIAH  TERINDAH?

Pilihannya ada di tangan Anda.
Aza-aza FIGHTING.  =D

Disadur dari:  www.myusuf.or.id

Hits: 1573