VdBackground 02  .jpg

Apakah Anda Meremehkan Teman Kerja Wanita?

Print
Created on Monday, 02 March 2015 Last Updated on Friday, 29 May 2015 Written by Phi-D


Perbedaan tidak lagi menjadi kata-kata populer menarik yang selalu terlihat indah pada sebuah perusahaan. Demikian juga topik yang membahas perbedaan antara pekerja pria dan wanita, itu tidak lagi menarik untuk dibicarakan. Ada banyak data yang membuktikan bahwa para wanita ternyata sangat mahir menjalankan bisnis. Ini berarti jika para pria memutuskan untuk menghormati dan bekerja sama dengan para wanita dalam pekerjaan, maka akan ada kesuksesan untuk karirnya dan perusahaan tempat ia bekerja.

Pada kebanyakan kasus, banyak pria cerdas yang mungkin saja membuat kesalahan karena meremehkan wanita di tempat pekerjaan. Padahal jika para pria bekerja sama dengan para wanita, maka para wanita ini akan meningkatkan kesempatan para pria untuk berhasil dalam bekerja dengan wanita-wanita ini dan untuk para wanita yang berpengaruh dan tangguh.

Dalam bukunya, Working with Emotional Intelligence (Bekerja dengan Kecerdasan Emosional), Daniel Goleman menggambarkan hubungan antara kecerdasan emosional dan kinerja kerja. Goleman menemukan bahwa 67% dari semua kompetensi yang dianggap penting untuk kinerja yang tinggi berhubungan dengan kecerdasan emosional. Maka EQ (Emotional Quotient) merupakan indikator terpenting untuk berhasil dalam bekerja. Dan jika pada dasarnya, Anda adalah pria yang brengsek dan tidak menghargai, atau pun meremehkan teman kerja wanita, maka akan sulit bagi Anda untuk berhasil.

Lisa Nicole Bell, seorang wirausaha yang kemudian bekerja sebagai CEO dari Inspired Life Media Group, yang merupakan perusahaan untuk mengisi acara dalam televisi dan situs web, bercakap-cakap dengan pria dan wanita secara pribadi untuk mendengarkan bagaimana para pria dan para wanita bekerja dan diperlakukan di tempat kerjanya. Setelah percakapan tersebut, Bell mendapatkan kesimpulan berikut ini:

-. Saat ia bercakap-cakap dengan para wanita, Bell mendengarkan berbagai cerita seram dan horor tentang bagaimana para pria memperlakukan mereka di tempat kerja. Para pria ini melakukan berbagai hal, mulai dari hal yang tidak wajar, berlanjut ke kegembiraan yang tidak patut, dan diteruskan ke hal yang liar. Setelah itu, si wanita yang terlibat menghindar untuk berbicara karena takut akan mendapatkan serangan balasan dari si pria yang "menyerangnya" dan teman-teman dari si pria. Sebagai hasilnya, tingkah laku buruk para pria cenderung berkembang karena para wanita tidak mengatakan apa-apa saat para pria membuat mereka kecewa, marah, dan sedih. Para wanita ini kemudian terus berjuang untuk dapat tetap menjaga hubungan baik di tempat kerja dengan mereka yang menyakitinya.

-. Saat Bell bercakap-cakap dengan para pria, jelas terlihat bahwa beberapa pria tidak tahu apa yang akan terjadi saat mereka bertindak tidak pantas di tempat kerja. Jarang sekali ada buku pedoman peraturan dan prosedur ”How to Not be a Jerk to the Women Here (Bagaimana untuk tidak menjadi orang brengsek untuk para wanita di sini),” sehingga para pria tidak sepenuhnya sadar bagaimana tindakan mereka menyakiti para wanita.

Karena itu Bell menuliskan beberapa hal berikut ini yang perlu diketahui oleh para pria saat berhubungan dengan para wanita di tempat kerja:

1. Kata-kata sayang hanya boleh diberikan pada orang yang Anda kasihi atau pasangan hidup Anda. Kata ”sayang” yang tidak berbahaya tidak pantas diucapkan di tempat kerja kecuali pasangan hidup Anda bekerja di tempat yang sama.

2. Anda akan menyebabkan berbagai masalah saat Anda mengurangi bayaran dan jabatan pada calon pegawai  yang memenuhi syarat hanya karena ia seorang wanita. Seperti disebutkan di awal, para wanita sangat mahir dalam bisnis. Selain itu, para wanita juga memiliki cara pandang yang unik dalam dunia pekerjaan, mereka juga memiliki Emotional Quotient (EQ) yang lebih tinggi daripada pekerja pria. Wanita-wanita juga sangat terampil untuk mengelola banyak tugas dan proyek dalam waktu bersamaan. Singkatnya, BAYARLAH para wanita sesuai dengan bayaran yang pantas untuknya (Baca juga: Negosiasi, Kunci untuk Hidup yang Sukses).

3. Serangan kecil akan menimbulkan permusuhan. Mengatakan pada seorang wanita bahwa ia seorang yang sombong, pemarah, tidak masuk akal, dan moody; atau menyarankan bahwa ia lebih baik menjadi seorang ibu rumah tangga dan bekerja di rumah, merupakan suatu penghinaan, dan sekali lagi, TIDAK PANTAS diucapkan. Meski para wanita seringkali berupaya tidak berprasangka buruk terhadap pernyataan seperti itu, tetapi komentar seperti itu MENJATUHKAN HARGA DIRI para wanita. Sulit sekali untuk melakukan yang terbaik dalam pekerjaan jika Anda tahu bahwa apa pun yang Anda lakukan akan dilihat tidak berharga hanya karena Anda seorang wanita. Maka berdasarkan pengalaman, ingatlah aturan ini: Jika Anda tidak dapat memikirkan sesuatu yang membangun dan memotivasi, ataupun mengatakan sesuatu yang bermanfaat, JANGAN KATAKAN APA PUN.

4. Kehidupan pribadi seorang wanita (seperti siapa teman kencannya, status pernikahannya, keluarganya) bukanlah urusan Anda, dan itu bukanlah topik yang baik untuk dibicarakan atau didiskusikan. Jika memang ada pembicaraan yang cocok saat itu, Anda dapat berbagi cerita hal-hal pribadi seperti itu. Namun jangan memberikan komentar berdasarkan perkiraan, karena itu tidak lucu dan tidak pintar. Itu hanya akan mengganggu dan membuat para wanita lebih sulit untuk membangun dan menjaga hubungan yang dibutuhkan untuk membangun tim yang hebat.

5. Hormatilah beberapa wanita yang tidak suka mencampur masalah bisnis dengan ”bersenang-senang”. Jangan berpikir jika mereka diam itu artinya mereka menerimanya. Hanya karena para wanita tidak menyangkal dengan marah, itu tidak berarti mereka tertarik. Respeklah para wanita, atau paling tidak jika Anda tidak dapat melakukannya, ingatlah bahwa Anda dapat dituntut secara hukum atau dilaporkan ke departemen Sumber Daya Manusia jika Anda suka ”bersenang-senang” dengan memperolok para wanita.

6. Pujian sangat baik diberikan, tetapi pujian yang terlalu berlebihan akan membuat jengkel karena terkesan menggoda, alias gombal. Beberapa wanita hanya ingin mengerjakan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya dan melanjutkan pekerjaannya tanpa terlibat hubungan romatis yang sulit di tempat kerja.

Selain hal-hal di atas, cobalah beberapa aturan sederhana berikut:

1. Libatkan para wanita dalam percakapan penting sedapat mungkin. Anda tidak perlu memberikan dukungan pada mereka, tetapi undang mereka untuk berbicara. Ini akan memperlihatkan bahwa Anda menghargai apa yang dikatakan para wanita.

2. Saring diri. Sebelum Anda mengatakan sesuatu yang tidak pantas, berhentilah sejenak untuk mempertimbangkan apakah Anda akan mengatakan hal yang sama pada teman pria di tempat kerja Anda atau apakah Anda akan menghargai seseorang yang mengatakan komentar yang sama pada wanita yang sangat Anda pedulikan secara pribadi.

3. Jika Anda merasa tidak cukup dihormati untuk mendapatkan pengakuan, tetaplah bermain aman. Bisa jadi wanita yang Anda lawan sekarang dapat menjadi wanita yang kelak akan menandatangani bayaran Anda di masa depan.

Disadur dari: Are You Marginalizing The Women You Work With? (© www.forbes.com)
Sumber gambar: ivanzulva.blogspot.com

Hits: 480