VdBackground 01.jpg

Ciri-ciri Atasan yang Tidak Merespek Bawahannya

Print
Created on Tuesday, 01 September 2015 Last Updated on Tuesday, 01 December 2015 Written by Phi-D


Ladya, seorang karyawan berumur 24 tahun. Setidaknya satu kali dalam sehari, atasannya pasti ”berkunjung” ke mejanya untuk bertanya tentang berbagai topik bisnis dan selalu meminta pendapatnya. Misalnya, suatu kali atasannya bertanya, ”Mengapa catatan persediaan tidak akurat? Bagaimana caranya memperbaiki ini?” Pada mulanya, Ladya tersanjung dan ia pun memberikan pendapatnya dengan bersemangat.

Seraya waktu berlalu, Ladya mulai sadar bahwa di mata atasannya, ia bukan siapa-siapa. Ladya hanyalah sumber informasi dan buruh tidak berarti bagi atasannya. Analisa cerdas apa pun yang Ladya sampaikan ke atasannya akan segera dikemas ulang oleh atasannya dan diakui sebagai ide dari atasannya dengan mengatakan, ”Ini apa yang saya pikirkan.” Jika ada yang bertanya sesuatu yang lebih spesifik, atasannya akan kebingungan seolah-olah kepalanya mau meledak.

Ladya tahu bahwa ia memiliki batas toleransi, dan ia yakin bahwa atasan seperti itu tidak akan bertahan lama. Akan tetapi, sebenarnya ada satu hal yang PASTI: seseorang TIDAK BOLEH terus bekerja pada atasan yang tidak merespek bawahannya.

Lalu, seperti apa sebenarnya ciri-ciri atasan yang tidak merespek anak buahnya?

Tidak Menghargai Waktu Anak Buah

Pada jam 10 pagi, Milky dipanggil atasannya bahwa ia harus membuat sebuah laporan untuknya di hari itu. Milky lalu bertanya, ”Laporan apa yang harus saya buat hari ini?” Atasannya mengatakan, ”Nanti akan saya beri tahu.”

Sepanjang hari itu, Milky mengkonfirmasi dan menanyakan pada atasannya mengenai laporan yang harus ia buat, dan atasannya selalu mengatakan, ”Nanti akan saya beri tahu.”

15 menit menjelang jam pulang kantor, atasannya menghampiri Milky dan mengatakan, ”Ini detil dari laporannya, dan saya butuh laporan ini malam ini juga.” Milky begitu kaget karena tidak ada satu orang pun di bagiannya yang mengerti bagaimana membuat laporan dengan model seperti yang atasannya minta. Milky baru sadar bahwa atasannya TIDAK MEMPERHATIKAN keterampilan anak buahnya dan ia juga tahu bahwa laporan seperti itu paling tidak butuh waktu sekitar 3 jam untuk membuatnya.

Melupakan dan Merendahkan Komitmen

Saat atasan tidak merespek anak buahnya, ia akan membuat komitmen hanya untuk membuat anak buahnya berhenti bertanya. Setelah itu, ia akan ”melupakan” komitmen atau berbohong tentang hal itu.

”Apa? Saya menjanjikan 1 minggu liburan di bulan September? Tidak mungkin! Anda pasti salah!”

Ya, apa pun dikatakan anak buahnya, dan apa pun yang dikatakannya sendiri, walaupun itu dicatat, tidak akan membuatnya memenuhi janjinya. Atasan yang tidak merespek anak buahnya akan selalu memiliki cara untuk memutar balik semua yang ia katakan.

Pertanyaannya, benarkah Anda tetap ingin terus bekerja untuk atasan seperti itu?

Mengabaikan Kebutuhan Bawahannya

Atasan yang baik akan mengatakan sekali atau dua kali dalam setahun, atau bahkan lebih sering lagi, ”Bagaimana kabar Anda? Apa Anda sedang butuh bantuan saya?”

Atasan yang buruk tidak pernah bertanya tentang kebutuhan anak buahnya. Bahkan saat anak buahnya membicarakan kesulitannya dengan jelas, atasannya tidak akan memedulikan.

Ya, perjalanan hidup memang sangat panjang, tetapi itu terlalu singkat jika terus menunggu atasan yang selalu ”tertidur” untuk bangun dan mendengarkan kesulitan anak buahnya!

Tidak Pernah Memberikan Penjelasan

Sangatlah sulit untuk bekerja saat pikiran dipenuhi dengan pertanyaan ”Mengapa?”

Saat ada perubahan jadwal, atasan tidak memberi tahu alasannya karena ia berpikir bahwa anak buahnya tidak perlu tahu. Saat ada pembatalan rapat, ia pun tidak memberi tahu alasannya. Atasan juga mengubah-ubah tanggung-jawab pekerjaan bawahannya, dan sekali lagi, ia tidak memberikan alasannya.

Semua hal di atas itu memperlihatkan bahwa atasan tidak merespek anak buahnya.

Meremehkan Pekerjaan Anak Buah

Atasan yang buruk itu pengecut dan sering ketakutan.

Jika anak buahnya melakukan pekerjaannya dengan sangat baik, atasan yang penakut tidak akan memberikan pujian. Sebaliknya, ia akan mengatakan bahwa orang-orang lain pun dapat mengerjakan pekerjaan itu.

Timmy bekerja untuk seorang wakil presiden yang pengecut dari sebuah perusahaan. Suatu hari wakil presiden ini berkata pada Timmy, ”Anda sangat beruntung bekerja di sini. Banyak orang yang menginginkan posisi Anda.”
Timmy tidak senang mendengarnya dan ia mengatakan, ”Benarkah? Lalu kenapa Anda tidak mencari orang lain saja di posisi ini?” Wakil presiden ini hanya diam.
Ya, atasan Timmy tidak berani untuk mencoba menggantikan posisi Timmy dan bahkan ia tidak berani menjadi wakil presiden tanpa ada Timmy yang membantu di belakangnya.

Setelah 9 bulan yang menyakitkan bagi Timmy, wakil presiden ini dilengserkan dari jabatannya. Sekarang Timmy berkata, ”Tersingkirnya wakil presiden ini memang melegakan, tetapi saya tidak akan menunggu 9 bulan tambahan untuk bekerja pada wakil presiden pengecut lainnya.”

Tidak Mengajak Diskusi

Atasan yang buruk tahu bahwa pada tingkatan tertentu, pengetahuan anak buahnya lebih bagus darinya, tetapi ia tidak mengajak diskusi bawahannya padahal anak buahnya sangat ahli di bidang itu.
Atasan ini akan meminta saran dari orang lain karena sangatlah sulit bagi atasan yang pengecut untuk mengakui bahwa bawahannya tahu lebih banyak dari mereka.

Tanpa Ragu Mencuri Ide

Seperti pengalaman yang telah terjadi bertahun-tahun sebelumnya, banyak atasan yang buruk akan mencuri ide-ide bawahannya tanpa ragu-ragu. Dan mereka menganggap itu bukanlah pencurian karena mereka menganggap bahwa karena bawahan bekerja untuk mereka, maka ide anak buah adalah milik atasannya. Jadi mereka tidak perlu berterima kasih.

Atasan yang buruk dan pengecut membangun keyakinan politik dan prinsip filosofi dari orang lain. Bahkan semua yang mereka pikir dan percayai datang dari orang lain. Ya, semua ide mereka berasal dari orang-orang lain, dan bahkan anak-anak buahnya.

Tidak Menyampaikan Berita Penting pada Anak Buahnya

Atasan yang buruk tidak mau direpotkan untuk memastikan bahwa mereka telah berhati-hati untuk menyampaikan berita-berita yang sensitif atau cenderung buruk. Jika mereka ingin menganti tugas anak buahnya atau memberikan penugasan yang tidak menyenangkan, mereka akan memberikan pesan melalui pesan singkat di ponsel atau surel (surat elektronik) kepada sekelompok orang. Dan yang lebih buruknya, ia bahkan akan membiarkan anak buahnya menunggu dan mendengarkan kabar melalui selentingan.

Ya, atasan yang penakut tidak memiliki komunikasi yang efektif dengan orang-orang lain.

Tidak Mau, atau Tidak Dapat, Mengakui Kontribusi Anak Buahnya

Seorang atasan yang penakut sangatlah mustahil mengucapkan terima kasih untuk pekerjaan yang telah dikerjakan anak buahnya dengan sangat baik. Sebaliknya, mereka akan mengatakan, ”Untuk itulah Anda dibayar! Mengapa saya harus berterima kasih untuk apa yang Anda kerjakan?”

Atasan Mengacaukan Kehidupan Anak Buahnya

Tanda lainnya bahwa atasan tidak merespek anak buahnya adalah saat ia mengacaukan kehidupan pribadi bawahannya. Ia memberikan tugas yang tidak masuk akal menjelang masa liburan.

Sangatlah tidak masuk akal untuk terus bekerja untuk atasan seperti ini.

Jadi, jika pekerjaan yang dilakukan hanya akan membayar tagihan-tagihan bulanan, pekerjaan itu ”merampok” diri. Pekerjaan yang paling sesuai untuk seseorang adalah pekerjaan yang dapat membayar tagihan bulanan dan MENGEMBANGKAN semangat. Seseorang yang ada di pekerjaan yang sesuai akan SEMANGAT setiap hari. Ia akan terus belajar, ia akan membantu pekerjaan temannya, dan temannya akan membantunya terus bekerja dengan maksimal.

Jadi, apakah Anda sudah memiliki pekerjaan yang tepat?

Jangan pernah menyia-nyiakan kehidupan Anda dan sel-sel otak Anda untuk bekerja pada atasan yang menghancurkan semangat Anda. Dunia ini sangat luas, ada begitu banyak orang yang sangat ingin bekerja bersama Anda.

Langkah pertama yang harus Anda lakukan sekarang jika atasan Anda tidak merespek Anda, PUTUSKAN bahwa Anda lebih berharga dibandingkan perlakuan yang Anda terima saat ini (Baca juga artikel: Pemimpin “Beracun” akan Memaksa Karyawan Paling Bertalenta Mundur).

Aza-aza FIGHTING.

Disadur bebas dari: Ten Signs Your Boss Doesn't Respect You (© www.forbes.com)

 

Hits: 769