VdBackground 01.jpg

Apa Wanita Tidak Boleh Pintar?

Print
Created on Thursday, 29 July 2021 Last Updated on Wednesday, 11 August 2021 Written by Phi-D

.
Pada jaman dahulu, wanita Indonesia tidak diijinkan untuk belajar atau pun mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Kenapa? Karena di masa lalu, wanita Indonesia hanya akan bertugas untuk mengurus rumah tangga dan keluarga. Maka mereka pun lebih banyak dibekali keterampilan rumah tangga dan keterampilan ini tidak membutuhkan kepintaran untuk menganalisa, bernegosiasi, berdiplomasi, membangun jaringan yang menguntungkan, dan sebagainya.


Itu sebabnya...
Wanita Indonesia di masa lalu, tidak diperbolehkan memiliki pengetahuan di luar masalah rumah tangga atau pun manajemen keluarga inti.

[Baca juga: Anda Tidak Butuh "Kepintaran"! Benarkah?]

Maka...
RA Kartini...
Memperjuangkan ini dan rakyat Indonesia mengenalnya dengan sebutan pahlawan bagi emansipasi wanita. Wanita bangsawan Jawa ini memperjuangkan agar wanita-wanita Indonesia dapat memiliki hak yang sederajat dengan para pria untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan menjadi cerdas dalam segala bidang kehidupan.

Lalu...
Apa perjuangan ini mudah?

Sebagai putri dari keluarga bangsawan yang berpengaruh, RA Kartini dikenal sebagai wanita yang anggun dan pintar. Itu sebabnya, RA Kartini mampu dengan lihai dan santun menggunakan kata-kata yang berpengaruh dan berkorespondensi dengan orang-orang berpengaruh di negeri Belanda [Baca juga: Mainkan Strategi! Dan Dapatkan Pengaruh!].

Tetapi apa anggapan umum masyarakat pada RA Kartini, wanita Jawa yang pintar ini?

Mmm...
Masyarakat malahan menganggap RA Kartini adalah wanita yang aneh karena terlalu pintar.

[Baca juga: Kenapa Orang Pintar itu “Bodoh”]

Sebenarnya...
Masalah ini bukan terjadi di Indonesia saja. Hampir di seluruh dunia, anggapan wanita tidak boleh pintar itu sangat umum. Bahkan dunia manajemen pun berjuang keras untuk melawan perilaku sexism ini dalam berbagai bidang di pekerjaan profesional.

[Baca juga: Apakah Anda Meremehkan Teman Kerja Wanita?

Bagaimana pandangan Anda sendiri tentang hal ini?

Sebuah gambar menarik dikirimkan oleh seorang teman di Sosial Media saya pada tanggal 11 Mei 2021. Gambar ini mungkin dapat menjadi pertimbangan tentang cara pandang seorang, pada wanita-wanita yang malahan TIDAK MAU berupaya keras untuk belajar dan mengejar pendidikan agar menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain, masyarakat sekitar, dan dunia.

--  * <> <> <> * --

Seorang wanita...
menuntut seorang pria yang ingin menikahinya, untuk memiliki tujuan hidup yang gemilang di masa depan, bekerja keras untuk memperoleh uang, dan memiliki sebuah rumah sebagai tempat tinggal permanen.

Pria itu pun bertanya, “Lalu, apa timbal balik yang dapat kamu berikan ke saya?”

Wanita itu menjawab, “Mmm, Anda akan mendapatkan saya.”

Pria itu tertawa dan pergi meninggalkan wanita itu.

[Baca juga: Strategi Cerdas “Menaklukkan” Lawan Jenis]

Mmm...

Meme ini memperlihatkan bahwa wanita yang hanya menawarkan kecantikan fisik semata, ternyata TIDAK CUKUP LAYAK untuk diperjuangkan.

[Baca juga bahwa Helen Kehler, wanita disabilitas pun dapat memberikan pengaruh dan menyumbangkan manfaat besar bagi sekitarnya, walau harus hidup dalam keterbatasan dan ketidak-sempurnaan di: Hargai Apa yang Kita Miliki].

--  * <> <> <> * --


PRINSIP DASAR KEHIDUPAN

Sebenarnya...
Ada prinsip dasar kehidupan yang berlaku dan sering menjadi tolak ukur manusia selama manusia berada di muka bumi ini.

Kodrat seorang pria...
Dituntut untuk hebat dalam segala hal dan segala bidang karena mereka akan bertanggung jawab penuh pada keluarganya, sebagai kapten penentu keputusan akhir dalam keluarganya.

Itu sebabnya...
Pria dikarunia otak cerdas untuk berpikir logis, tenaga fisik yang kuat untuk melindungi dan berjuang menghidupi serta menafkahi keluarganya, dan juga kebijaksanaan untuk menentukan keputusan akhir dalam membuat pilihan terbaik bagi keluarganya.

Lalu...

Bagaimana kodrat seorang wanita?
Wanita diciptakan hanya sebagai PENOLONG bagi pria.

Apa artinya ini?
Ini berarti wanita...
... orang nomor dua
... bukan pengambil keputusan
... tidak punya kuasa di atas pria

Tetapi apa ini berarti wanita tidak boleh memiliki andil apa pun dan tidak perlu bertanggung jawab pada apa pun?

Mmm...

Konteks penolong adalah seorang yang harus LEBIH HEBAT dari orang yang ditolongnya.

Itu sebabnya...
Seorang wanita harus...
... lebih tangguh
... lebih berani
... lebih pintar
... lebih lincah
... lebih tegar
... lebih repot
... lebih detil
... lebih kuat

dan lainnya...
dan seterusnya...
dan sebagainya...

[Baca juga: Bagaimana Para Wanita dapat Tetap Seimbang?]

Maka...

Seorang wanita...
seperti di gambar atas...
yang tidak mau mengembangkan keahlian apa pun, atau pun enggan berupaya belajar untuk menjadi lebih pintar agar dapat memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya, akan terlihat...
... menghabiskan sumber daya
... membuang tenaga
... tidak berharga
... tidak berarti
... sia-sia

[Baca juga bahwa wanita pun dapat memberi manfaat dengan berani membuat target berisiko dan tujuan tinggi di: Belajar dari Florence Chadwick]  

Mmm...
Benar kata pepatah...

Pesona bisa jadi palsu...
Kecantikan fisik itu sia-sia...
Kemolekan adalah bohong...

Karena...

Kecantikan itu...
seringkali berasal dari talenta, keterampilan, karakter, pengetahuan, kekuatan, semangat, kemampuan berpikir, ketelitian menganalisa, dan kelemah-lembutan.

Mmm...
Kelemah-lembutan memang selalu menjadi kekuatan utama dari seorang wanita.

[Baca juga: Perlukah Wanita Pintar Memasak?
[Baca juga: Karakter Wanita yang Suka Memasak]

Tetapi...
Kadang-kadang...
Teori tidak selalu seindah praktek.

Lupa pada konteks wanita adalah ciptaan yang diciptakan sebagai pribadi nomor dua dan hanya memiliki kodrat sebagai penolong, bisa saja terjadi dengan mudah.

Itu sebabnya...
Tanggal 26 Juli 2013...
Saya buat pengingat pribadi ini.

I wil not quit...
I can not stop...
I won’t giving up

‘Cause...
Everything is going to be OK.
Everything is gonna to be just FINE.
Everything will turn to be PERFECT in appropriate time.

Aza-aza FIGHTING, phi-D.

[Baca juga:  Mengapa Berharap pada 0,01% Kesempatan?]  

Maka...
Just do your best...
And leave to God for the rest...

Selalu berupaya untuk tetap memegang teguh pada prinsip walau tidak mudah. Dan selalu minta bantuan Pencipta untuk tetap memberi kekuatan, agar dapat TETAP BERPEGANG pada prinsip yang benar, tanpa melanggar prinsip dasar tersebut.

Aza-aza FIGHTING.

[Baca juga bahwa langkah cekatan, lincah, dan hebat dari bidak catur Ratu hanya dapat terjadi karena ada dukungan bidak catur Raja yang terlihat lemah tidak berarti di: Siapa yang Paling Hebat di Dunia Ini? [Filosofi Permainan Catur]].

Artikel ini ditulis sebagai salah satu materi ajar dalam el-Science, Sistem Pendidikan Modern (www.eldadido.com)
Sumber gambar: Kiriman seorang teman di Sosial Media (11 Mei 2021).

Hits: 100