VdBackground 01.jpg

Aturan Dasar dalam Pembuatan Tipografi

Print
Created on Thursday, 21 July 2011 Last Updated on Thursday, 03 April 2014

 

Sewaktu mendapatkan proyek untuk merancang suatu karya grafis, dibutuhkan kemampuan untuk membuat obyek-obyek berkarya seni sehingga dapat menarik mata dan perhatian. Salah satu elemen grafis yang dapat membuat suatu karya menarik bukan hanya obyek, akan tetapi penggunaan teks alias tipografi dapat juga menambah karya seni yang menarik dalam suatu rancangan. Apa itu Tipografi, jika ingin tahu, baca dulu artikel tentang tipografi.

Berikut ini ada lima aturan dasar pembuatan tipografi yang ditulis oleh seorang penulis isi web profesional. Aturan-aturan ini antara lain:
1. Jangan menggunakan banyak jenis huruf dalam satu dokumen gambar.
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap desainer memiliki banyak koleksi jenis huruf untuk digunakan membuat proyek rancangan. Karena jumlahnya yang banyak, seorang desainer seringkali tergoda untuk menggunakan sebanyak mungkin jenis huruf yang ia miliki, bahkan terkadang hampir semua jenis huruf digunakan dalam satu dokumen rancangannya.
Meskipun banyak huruf begitu lucu, unik dan menarik, akan tetapi ada suatu hal yang penting diingat, “Simplicity is more attractive” alias kesederhanaan lebih menarik dibandingkan memasukkan banyak jenis huruf yang malahan menjadi terlihat berantakan dan kacau. Penggunaan banyak jenis huruf dalam satu dokumen dapat membuat pesan yang ingin disampaikan malah terkubur atau tercampur-aduk. Selain itu, banyaknya jenis huruf yang digunakan dapat mengalihkan perhatian pembaca dari maksud awal perancangan sehingga pesan yang diterima pembaca malahan menjadi simpang siur.
Pengingat ini bukan menganjurkan karya perancangan menjadi membosankan dan “sepi” karena hanya menggunakan “aturan dua jenis huruf”* yang biasa digunakan. Karena itu, penting untuk menjadi kreatif sehingga seorang desainer dapat memiliki alasan untuk menyimpang dari “aturan dua jenis huruf” dan menggunakan beberapa jenis huruf tanpa membuatnya terlihat berantakan.

2. Jenis huruf “Serif Type” lebih mudah untuk mata dibandingkan “Sans Serif”
Ada prinsip kuno dalam dunia grafis yaitu, “Jenis huruf Serif Type lebih mudah dibaca karena dapat membuat mata menggambarkan karakter per karakter.” Sebaliknya huruf Sans Serif lebih sering digunakan untuk judul dan teks singkat.
Sebenarnya, hampir semua jenis huruf dapat dibaca dengan baik sehingga ideal untuk merancang grafis, kecuali jenis huruf Wingdings. Karena itu, meskipun jenis huruf Sans Serif kurang namun jenis huruf ini dapat memberikan tampilan yang modern pada dokumen. Jenis huruf ini juga populer sebagai body text di Eropa.

3. Jangan menggunakan Spasi Ganda
Di masa lampau, saat mesin ketik menjadi andalan bagi para penulis, pemberian spasi ganda merupakan aturan baku untuk memberitahu bahwa kalimat itu sudah berakhir. Akan tetapi setelah ada perkembangan dalam dunia teknologi, huruf-huruf telah memiliki karakternya sendiri sehingga dapat membuat lebar yang berbeda pada huruf. Karena itu penggunaan spasi ganda tidak lagi dibutuhkan. Malahan penggunaan spasi ganda bisa jadi mengganggu, membuat pembaca berhenti sebaliknya dari membantu menunjukkan akhir setiap kalimat.

4. Jangan mengetikkan seluruh kata dengan huruf besar
Pengunaan huruf-huruf besar pada teks membuat teks tidak lagi terlihat perbedaannya antara teks awal dan akhir. Selain itu, bentuk setiap kata terlihat “kotak” sehingga lebih sulit dibaca.
Akan tetapi ini tidak berarti bahwa huruf-huruf besar tidak dapat digunakan. Penulisan huruf besar masih terlihat menarik pada penulisan judul dan frasa singkat. Bahkan jenis huruf Sans Serif terlihat lebih menarik jika ditulis dalam huruf besar.

5. Jangan terlalu banyak mengatur teks rata tengah
Sewaktu membaca, mata pada umumnya bergerak dari kiri ke kanan. Mata akan memindai baris kalimat dengan cepat dari sisi kanan kembali ke sisi kiri halaman. Jika seluruh teks dibuat rata tengah, mata akan kesulitan mencari teks selanjutnya dimulai di sisi kiri halaman sehingga kemungkinan dapat membuat mata kelewatan membaca baris teks selanjutnya. Karena itu, lebih baik membuat perataan tengah pada teks hanya untuk judul dan upayakan agar judul tidak melebihi beberapa baris.

*”Aturan dua jenis huruf” adalah aturan untuk memberikan jenis huruf yang berbeda. Satu jenis huruf digunakan untuk menuliskan judul dokumen dan huruf lainnya digunakan untuk menuliskan isi dari dokumen.

Disadur dari: www.eioba.com  “Five Basic Rules on Typography”

Hits: 2679