VdBackground 01.jpg

Gejala Skizofrenia

Print
Created on Friday, 19 August 2011 Last Updated on Thursday, 03 April 2014

Seperti halnya berbagai macam penyakit, skizofrenia pun memiliki gejala-gejala awal. Berikut ini adalah beberapa indikator premorbid (pra-sakit) pre-skizofrenia.
- Ketidakmampuan seseorang mengekspresikan emosi: wajah dingin, jarang tersenyum, acuh tak acuh.
- Penyimpangan komunikasi: pasien sulit melakukan pembicaraan terarah, kadang menyimpang (tanjential) atau berputar-putar (sirkumstantial).
- Gangguan atensi: penderita tidak mampu memfokuskan, mempertahankan, atau memindahkan atensi.
- Gangguan perilaku: menjadi pemalu, tertutup, menarik diri secara sosial, tidak bisa menikmati rasa senang, menantang tanpa alasan jelas, mengganggu dan tak disiplin.

Pada umumnya gejala-gejala skizofrenia dapat dibagi menjadi dua kelompok berikut:
1. Gejala-gejala Positif
Gejala-gejala ini disebut positif karena merupakan manifestasi jelas yang dapat diamati oleh orang lain. Yang termasuk dalam gejala ini antara lain adalah halusinasi, delusi, gangguan pemikiran (kognitif).

2. Gejala-gejala Negatif
Gejala-gejala ini disebut negatif karena merupakan kehilangan dari ciri khas atau fungsi normal seseorang.

Yang termasuk dalam gejala-gejala ini antara lain adalah kurang atau tidak mampu menampakkan/ mengekspresikan emosi pada wajah dan perilaku, kurangnya dorongan untuk beraktivitas, tidak dapat menikmati kegiatan-kegiatan yang disenangi dan kurangnya kemampuan bicara (alogia).

Meski bayi dan anak-anak kecil dapat menderita Skizofrenia atau penyakit psikotik yang lainnya, keberadaan Skizofrenia pada kelompok ini sangat sulit dibedakan dengan gangguan kejiwaan seperti autisme, sindrom Asperger atau ADHD atau gangguan perilaku dan gangguan Post Traumatic Stress Dissorder. Oleh sebab itu diagnosa penyakit psikotik atau Skizofrenia pada anak-anak kecil harus dilakukan dengan sangat berhati-hati oleh psikiater atau psikolog yang bersangkutan.

Pada remaja perlu diperhatikan kepribadian pra-sakit yang merupakan faktor predisposisi skizofrenia, yaitu:
- Gangguan kepribadian paranoid atau kecurigaan berlebihan, menganggap semua orang sebagai musuh. - Gangguan kepribadian skizoid yaitu emosi dingin, kurang mampu bersikap hangat dan ramah pada orang lain serta selalu menyendiri.
- Gangguan skizotipal yaitu perilaku atau tampilan diri aneh dan ganjil, afek sempit, percaya hal-hal aneh, pikiran magis yang berpengaruh pada perilakunya, persepsi pancaindra yang tidak biasa, pikiran obsesif tak terkendali, pikiran yang samar-samar, penuh kiasan, sangat rinci dan ruwet atau stereotipik yang termanifestasi dalam pembicaraan yang aneh dan inkoheren.
Tidak semua orang yang memiliki indikator premorbid pasti berkembang menjadi skizofrenia. Banyak faktor lain yang berperan untuk munculnya gejala skizofrenia, misalnya tekanan (stresor) lingkungan dan faktor genetik ataupun penggunaan yang salah pada beberapa jenis obat-obatan terlarang.

Gambaran Klinis
Perjalanan penyakit skizofrenia dapat dibagi menjadi 3 (tiga) fase berikut ini:
1. Fase Prodromal
Pada fase ini biasanya timbul gejala-gejala non spesifik yang lamanya bisa minggu, bulan ataupun lebih dari satu tahun sebelum onset psikotik menjadi jelas. Gejala pada fase ini meliputi: hendaya fungsi pekerjaan, fungsi sosial, fungsi penggunaan waktu luang dan fungsi perawatan diri.
Perubahan-perubahan ini akan mengganggu individu serta membuat resah keluarga dan teman, mereka akan mengatakan “orang ini tidak seperti yang dulu”. Semakin lama fase prodromal semakin buruk prognosisnya.

2. Fase Aktif
Pada fase ini, gejala positif/psikotik menjadi jelas seperti tingkah laku katatonik, inkoherensi, waham, halusinasi disertai gangguan afek. Hampir semua individu datang berobat pada fase ini. Bila tidak mendapat pengobatan, gejala-gejala tersebut dapat hilang secara spontan tetapi suatu saat mengalami eksaserbasi (terus bertahan dan tidak dapat disembuhkan). Fase aktif akan diikuti oleh fase residual.

3. Fase Residual
Fase ini memiliki gejala-gejala yang sama dengan Fase Prodromal tetapi gejala positif/psikotiknya sudah berkurang.
Di samping gejala-gejala yang terjadi pada ketiga fase di atas, penderita skizofrenia juga mengalami gangguan kognitif berupa gangguan berbicara spontan, mengurutkan peristiwa, kewaspadaan dan eksekutif (atensi, konsentrasi, hubungan sosial)
(Luana, 2007).

Lihat juga:
Tentang Skizofrenia
Penyebab Skizofrenia
Gejala Skizofrenia
Jenis-jenis Skizofrenia
Diagnosis Skizofrenia
Bantuan bagi Penderita Skizofrenia
Pengobatan Skizofrenia
Kekambuhan Skizofrenia

Disadur dari berbagai sumber (www.psikologizone.com  |  id.wikipedia.org   |  ababar.blogspot.com  |  forumsains.com)

Hits: 10323