VdBackground 01.jpg

Permainan Catur, Dam, dan Karakter Kepemimpinan

Print
Created on Thursday, 15 October 2015 Last Updated on Tuesday, 25 July 2017 Written by Phi-D


Great leader play chess, not checker
(Pemimpin yang hebat bermain catur, bukan bermain dam)”


Pernahkah Anda bermain catur? Ingatkah Anda cara memainkan permainan dam? Ya, catur dan dam adalah permainan yang hampir mirip, yaitu menggunakan lebih dari satu bidak dan dimainkan di atas papan kotak-kotak. Selain itu, dibutuhkan pemikiran strategi yang matang untuk dapat memenangkan permainan-permainan ini.

Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah, tahukah Anda perbedaan mencolok dari 2 (dua) permainan itu? Permainan mana yang lebih sulit dimainkan? Menurut Anda, permainan mana yang lebih menarik dan menantang? Lalu, apa hubungannya permainan catur dan dam dengan karakter pemimpin yang hebat? Untuk dapat membantu Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi, coba bandingkan aturan-aturan dasar dari 2 (dua) permainan tersebut berikut ini.

Permainan Dam
Aturan main permainan dam:
1.Buah-buah dam semuanya sama dan bergerak dengan cara yang sama.
2.Buah-buah dam dapat bertukar-tukar posisi, maka penting untuk membuat koordinasi dan perencanaan.
3.Buah-buah dam dapat melangkah maju atau mundur di alur yang sama.
 
Cara bermain dam:  
Seorang pemain dam harus berpikir segera setelah lawan mainnya menggerakkan bidak damnya. Ia tidak perlu memikirkan strategi di depan, tetapi segera membuat strategi setelah lawan mainnya bergerak. Tujuan utamanya adalah untuk mengambil bidak lawan sebanyak mungkin.

Permainan Catur
Aturan main permainan catur:
1.Buah-buah catur berbeda-beda bentuknya.
2.Buah-buah catur memiliki gerak yang berbeda-beda.
3.Buah-buah catur tidak dapat dimainkan jika pemainnya tidak tahu pergerakan dari setiap buah catur.
4.Buah-buah catur harus digerakkan dengan strategi “penyerangan” yang tepat sehingga pemainnya dapat memenangkan permainan.
5.Buah-buah catur dapat hilang jika pemain tidak benar-benar serius berpikir beberapa langkah ke depan.

Cara bermain catur:
Seorang pemain catur harus memikirkan sebuah permainan secara menyeluruh sebelum memindahkan atau menggerakkan sebuah bidak catur yang memiliki peran, keterampilan, dan gerakan-gerakan yang berbeda. Karena peran bidak-bidak ini berbeda-beda, seperti sebagai pelindung, sebagai penyerang, sebagai martir, maka seorang pemain catur diharuskan untuk memikirkan banyak strategi yang rumit, yang bisa jadi dimenangkan, jika ia berpikir beberapa langkah ke depan. Tanpa strategi yang tepat, seorang pemain catur dapat kehilangan banyak bidak dan ia tidak dapat membuat bidak-bidaknya bekerja dalam "tim" untuk menjalankan satu tujuan utama, yaitu menangkap raja di pihak lawan.

Dari aturan permainannya dan cara bermainnya, dapat dilihat bahwa kualitas sebuah permainan dapat memperlihatkan kualitas seorang pemimpin. Manajer yang standar akan “bermain dam” karena mereka tidak sanggup melihat perbedaan dari setiap karyawan. Oleh karena itu, manajer yang standar selalu memperlakukan setiap karyawan dengan cara yang sama. Sebaliknya, pemimpin yang hebat akan ”bermain catur” dengan memahami bahwa setiap karyawan itu berbeda dan unik, setiap karyawan itu memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri, setiap karyawan memiliki bakat yang berbeda, dan setiap karyawan menyimpan potensi yang berbeda-beda. Karena itu, pemimpin yang hebat akan mencari hal-hal yang unik dari setiap karyawannya dan memberikan peran dan pekerjaan yang sesuai untuk setiap karyawan seraya mengintegrasikan karyawan tersebut dengan tim yang sesuai sehingga membuat setiap karyawan dapat mencapai sasarannya dan meraih masa depan yang hebat.

Berbeda dari manajer yang standar, pemimpin yang hebat dapat memberikan peran dan posisi jabatan yang membuat setiap karyawan bersemangat serta membuat pengaturan sedemikian rupa sehingga menghindari perselisihan dan konflik antar anggota tim. Ia juga dapat terus mengarahkan setiap karyawan untuk terus mengasah keunikan dan potensi yang mereka miliki. Pemimpin yang hebat juga akan selalu mengembangkan keterampilan para karyawannya.

Strategi Permainan “Catur”

Seperti yang ditulis di awal paragraf, untuk dapat memenangkan permainan catur, dibutuhkan strategi dan pemikiran yang matang. Maka dengan cara yang sama, agar dapat memainkan ”catur” dalam sebuah organisasi, seorang pemimpin yang hebat harus menguasai berbagai strategi dan memiliki pengetahuan dasar berikut ini.

1. Apa kekuatan yang dimiliki seorang karyawan?
Kekuatan seorang karyawan tidak sama dengan keterampilan yang dikuasainya. Kekuatan bisa jadi adalah sesuatu yang sangat disukai seorang karyawan, menarik minatnya dari waktu ke waktu, dan membuatnya belajar dengan cepat. Sebaliknya, kelemahan seorang karyawan juga bukan berarti sesuatu yang tidak disukainya atau yang tidak dikuasainya. Tapi ini adalah sesuatu yang menghabiskan energinya. Ini bisa juga sesuatu yang tidak ingin dilakukannya, dan setiap kali dia harus melakukannya, dia ingin berhenti melakukannya.

Maka seorang pemimpin harus berhati-hati dalam menangani talenta, keterampilan dan kekuatan seorang karyawan. Sebuah pepatah mengatakan, "Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid (Semua orang itu jenius. Tetapi jika Anda menghakimi seekor ikan adalah hewan yang bodoh karena tidak dapat memanjat pohon, maka ikan itu akan terus yakin bahwa ia bodoh)." Karena itu jika seorang pemimpin tidak dapat memahami kekuatan seorang karyawan dan mengolok-olok serta mencela seorang karyawan karena ia "bodoh" dan tidak dapat melakukan pekerjaannya, karyawan itu akan putus asa dan tidak dapat melakukan pekerjaannya sama sekali, dan ini akan MERUGIKAN organisasi yang dipimpinnya.

2. Apa pemicu yang dapat mengaktifkan kekuatannya?
Kekuatan seorang karyawan tidak selalu sudah terlihat, tetapi terkadang butuh pemicu untuk membuatnya terlihat. Pemimpin yang hebat harus berhati-hati dalam memberikan atau membuat sebuah pemicu. Ya, pemicu yang tepat akan membuat seorang karyawan berupaya lebih kuat dan tekun dalam menghadapi berbagai tantangan. Sebaliknya, kesalahan dalam memberikan pemicu dapat menghancurkan seorang karyawan, baik karakternya, motivasinya, atau pun potensinya. Salah satu pemicu yang paling berpotensi adalah pengakuan, penghargaan, dan pujian.

3. Bagaimana cara belajarnya?
Memang setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda-beda, akan tetapi sebenarnya ada 3 (tiga) tipe cara belajar yang paling menonjol dari orang. Meskipun tampaknya berbeda, tetapi ketiga-tiganya bukanlah bagian yang terpisah. Bisa jadi tipe-tipe ini malahan saling mendukung dalam pembelajaran seseorang.
a.Analis
Ciri-cirinya:
-Momen belajar paling ampuh terjadi persis SEBELUM kinerja dilakukan.
-Memahami tugasnya dan menguji setiap komponennya.
-Menyukai informasi dan sangat membenci kesalahan.
-Butuh mengetahui semua ilmu yang berhubungan dengan tugasnya sebelum menjadi ”nyaman” dengan tugas yang dilakukannya.
-Untuk mengajarnya butuh banyak waktu di ”kelas”, melakukan banyak permainan peran, dan latihan ulang untuk kejadian yang sama.

b.Pelaku
-Momen belajar paling ampuh terjadi SAAT kinerja dilakukan.
-Selalu melakukan percobaan dan kesalahan (trial and error).
-Belajar melalui kesimpulan yang dibuatnya sendiri.
-Tidak suka membuat persiapan.
-Untuk mengajarnya, harus diberikan tinjauan singkat dari hasil yang diharapkan.

c.Pengamat
-Pengamat memang adalah murid yang bodoh, tetapi ia bukan pelajar yang bodoh.
-Untuk mengajarnya, perlu diberikan gambaran keseluruhan dari sebuah pekerjaan.

Seorang pemimpin yang hebat harus sanggup menyesuaikan diri pada cara belajar yang berbeda-beda dari setiap karyawan sehingga ia dapat berfokus dalam melatih karyawannya.

Manajer Standar v.s. Pemimpin Hebat

Seorang manajer standar akan selalu menganggap bahwa karyawan akan dimotivasi dengan cara yang sama, menginginkan hubungan yang sama, belajar dengan cara yang sama. Karena itu, manajer yang standar akan menetapkan suatu karakter yang unggul dan mengharapkan setiap karyawan mengembangkan karakter yang sama, yang tidak secara alami dimiliki oleh si karyawan.

Sebaliknya, pemimpin yang hebat akan menghargai keunikan setiap karyawan dengan bermain ”catur”. Mereka tidak akan berupaya mengubah karakter dan gaya dari seorang karyawan. Seorang pemimpin yang hebat sangat menyukai dan menghargai perbedaan cara berpikir, perbedaan kadar kesabaran, perbedaan perasaan, perbedaan hal-hal yang dapat menantang, perbedaan keahlian, atau pun perbedaan tujuan dari setiap karyawan. Karena itu, pemimpin yang hebat akan selalu berinteraksi dengan karyawannya untuk menentukan cara terbaik untuk menggabungkan potensi dan keterampilan setiap karyawan sehingga ini akan meningkatkan talenta, potensi, kreativitas, dan semangat dari setiap karyawan.

Seperti halnya bidak pion yang selalu berani berada di garis depan, tetapi hanya dapat melakukan satu langkah kecil dan teratur; dan bidak kuda yang selalu dapat dengan lincah dan cepat meloncat kesana-kemari, tetapi tidak dapat melakukan langkah yang lurus dan teratur; maka pemimpin yang hebat tidak menuntut kesempurnaan dari setiap karyawannya. Sebaliknya, ia malah SENANG akan kelebihan dan kekurangan dari setiap karyawannya dan memanfaatkan setiap kelebihan dan kekurangan setiap karyawan seperti bidak catur, untuk mengatur strategi yang tepat untuk memenangkan ”pertarungan” dalam organisasinya.

Aza-aza FIGHTING.

Referensi tulisan:  Chess Not Checkers ( © greatleadersserve.com)  |  What Great Manager Do ( © www.unleashyourleadership.com)

Gambar dimodifikasi dari: Chess v.s. Checker ( © www.dreamstime.com)

Hits: 680