VdBackground 01.jpg

Siapa yang Paling Hebat di Dunia Ini? [Anda Butuh Orang Lain]

Print
Created on Friday, 14 August 2020 Last Updated on Wednesday, 26 May 2021 Written by Phi-D


Kehidupan ini sebenarnya sangat mirip dengan permainan catur. Banyak orang membanggakan kehebatannya, tapi mereka tidak sadar bahwa kehidupan dan kehebatan mereka ternyata ditunjang oleh orang lain, yang mungkin dianggap tidak berarti atau tidak hebat (baca juga: Siapa yang Paling Hebat di Dunia Ini? [Filosofi Permainan Catur]). Bisa saja orang itu tidak terampil bekerja, tapi dia terampil memotivasi dan memberikan dukungan psikis pada orang yang tampak hebat itu. Maka jika orang itu pergi, maka habislah kehidupan orang hebat itu.

Maka tepat jika sebuah pepatah mengatakan, “It takes two to tango (Butuh dua orang untuk dapat melakukan tarian tango).” Itu sebabnya seseorang tidak mungkin menjadi hebat dengan upaya dan kesanggupannya sendiri. Oleh karena itu, orang-orang yang hebat selalu sadar bahwa untuk berhasil mencapai sesuatu dalam kehidupan, seorang manusia harus mengenal orang-orang di sekitarnya secara baik (People Oriented) dengan berfokus pada mereka (baca juga: Mainkan Catur dalam Berbisnis).

Orang-orang yang hebat tahu benar bahwa selalu saja ada orang-orang yang akan memberikan bantuan, memberikan dukungan, atau bekerja sama dengannya untuk mencapai apa yang ingin dia tuju. Itu sebabnya, agar dapat berhasil, orang-orang hebat ini malah perlu dengan rendah hati berpikir dan mencari tahu apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh orang-orang lain. Dan orang-orang hebat ini pun dengan tekun berupaya mencari tahu: Apa yang sebenarnya orang-orang butuhkan dari dia? Bagaimana cara untuk membantu orang-orang lain? Dengan melakukan ini, orang-orang hebat ini sedang membentuk hubungan yang baik untuk saling membantu dan mendukung (Baca juga pentingnya untuk mengetahui potensi terbaik orang-orang di sekitarnya di Permainan Catur, Dam, dan Karakter Kepemimpinan).

Penerapan Praktis dalam Berbagai Bidang

Dalam bidang pemasaran, seorang pemasar yang hebat malahan bukan berfokus untuk menjual produk dan jasanya, tetapi dia malah berpikir serius tentang pelanggan dan prospeknya sepanjang waktu. Mereka akan berupaya keras memikirkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut: Siapa pelanggan mereka sebenarnya? Apa yang paling mereka inginkan? Bagaimana cara paling baik untuk memberikan bantuan yang bermanfaat? (Baca juga: Mana yang Lebih Penting, Konten atau Pemasaran?)

Dalam dunia politik, seorang yang cukup berpengaruh malah pernah mengatakan, “Control man is a succeed, bring his ambition into reality and turn him into the real man. (Mengendalikan orang-orang adalah kesuksesan besar, wujudkan ambisi orang-orang itu dan ubah orang tersebut menjadi orang yang sangat hebat).” (Baca juga: Mainkan Strategi! Dan Dapatkan Pengaruh!) Dari kata-kata ini terlihat bahwa untuk menjadi orang paling berpengaruh dalam dunia politik, seseorang malah perlu menjadi orang yang “biasa-biasa” saja. Dia perlu mendukung dan membantu orang-orang lain untuk mencapai cita-citanya dengan tujuan bahwa orang-orang itu menjadi cukup hebat dan cukup kuat untuk memberikan bantuan balik ke dia di waktu yang dia butuhkan (Baca juga: Siapa itu Para Konektor yang Handal?). Lalu di saat yang bersamaan, orang-orang yang berpengaruh ini perlu tahu dengan detil tentang apa saja yang ditakuti orang-orang hebat ini dengan tujuan untuk mencegah orang-orang hebat ini tidak menjatuhkan kekuasaan pengaruhnya dalam dunia politik. Saat orang-orang berpengaruh ini gagal mengetahui keinginan besar (ambisi) dan kelemahan besar (ketakutan) orang-orang hebat di sekitarnya, maka kekuasaan dan karir politiknya pun akan habis dan lenyap di saat itu juga (Baca juga sepak terjang Abraham Lincoln yang dibantu dan terkadang dihianati oleh para sahabatnya dalam Makna Persahabatan dan Kekuatan).

Dalam menjalin hubungan, seorang yang hebat malah sangat berfokus pada orang-orang terpenting yang ada di dalam kehidupan mereka (baca juga: Siapa Orang-orang Penting Itu?). Itu sebabnya, mereka akan menjaga baik-baik hubungan pribadi dengan keluarga intinya. Dan mereka pun akan benar-benar memperhatikan setiap rekan-rekan kerjanya dengan baik untuk menjaga hubungan profesional di dunia bisnis.

Itu sebabnya sedari kecil, kita semua diajarkan teori dasar bahwa manusia itu dikategorikan sebagai makhluk sosial. Dan teori ini bukanlah sekadar teori, tetapi itu adalah kebenaran mutlak. Seorang manusia yang sadar bahwa dia adalah makhluk sosial tidak akan menjadi sombong dan merendahkan orang-orang lain karena mereka sadar betul bahwa mereka selalu membutuhkan bantuan dari orang-orang lain di sekitar mereka (Baca juga: Jadilah Konektor dan Lupakan Jaringan Anda!). Bahkan orang-orang dengan kepribadian introvert, yang seringkali panik jika ketemu orang lain, tetap membutuhkan orang lain untuk menopang kehidupan mereka. Maka selalu hargai semua orang yang rela menghabiskan waktu dengan Anda atau bahkan bersedia tetap setia berada di dekat Anda. Selalu sadar bahwa merekalah yang membuat Anda terlihat hebat.

Silakan lihat gambar di bawah ini yang dibagikan oleh seorang teman pada tanggal 5 September 2019 di Sosial Media saya. Gambar ini memperlihatkan secara logis alasan bahwa orang-orang lain yang telah membantu Anda dengan rela sehingga membuat Anda menjadi terlihat hebat.



Memang...
Ada kalanya saat ingin mengganggap orang lain lebih hebat dan diri sendiri biasa saja, ada begitu banyak tantangan dan kesulitan. Tidak jarang ledekan, cacian yang meremehkan, cemoohan yang meyepelekan, bahkan anggapan tidak berharga dan tidak berkualitas sering dilontarkan. Tetapi dengan tetap menjadi biasa dan sederhana, sebenarnya ada banyak manfaat yang diperoleh, dan nilainya jauh lebih berharga dari semua olokan dan cemoohan orang terhadap diri kita yang dianggap terlalu biasa saja.

Apa saja hal bernilai itu?

Misalnya saja sewaktu ada yang menyepelekan kita, kita akan belajar cara bersabar. Atau sewaktu ada yang meremehkan pengetahuan kita, kita dapat merenungkan kembali pemahaman kita dan terkadang saat melakukan pemikiran mendalam ini, memang kita disadarkan kembali bahwa masih ada hal lainnya yang harus dipelajari kembali. Dan seraya mempelajari sesuatu dengan lebih mendalam, semakin kita dibuat sadar bahwa pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan kita masih terbatas, kurang dan belum berkembang. Oleh karena itu, pada bulan Agustus 2014, saya pun menuliskan pengingat ini untuk mengingatkan diri saya sendiri agar berjuang keras untuk tetap bersikap sederhana dan biasa saja:

I am just an ordinary person.
That living in an extraordinary world.
And have to dealing up with a very extraordinary challenges of life.
But I want much more than this ordinary life.

That's why, I can not accept just an ordinary things.
So I learn a lot of extraordinary knowledges.
From a lot of extraordinary people (and it is including all of you that read my self-reminder).
And FULLY counting on my Most Extraordinary God.

(“Saya hanya orang biasa-biasa saja.
Yang hidup di dunia yang LUAR BIASA.
Dan harus berhadapan dengan tantangan hidup yang LUAR BIASA rumit.
Tetapi saya seringkali menginginkan sesuatu yang lebih dari kehidupan saya yang biasa-biasa saja ini.

Itu sebabnya, saya sulit menerima berbagai hal yang terlihat biasa saja.
Maka saya belajar banyak pengetahuan yang LUAR BIASA.
Dari banyak orang yang LUAR BIASA [dan itu termasuk Anda semua yang membaca pengingat pribadi saya].
Dan selalu mengandalkan Pencipta saya yang LUAR BIASA sepenuhnya).”

Aza-aza FIGHTING.

Sumber gambar: Karyawan (©  mamansuparman.com) | Anda Butuh Orang Lain (dibagikan seorang teman melalui Sosial Media)

Hits: 1346