VdBackground 01.jpg

Kompetisi Selalu Membuat Anda Lebih Kuat

Print
Created on Wednesday, 04 April 2018 Last Updated on Friday, 27 April 2018 Written by Phi-D

Apa yang Anda pikirkan saat ada yang menyebutkan kata kompetisi? Apakah Anda memikirkan suatu perlombaan? Ataukah Anda membayangkan adanya pihak yang kalah dan menang?

Bagaimana pandangan Anda terhadap kompetisi, apakah Anda menganggap itu bagus ataukah itu buruk?

 

Beberapa orang memang sangat menyukai kompetisi sebagai suatu tantangan. Bahkan ada beberapa orang yang suka berkompetisi dengan diri sendiri, dengan kemampuan diri sendiri, atau pun dengan pengetahuan yang sudah dimilikinya dibandingkan berkompetisi melawan orang lain. Akan tetapi artikel ini hanya akan membahas kompetisi yang dilakukan dengan orang lain.

 

APA ITU KOMPETISI?

Beberapa orang menyebut kompetisi sebagai persaingan. Lalu, apa sebenarnya kompetisi itu? Deaux, Dane, & Wrightsman (1993), mendefinisikan kompetisi sebagai aktivitas untuk mencapai tujuan dengan cara mengalahkan orang lain atau kelompok. Sedangkan Chaplin (1999) mendefinisikan kompetisi sebagai cara untuk mengatasi dan memperjuangkan sesuatu, atau pun memperebutkan obyek yang sama di antara dua individu, atau di antara beberapa kelompok individu.

Sebenarnya selama manusia hidup, setiap manusia atau kelompok manusia pasti akan dihadapkan dengan berbagai pilihan untuk mencapai tujuan mereka. Mereka bisa memilih untuk bekerja sama untuk mencapai tujuan, memperjuangkan tujuan mereka, atau pun berkompetisi untuk memastikan tujuan mereka terwujud dengan baik.

Kapan sebenarnya kompetisi pertama kali terjadi dalam kehidupan manusia? Tidak dapat dipungkiri bahwa di awal kehidupan sebuah janin, kompetisi telah terjadi. Kompetisi ini pun berlanjut saat janin itu dilahirkan menjadi seorang bayi mungil. Seorang bayi mungil pun akan berkompetisi untuk mendapatkan perhatian dari orang tuanya. Keadaan ini pun terus berlanjut sampai ia mulai menjadi anak-anak, remaja, dan dewasa. Jadi sebenarnya, seluruh kehidupan manusia memang diwarnai dengan kompetisi.

 

KOMPETISI = MASALAH?

Sedari awal kehidupannya, manusia sudah memiliki kapasitas yang sangat hebat untuk memenangkan sebuah kompetisi dan mencapai suatu tujuan. Akan tetapi sangat disayangkan, banyak orang suka sekali memilih untuk membuat berbagai alasan sehingga mereka dapat menghindari kompetisi. Kenapa? Karena mereka tidak menyukai rintangan yang HARUS mereka hadapi saat berkompetisi. Mereka menganggap kompetisi HARUS dihindari karena akan menimbulkan berbagai masalah dan rintangan yang berat. Padahal saat seseorang menghindari suatu kompetisi, ini malahan akan mempengaruhi hampir berbagai aspek dalam kehidupan mereka seperti pekerjaan, karir, perusahaan, bahkan kesehatan.

Akan tetapi, apakah kompetisi itu adalah sebuah masalah besar? Beberapa orang yang sangat hebat dalam memenangkan suatu kompetisi di suatu bidang, malah menghindari kompetisi untuk bidang yang lainnya. Misalnya, bayangkan saat Julius Caesar dengan sedihnya melihat perutnya yang gendut dan mengatakan pada Brutus, ”Saya benci saat harus melihat cermin.” Atau bayangkan saat Cleopatra diharuskan tidak makan daging kambing atau domba lagi dan dia mengatakan, ”Bagaimana saya bisa berhenti makan daging jika saya tidak ingin berhenti berpesta?” Dalam 2 (dua) kasus sederhana ini, terlihat bahwa dua orang di atas dapat kehilangan kesehatan karena tidak mau berkompetisi dalam menghadapi rintangan hidup sehat. Kompetisi untuk menjadi sehat adalah masalah yang besar bagi mereka [baca artikel: Masalah adalah Hadiah Terindah].

Dewasa ini pun, lebih banyak orang menjadi tidak sehat karena mereka berpikir bahwa mereka harus berjuang menjalani diet ketat, menghindari berbagai makanan yang mereka sukai, dan berkomitmen untuk melakukan olahraga setiap hari. Semua gaya hidup sehat ini dipandang sebagai rintangan besar yang sangat sulit diatasi. Mereka tidak ingin berkompetisi menghadapi rintangan besar itu, sehingga apa yang mereka lakukan? Tidak ada sama sekali.

Kompetisi untuk mendapatkan gaya hidup yang sehat sebenarnya tidak terlalu sulit, tetapi memang ini akan membuat seseorang harus terlihat “sangat berantakan” untuk memulainya. Kenapa? Karena gaya hidup sehat menuntut seseorang untuk mengurangi makan, cukup cerdas memilih apa saja yang akan dimakan, dan memastikan jadwal untuk membuat tubuh berkeringat selama beberapa hari dalam seminggu. Bagi beberapa orang, hal-hal ini bukan masalah besar, tetapi banyak orang tidak mau melakukannya karena tidak mau menghadapi rintangan yang terlihat sederhana ini dan mengakui bahwa itu adalah cara yang paling efektif untuk mendapatkan tubuh yang sehat.

Anehnya, kebanyakan manusia juga cenderung melihat kompetisi (persaingan) untuk bisnis atau pekerjaan dengan cara yang sama. Mereka enggan menghadapi kenyataan dan mengakui kebenaran bahwa sebenarnya dunia itu kompetitif dan manusia perlu mengalahkan manusia lainnya atau obyek dan mahkluk hidup lainnya agar mereka bisa tampil di atas. Kebanyakan manusia senang dengan gagasan utopis (hayalan) bodoh bahwa setiap manusia adalah pemenang dan setiap manusia bisa berjalan bersama-sama tanpa perlu bersaing. Mengapa itu disebut sebagai hayalan bodoh? Karena pada kenyataannya, jika itu yang terjadi, dunia ini pastinya akan damai dan bebas dari perselisihan.

Ya, kita semua perlu mengakui bahwa kita adalah manusia dan bukan itu yang manusia lakukan. Dalam kehidupan pribadi, semua manusia bersaing untuk didengarkan pendapatnya, dihargai keberadaannya, dan diakui talentanya oleh manusia-manusia lainnya. Sebagai contoh:

  1. Lingkungan Pekerjaan

Di tempat kerja, banyak orang bersaing untuk mendapatkan pekerjaan, kenaikan gaji, promosi, tunjangan, proyek pilihan, dan sebagainya. Dan ini semua membuat TIDAK SEMUA orang bisa menjadi pemenang.

  1. Lingkungan Pasar

Dalam sebuah pasar, ada sejumlah pelanggan dan sejumlah uang yang harus dikeluarkan. Dan pasar cenderung meluas seiring berjalannya waktu, tapi itu pada tingkat makro sehingga setiap transaksi PASTI akan memiliki satu pemenang dan banyak pecundang.

 

MENGHINDARI KOMPETISI, BIJAK ATAU BODOH?

Jika semua manusia memang DIHARUSKAN bersaing, mengapa banyak orang memilih untuk tidak melakukannya? Alasannya jelas, karena setiap persaingan dan kompetisi akan menciptakan sedikit gesekan, sedikit kesukaran, sedikit stres. Akan tetapi satu hal yang perlu diingat, kompetisi ini sebenarnya “semudah” seperti gerakan usus besar untuk membuang keluar kotoran yang tidak digunakan dari dalam perut manusia. Saat itu terjadi, pastinya terjadi sedikit gesekan, sedikit kesukaran, sedikit stres. Akan tetapi karena proses ini memang HARUS dilakukan demi alasan kesehatan dan ini dilakukan berulang kali, proses ini menjadi terlihat mudah dilakukan. Dengan cara yang sama, kompetisi tidak akan membunuh manusia; sebaliknya tidak peduli seseorang menang atau kalah, kompetisi akan membantu membuat seorang manusia menjadi lebih kuat dan tangguh.Dan sewaktu kompetisi dilakukan terus-menerus, kompetisi dirasakan sangat mudah [baca juga salah satu keterampilan atlit yaitu berkompetisi di Mengapa Harus Merekrut Seorang Atlet dalam Bisnis Anda?].

Karena dari itu, kompetisi atau persaingan bukanlah hal baru. Kompetisi tidak hanya telah menciptakan pemenang dan kisah sukses tetapi kompetisi juga telah membantu membangun kepribadian, keteguhan dan determinasi yang kuat, rasa humor dan kerendahan hati dari manusia. Kompetisi juga dapat membantu membangun karakter pengusaha, eksekutif dan pemimpin bisnis yang berperforma tinggi.

Dalam beberapa kasus, kompetisi malah mengarahkan inovasi dan membuat kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan. Berbagai kesulitan dan keputusasaan yang datang dari kompetisi karena menginginkan dan mencari cara baru untuk menemukan kehidupan yang lebih baik telah membuat manusia dapat memperjuangkan peradaban yang lebih maju. Akan tetapi apa yang terjadi jika semua manusia bersikeras menolak untuk berkompetisi? Apa yang mungkin terjadi jika semua orang percaya bahwa persaingan adalah hal mengerikan yang menyakitkan orang lain dan membuat Anda terlihat seperti orang jahat?Ya, benar sekali, manusia akan hidup dalam dunia primitif dan mereka tidak punya mental yang tangguh.

Ada suatu ungkapan "Apapun yang tidak membunuh Anda akan membuat Anda lebih kuat." Ungkapan ini sebenarnya “bercerita” tentang konsep kompetisi. Tanpa berkompetisi, tidak ada kepribadian, mental, dan karakter yang terlatih. Saat Anda memilih untuk menghindari kompetisi, sebenarnya Anda akan “digiring” memasuki suatu dunia yang ditinggali orang-orang yang bermental lemah dan berpikiran bodoh. Dalam dunia seperti itu, tidak ada apa pun yang dapat Anda lakukan, Anda tidak perlu beraktivitas atau pun berpikir. Percayalah, dalam dunia tanpa kompetisi tidak akan terjadi apa-apa, hanya ada kumpulan orang “bodoh” yang meratapi diri karena mereka tidak dapat melakukan apa-apa untuk menolong diri mereka sendiri untuk berjuang mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Oleh karena itu, saya sering mengingatkan diri sendiri, ”Well, I win some, I lose some, but never be a loser (Ya, saya menang beberapa kali, saya gagal beberapa kali, tetapi tidak pernah menjadi seorang pecundang)”. Karena itu, saya suka sekali berkompetisi secara sehat dan saya sepenuhnya yakin bahwa tidak peduli saya menang atau kalah, tetapi pada saat saya berkompetisi secara sehat, saya SELALU mendapatkan manfaat. Ya, saya yakin bahwa kompetisi melatih mental dan cara berpikir saya, sehingga ini membuat saya semakin kuat.

Bagaimana dengan Anda? Sebagai manusia, kita semua berhak untuk membuat pilihan yang terbaik untuk kita jalankan bukan?

Aza-aza FIGHTING.

Referensi sumber:  Win or Lose, Competition Always Makes You Strongerwww.entrepreneur.com)
Sumber gambar: 5 Tips Ampuh Agar Usahamu Bertahan Dalam Persaingan (© laruno.com)

 

Hits: 638